DokterSehat.Com– Semakin banyak orang yang gemar mengonsumsi makanan cepat saji. Tak hanya karena harganya yang terjangkau, rasanya yang enak juga membuat kita ketagihan. Hanya saja, seperti apa sih dampak kesehatan yang bisa didapat jika mengonsumsi makanan cepat saji seperti burger setiap hari?

burger-doktersehat

Bahaya Makan Burger Setiap Hari

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk menerapkan filisofi makan 80-20. Aturan ini berarti kita sebaiknya selalu mengonsumsi makanan sehat di 80 persen waktu makan dan ngemil kita. Sementara itu, di 20 persen sisanya, kita bisa mengonsumsi makanan apapun yang kita inginkan, termasuk makanan yang sebenarnya kurang sehat seperti makanan cepat saji.

Sebenarnya, makanan cepat saji bisa dijelaskan sebagai makanan yang diproses sehingga memiliki kandungan tinggi kalori namun rendah nutrisi. Beberapa kandungan yang bisa ditemukan dalam jumlah banyak di dalamnya adalaj gula, garam, lemak trans, dan lemak jenuh.

Beberapa penelitian membuktikan bahwa makanan cepat saji bisa menyebabkan kecanduan layaknya alkohol atau obat-obatan terlarang. Kandungan-kandungan tidak sehat ini juga bisa memicu dampak seperti kenaikan berat badan atau risiko terkena beberapa penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung.

Sebagaimana namanya yang cepat saji, makanan ini disiapkan dengan cepat dan bisa dikonsumsi dengan mudah. Meskipun kini telah ada makanan cepat saji yang lebih sehat, tetap saja makanan ini sebenarnya kurang sehat.

Dampak Makan Makanan Cepat Saji Dalam Jangka Panjang

Meski rasanya enak dan bisa membuat perut kenyang, dalam realitanya mengonsumsi makanan cepat saji seperti burger setiap hari bisa memberikan dampak kesehatan yang tidak bisa disepelekan. Sebagai contoh, jika kita memakannya setiap hari, maka risiko untuk terkena obesitas, depresi, masalah pencernaan, penyakit jantung dan stroke, diabetes tipe 2, kanker, dan kematian dini akan meningkat dengan signifikan.

Semakin sering kita mengonsumsinya, semakin besar dampak kesehatan yang akan kita alami. Bahkan, penelitian membuktikan bahwa makan makanan cepat saji seperti burger dua kali dalam seminggu sudah mampu untuk meningkatkan risiko terkena sindrom metabolik, diabetes, dan penyakit jantung koroner.

Dampak Jangka Pendek Makan Makanan Cepat Saji

Kebanyakan orang tidak begitu memikirkan dampak jangka panjang dari kebisaan melakukan sesuatu, termasuk dalam hal mengonsumsi makanan cepat saji. Padahal, mengonsumsinya juga bisa memberikan dampak kesehatan dalam jangka pendek.

Sebagai contoh, jika kita mengonsumsi makanan cepat saji secara terus-menerus dalam waktu beberapa hari, maka dampaknya sudah cukup untuk mengubah metabolisme tubuh. Fakta ini terungkap dalam penelitian yang melibatkan 12 pria muda dengan kondisi sehat.

Dalam penelitian ini, disebutkan bahwa mengonsumsi makanan cepat saji selama lima hari sudah mampu menurunkan kemampuan otot dalam mengubah glukosa menjadi energi. Jika mereka terus melanjutkan konsumsi makanan cepat saji, hal ini akan berimbas pada peningkatan kadar gula darah, resistensi insulin, dan peningkatan risiko diabetes.

Beberapa partisipan bahkan mengalami gangguan pencernaan setelah dua hari makan makanan cepat saji. Hal ini disebabkan oleh kadar seratnya yang sangat rendah sehingga menyebabkan sembelit.

Mengonsumsi makanan cepat saji untuk sekali waktu saja juga sudah memberikan dampak bagi kesehatan seperti menyempitnya pembuluh darah arteri, meningkatkan tekanan darah, dan peningkatan kadar gula darah. Kita juga cenderung tidak mudah merasa kenyang dan cepat lapar.

Melihat fakta ini, sebaiknya kita memang menurunkan asupan makanan cepat saji seperti burger. Jika mampu menghindarinya, hal ini bahkan lebih baik bagi kesehatan tubuh.

 

Sumber:

  1. Brissette, Christy. 2018. This is your body on fast food — whether it’s one burger or fries every day. chicagotribune.com/lifestyles/health/ct-nutrition-fast-food-20180301-story.html. (Diakses pada 28 September 2019).