Awas, Makan Ikan Setiap Hari Bisa Berbahaya

daging-ikan-doktersehat
Photo Source: Flickr/Marco Verch

DokterSehat.Com– Ikan, khususnya ikan laut seringkali dianggap sebagai bahan makanan yang jauh lebih sehat untuk dikonsumsi. Khususnya jika dibandingkan dengan daging merah atau daging unggas yang dianggap bisa menyebabkan datangnya penyakit jika dikonsumsi dengan berlebihan. Padahal, jika dicermati, pakar kesehatan hanya menyarankan kita untuk mengonsumsi daging ikan dua atau tiga kali saja setiap minggu, bukannya setiap hari. Ternyata, anjuran ini didasari oleh adanya kemungkinan bahwa makan daging ikan setiap hari bisa kurang baik bagi kesehatan.

Dampak makan daging ikan setiap hari

Jika kita makan daging ikan laut terlalu sering, ada kemungkinan risiko terkena keracunan merkuri akan meningkat. Hal ini disebabkan oleh kandungan merkuri yang memang bisa saja ditemukan di dalam ikan yang kita konsumsi. Memang, ikan laut memiliki kandungan menyehatkan seperti protein dan asam lemak omega 3 yang bisa mencegah masalah kolesterol, namun jika kita juga mengonsumsi merkuri terlalu banyak, maka risiko untuk terkena keracunan atau bahkan gangguan neuro-degeneratif akan meningkat dengan signifikan.

Sebagai informasi, merkuri sebenarnya masih aman untuk dikonsumsi asalkan jumlahnya kecil. Hanya saja, kandungan ini juga bisa memberikan efek buruk bagi kesehatan, khususnya bagi ibu hamil atau anak kecil. Jika konsumsi merkuri ini sangat berlebihan pada anak-anak, maka risiko untuk mengalami defisit neurologis atau bahkan gangguan perkembangan bisa terjadi.

Ikan apa saja yang memiliki kandungan merkuri tinggi?

Pakar kesehatan menyebut ikan yang memiliki kadar merkuri tinggi biasanya adalah yang berukuran lebih besar. Hal ini berarti, jika kita menemukan ikan laut dengan ukuran lebih kecil, biasanya ikan ini lebih aman untuk dikonsumsi karena kadar merkurinya juga lebih kecil. Ikan berukuran besar ini menandakan bahwa mereka cenderung memiliki usia yang lebih lama. Hal ini berarti, kadar merkuri di dalamnya juga cenderung telah menumpuk dalam jumlah yang lebih banyak.

Beberapa jenis ikan yang memiliki kadar merkuri tinggi sehingga sebaiknya dibatasi konsumsinya adalah ikan todak, ikan hiu, ikan marlin, dan ikan bigeye tuna. Ikan king mackerel, tilefish, serta ikan orange roughly juga sebaiknya tidak dikonsumsi dengan berlebihan. Pakar kesehatan lebih menyarankan kita untuk mengonsumsi ikan air tawar seperti lele dan patin. Sementara itu, ikan salmon dan nila juga cenderung memiliki kadar merkuri yang rendah sehingga aman untuk dikonsumsi.

Menjadi perdebatan pakar kesehatan

Meskipun anjuran untuk membatasi asupan daging ikan ini beralasan, pakar kesehatan Profesor Eric Eric dari Harvard School of Public Health menyebutkan bahwa konsumsi ikan setiap hari sebenarnya tidak apa-apa bagi kesehatan tubuh. Hanya saja, bagi ibu hamil dan anak-anak, konsumsinya memang sebaiknya dibatasi. Banyak pakar kesehatan yang juga menyetujui pendapat Eric meskipun tetap saja ada sebagian pakar lainnya yang masih mengkhawatirkan kemungkinan bahaya dari paparan merkuri berbahaya.

Manfaat makan ikan secara rutin

Jika kita mengonsumsi daging ikan secara rutin setidaknya dua atau tiga kali dalam seminggu, maka kita akan mampu mengalami peningkatan metabolisme tubuh dan mencegah datangnya peradangan.

Berikut adalah beberapa manfaat dari makan ikan yang akan kita dapatkan.

  1. Mendapatkan asupan lemak baik.

Daging ikan kaya akan kandungan asam lemak omega 3 yang dikenal sebagai lemak baik yang bisa menurunkan kolesterol, trigliserida dan tekanan darah, serta menyehatkan fungsi otak. Hal ini akan berimbas pada menurunnya risiko terkena penyakit jantung dan stroke.

  1. Mendapatkan vitamin D

Ternyata, makan ikan juga bisa membantu tubuh mendapatkan asupan vitamin D yang cukup. Dengan mendapatkan vitamin D, maka tubuh akan lebih baik dalam menyerap nutrisi sehat dari makanan.

  1. Mencegah depresi

Meskipun masih belum benar-benar diketahui penyebabnya, banyak pakar kesehatan yang menyebut kebiasaan makan ikan terkait dengan risiko depresi yang lebih rendah. Hanya saja, ada dugaan bahwa asam lemak omega 3 bisa mempengaruhi kadar hormon yang bisa membuat suasana hati menjadi lebih baik.