Makan Ikan Bisa Tingkatkan IQ dan Bikin Tidur Nyenyak

daging-ikan-manfaat-doktersehat
Photo Source: Flickr/ Marco Verch

DokterSehat.Com– Sudah menjadi rahasia umum jika daging ikan termasuk dalam bahan makanan yang paling baik bagi kesehatan. Hanya saja, penelitian terbaru yang dilakukan di Pennsylvania University, Amerika Serikat, menghasilkan fakta menarik tentang manfaat dari konsumsi daging ikan, yakni bisa membuat IQ meningkat sekaligus membuat kita tidur dengan lebih nyenyak.

Dampak Makan Ikan bagi Kesehatan

Dalam penelitian yang dilakukan pada 2017 ini, disebutkan bahwa anak-anak yang rutin makan daging ikan setidaknya semingu sekali mampu tidur dengan lebih nyenyak setiap malamnya dan membuat rata-rata IQ mereka lebih tinggi 4 poin dibandingkan dengan anak-anak yang lebih jarang makan daging ikan. Hal ini disebabkan oleh adanya kandungan asam lemak omega 3 yang tinggi di dalamnya.

Sebagai informasi, asam lemak omega 3 bisa memberikan dampak positif bagi kesehatan pencernaan, sirkulasi darah, dan membuat otot menjadi lebih rileks. Hal inilah yang membuat tidur bisa menjadi lebih nyenyak. Selain itu, sirkulasi darah yang lancar akan membuat otak mendapatkan nutrisi dan oksigen dengan maksimal sehingga bisa menjalankan fungsinya dengan baik.

Penelitian ini melibatkan 541 anak dari Tiongkok. Para partisipan ini diminta untuk mengisi data tentang kebiasaan makan ikannya. Ada yang menulis sangat jarang, tidak pernah, atau setidaknya makan daging ikan sekali dalam seminggu. Selain itu, anak-anak ini juga menjalankan tes verbal serta non verbal demi mengetahui kondisi IQnya.

Para orang tua dari anak-anak ini juga dilibatkan dalam penelitian. Mereka diminta untuk menjelaskan durasi tidur para anak, seberapa sering anak terbangun di malam hari, atau kebiasaan tidur siang dan kondisi mengantuk di siang hari.

Hasil dari penelitian ini adalah, anak-anak yang rutin makan ikan setidaknya sekali dalam seminggu mendapatkan poin 4,8 lebih tinggi di tes IQ dibandingkan dengan anak-anak yang jarang atau tidak pernah mengonsumsinya. Durasi dan kualitas tidur anak yang rutin makan ikan juga cenderung jauh lebih baik.

Anak-anak yang kurang tidur ternyata mengalami masalah pada perilaku sosial dan kognitif. Dengan memberikan suplemen asam lemak omega-3, diharapkan masalah ini bisa diatasi. Hanya saja, karena anak terkadang kurang tertarik dengan suplemen, sebaiknya memang mereka mulai dibiasakan untuk makan daging ikan yang lezat.

Tips Membiasakan Makan Ikan

Meski secara umum memiliki rasa yang nikmat, dalam realitanya masyarakat Indonesia, khuusnya anak-anak cenderung lebih terbiasa mengonsumsi daging merah, daging unggas, atau bahkan daging olahan alih-alih daging ikan. Padahal, manfaat kesehatan daging ikan jauh lebih besar.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk membiasakan diri makan daging ikan.

  1. Cermat Memilih Daging Ikan

Cermatlah dalam memilih daging ikan. Pilihlah yang masih segar dengan ciri mata masih jernih, insang warnanya masih merah, sisik yang tidak mudah lepas dan lain-lain. Selain itu, pilihlah ikan yang memiliki rasa enak dan duri yang cenderung besar seperti tongkol, salmon, bawal, tengiri, dan lain-lain.

  1. Cermat Dalam Mencuci Daging Ikan

Setelah memilih daging ikan yang tepat, pastikan untuk mencucinya dengan cara yang tepat. Demi menghilangkan aroma amis, kita bisa merendam daging ikan di dalam cairan yang sudah diberi jeruk nipis selama seperempat jam.

  1. Cermat Dalam Mengolah Daging Ikan

Membakarnya, menjadikannya daging asap, atau merebusnya bisa membuat daging ikan memiliki rasa yang nikmat. Di Indonesia, ada banyak sekali cara mengolah ikan yang sedap yang bisa kita tiru demi membuatnya disukai oleh siapa saja.

  1. Menjadikannya Camilan

Daging ikan bisa diolah menjadi bola-bola ikan, keripik, atau ditambahkan dengan tepung sebagai camilan. Hal ini bisa membuat kita terbiasa menikmati daging ikan.

 

Sumber:

  1. Berger, Michele. 2017. Weekly Fish Consumption Linked to Better Sleep, Higher IQ. upenn.edu/news/weekly-fish-consumption-linked-to-better-sleep-higher-IQ (Diakses pada 5 Oktober 2019).