Terbit: 16 Juni 2021 | Diperbarui: 18 Juni 2021
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Makan jamur saat hamil dianggap sebagian orang berbahaya bagi ibu dan janin. Namun, anggapan ini patut dipertanyakan kebenarannya mengingat jamur mengandung sejumlah nutrisi yang bagus untuk kesehatan. Lebih lanjut simak penjelasannya di bawah ini! 

Makan Jamur Saat Hamil, Amankah? Cek Nutrisi, Jenis, Aturan, dll

Bolehkah Makan Jamur Saat Hamil?

Makan jamur selama hamil sebenarnya aman bagi ibu dan janin, tetapi hindari makan jamur yang masih mentah karena bersifat karsinogenik. Ini adalah zat yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker.

Meskipun boleh makan jamur yang matang, tetapi tidak semua jamur dapat dimakan. Oleh karenanya, penting untuk mengetahui perbedaan jamur yang aman untuk ibu hamil. Jamur yang dimasak atau dikeringkan menyehatkan, karena bergizi tinggi dan kaya akan vitamin dan mineral.

Kandungan Gizi Jamur

Jamur dapat memberikan nutrisi penting yang dibutuhkan selama kehamilan. Berikut ini nutrisi yang terkandung dalam 100 gram jamur kancing segar:

  • Energi:  27,49 kalori
  • Protein: 3,68 gram
  • Karbohidrat: 1,98
  • Kalsium: 18,38 miligram (mg)
  • Zat besi: 0,29 mg
  • Magnesium: 18,3 mg
  • Fosfor:  87,11 mg
  • Kalium (atau potasium): 318 mg
  • Natrium: 7,72 mg
  • Zinc: 0,17 mg
  • Tembaga : 0,09 mikrogram (mcg)
  • Vitamin D: 0,2 mg
  • Folat: 8,28 mcg DFE
  • Niasin: 0,68 mg

Manfaat Makan Jamur Saat Hamil

Jamur tertentu mengandung nutrisi yang sangat baik untuk perkembangan janin dalam kandungan. Dengan begitu, ibu hamil dapat mengonsumsi jamur secara rutin untuk mendapatkan manfaatnya.

Berikut ini beberapa kandungan nutrisi jamur yang bermanfaat untuk ibu hamil:

1. Meningkatkan Asupan Vitamin B

Jamur adalah sumber alami vitamin B kompleks yang memiliki beberapa turunan, termasuk tiamin (B1), riboflavin (B2), niasin (B3), dan asam pantotenat (B5), yang semuanya bermanfaat bagi ibu dan janin.

Manfaat tiamin dan niasin membantu perkembangan otak bayi, menghilangkan rasa lelah, dan meningkatkan energi. Riboflavin dapat membantu menjaga kesehatan kulit, meningkatkan penglihatan, dan mengembangkan tulang, otot, dan saraf yang kuat. Sedangkan asam pantotenat bermanfaat mencegah masalah pencernaan.

2. Meningkatkan Kesehatan Tulang

Ibu hamil yang kekurangan vitamin D dapat menyebabkan kelelahan, tulang rapuh, nyeri punggung, dan depresi. Manfaat makan jamur saat hamil bisa meningkatkan asupan vitamin D. Vitamin ini membantu menyerap kalsium dalam tubuh, membentuk tulang dan gigi yang kuat pada bayi.

3. Meningkatkan Asupan Protein dan Serat

Protein dan serat banyak terdapat pada jamur. Kandungan protein dalam jamur diperlukan untuk perkembangan keseluruhan bayi, karena dapat meningkatkan massa otot. Sedangkan kandungan serat di dalam dapat membantu mencegah kondisi iritasi, seperti sembelit dan kelelahan, yang membuat ibu hamil tetap aktif dan siap untuk melahirkan dengan lancar.

4. Meningkatkan Kadar Hemoglobin

Tubuh ibu hamil membutuhkan lebih banyak hemoglobin karena volume darah meningkat selama kehamilan. Jamur untuk ibu hamil menjadi salah satu sumber zat besi yang sangat baik, yang membantu memproduksi hemoglobin dan sel darah merah pada ibu dan janin.

5. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Kandungan antioksidan dalam jamur dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mencegah penyakit sehingga tetap sehat selama kehamilan. Jamur juga mengandung zinc, potasium, dan selenium, yang membantu pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Baca Juga: 10 Manfaat Jamur bagi Tubuh (Beserta Bahayanya)

Jenis Jamur yang Aman untuk Ibu Hamil

Ada beberapa jenis jamur yang bisa Anda makan selama kehamilan, antara lain:

1. Jamur Kancing

Ini adalah jenis jamur yang mudah Anda dapatkan karena ada di mana-mana. Anda dapat mengenali jamur untuk ibu hamil ini dengan ciri-cirinya yang berwarna putih pucat dengan permukaan atas berbintik, dan beraroma yang bisa menjadi penyedap alami. Sementara kandungan seratnya digunakan untuk membuat kaldu dan semur.

2. Jamur Shiitake

Jamu ini berwarna hitam dan memiliki tekstur yang khas, yang populer dalam masakan Cina. Shiitake adalah jamur obat, yang memiliki kadar beta-glukan, gula polisakarida, dan serat yang tinggi. Ini adalah zat antitumor, antikanker, antibakteri, antijamur, dan antioksidan.

3. Jamur Porcini

Jamur prcini atau boletus edulis memiliki warna keemasan dan sangat beraroma. Ini adalah salah satu jamur paling mahal dan menjadi bahan dalam masakan Italia. Jamur porcini biasanya tumbuh saat puncak musim panas di daerah Asia, Eropa, dan Amerika Utara.

4. Jamur Morchella

Jamur morchella atau morel, adalah jamur liar tetapi memiliki jenis yang aman untuk ibu hamil. Pastikan membersihkan dan memasaknya dengan benar karena jamur ini cenderung menyebabkan reaksi alergi dan gangguan pencernaan. Jamur ini memiliki bentuk yang unik karena batangnya berongga.

5. Jamur Kastanye

Tampak seperti jamur kancing putih, tetapi jamur kastanye memiliki tutup berwarna cokelat dan insang berwarna merah muda sampai cokelat tua. Jenis jamur ini memiliki rasa yang kuat.

Jamur lainya yang dapat dimakan makan selama kehamilan meliputi, termasuk king oysters/eringi (pleurotus eryngii), enoki (enokitake), dan buna-shimeji.

Baca Juga: 20 Macam-Macam Jamur yang Bisa Dimakan dan Sehat, Sudah Coba?

Jenis Jamur yang Tidak Aman untuk Ibu Hamil

Meskipun jamur ini memberikan manfaat untuk orang dengan kondisi tertentu, tetapi tidak untuk ibu hamil karena kemungkinan dapat menyebabkan kematian ibu dan janin. Oleh karenanya, ibu hamil harus menghindarinya.

Berikut ini beberapa jenis jamur yang tidak aman untuk ibu hamil:

  • Jamur ajaib. Magic mushroom alias jamur ajaib mengandung psilocybin, zat kimia yang mengubah aktivitas otak dan memengaruhi pertumbuhan janin. Jamur ini tidak boleh dikonsumsi bahkan ketika sedang menyusui.
  • False morels. Gyromitra esculenta atau false morel merupakan jamur yang tampak berkerut dengan tudung berbentuk tidak beraturan. Jamur ini beracun karena mengandung toksin dan karsinogen gyromitrin.
  • Jamur payung. Seperti namanya, ini merupakan jamur berbentuk payung, bergetah seperti susu, bercincin putih, dan berbintik. Jamur ini berwarna cerah dan krem pada tudungnya.

Faktor yang Harus Diperhatikan Saat Makan Jamur

Setelah yakin bahwa jamur aman bagi Anda selama kehamilan, tetapi harus mengikuti tindakan pencegahan untuk memastikan mendapatkan manfaat kesehatan yang maksimal dari jamur.

Berikut adalah beberapa hal yang harus Anda lakukan:

  • Makan jamur yang masih segar.
  • Jangan makan jamur yang masih mentah.
  • Pastikan jamur bebas dari bintik-bintik memar dan busuk.
  • Mencuci jamur sampai bersih dan memasaknya dengan baik.
  • Kurangi jamur olahan atau hindari jika perlu, dan perhatikan tanggal kedaluwarsanya.
  • Makanlah sedikit jamur jika ragu mengonsumsinya. Jika ada efek samping, jangan makan lagi. Jika muncul gejala alergi parah atau mengkhawatirkan, segera hubungi dokter.
  • Saat makan jamur sebagai obat, berhati-hati dan perhatikan kesehatan Anda. Jika terjadi alergi atau efek samping apa pun, Anda dapat menanganinya sejak awal.
  • Jangan makan jamur sembarangan dan hindari jamur liar atau jamur ajaib selama kehamilan.

 

  1. Malachi, Rebecca. 2021. Is It Safe To Eat Mushroom During Pregnancy?. https://www.momjunction.com/articles/safe-eat-mushroom-pregnancy_0089276/ (Diakses pada 16 Juni 2021)
  2. Tian C. 2017. Eating Mushroom During Pregnancy- Safe or Unsafe?. https://parenting.firstcry.com/articles/eating-mushroom-during-pregnancy-safe-or-unsafe/ (Diakses pada 16 Juni 2021)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi