Soal Kolesterol, Lebih Aman Makan Daging Kambing atau Sapi?

daging-doktersehat

DokterSehat.Com– Daging kambing dan daging sapi masih digemari sebagian besar masyarakat Indonesia. Hanya saja, masih banyak orang yang menganggap daging kambing lebih tidak sehat dibandingkan dengan daging sapi. Padahal, keduanya tergolong dalam daging merah yang jika dikonsumsi dengan berlebihan tidak baik untuk kesehatan. Lantas, manakah di antara kedua daging ini yang jauh lebih aman untuk dikonsumsi dan tidak memicu peningkatan kolesterol dengan signifikan?

Memilih daging yang sehat

Meskipun memiliki reputasi tidak sehat, pakar kesehatan menyebut daging kambing sebenarnya tidak sejahat yang kita kira. Bahkan, menurut pakar diet Anar Allidina, daging kambing sebenarnya jauh lebih aman untuk dikonsumsi karena kadar kalori, kolesterol, dan lemaknya lebih rendah dibandingkan dengan daging sapi atau daging ayam. Hal ini berarti, asalkan tidak dikonsumsi dengan berlebihan atau terlalu sering, makan daging kambing tidak akan memberikan dampak buruk bagi kolesterol tubuh.

Penderita kolesterol tinggi boleh makan daging?

Di dalam 85 gram daging kambing terdapat 122 kalori, 64 miligram kolesterol, dan lemak sebanyak 2,6 gram. Sementara itu, di dalam daging sapi dengan ukuran yang sama, kadar kalorinya mencapai 179 kalori, 73 miligram kolesterol, dan lemak sebanyak 7,9 gram. Meski kadar lemak dan kolesterolnya lebih tinggi, daging sapi untuk bagian sirloin atau tenderloin biasanya memiliki kadar lemak yang lebih sedikit sehingga aman untuk dikonsumsi.

Penderita kolesterol tinggi masih boleh makan daging. Hanya saja, mereka sebaiknya berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu untuk mengetahui batasan makan daging yang aman. Selain itu, mereka juga sebaiknya mengolah daging dengan cara yang tepat.

Pakar kesehatan lebih menyarankan penderita kolesterol tinggi untuk mengolah daging dengan cara membakarnya atau merebusnya saja. Hindari daging yang digoreng atau diberi tambahan tepung karena bisa jadi memiliki kadar kalori, lemak, dan kolesterol yang lebih tinggi dan bisa membahayakan kondisi kesehatan tubuh.

Kita juga sebaiknya menghindari daging yang dimasak dengan santan kental layaknya semur, opor, atau tongseng karena bisa jadi memiliki kadar lemak dan kolesterol yang tentu bisa memperburuk kondisi kolesterol darah. Selain itu, saat makan daging, jangan lupakan asupan sayuran tinggi serat yang bisa membantu pencegahan penyerapan kolesterol di dalam saluran pencernaan dan memperbanyak asupan air putih. Hindari beberapa minuman manis karena bisa mempengaruhi kadar kolesterol tubuh.

Tips lain demi mencegah kenaikan kolesterol

Selain memperhatikan asupan makanan sehari-hari, khususnya daging-dagingan, pakar kesehatan menyarankan kita untuk memperhatikan gaya hidup sehat sehari-hari demi mencegah kenaikan kolesterol.

Berikut adalah beberapa hal yang patut untuk kita perhatikan.

  1. Rajin berolahraga

Meski terlihat sepele, rutin berolahraga minimal setengah jam setiap hari bisa memberikan dampak besar bagi kesehatan tubuh, termasuk dalam hal menjaga keseimbangan kolesterol tubuh. Berolahraga memang bisa memperlancar peredaran darah dan membantu proses peluruhan kolesterol dari dalam tubuh.

  1. Menjaga berat badan

Dengan menjaga berat badan tetap ideal, maka kadar kolesterol juga akan ikut berada dalam kondisi yang sehat. Risiko terkena penyakit jantung dan stroke pun bisa ditekan.

  1. Rutin melakukan pengecekan kolesterol

Pakar kesehatan menyarankan kita yang sudah berusia lebih dari 20 tahun untuk melakukan pengecekan kolesterol setidaknya sekali dalam 4 hingga 6 tahun. Sementara itu, jika kita memiliki riwayat keluarga atau risiko lebih besar terkena penyakit kardiovaskular, sebaiknya rutin melakukan pengecekan kolesterol setiap 1 hingga 3 tahun. Dengan melakukannya, maka kita bisa mengetahui kadar kolesterol tubuh dan menerapkan gaya hidup yang sehat demi mencegah kenaikannya.