Buah yang Sebaiknya Dihindari Setelah Minum Obat

Doktersehat-makan-buah-setelah-minum-obat
Photo Credit: Flickr.com/Will

DokterSehat.Com – Aktivitas minum obat biasanya dilakukan saat tubuh sedang tidak optimal. Sebelum obat dikonsumsi, beberapa orang biasanya mendahului dengan mengonsumsi makanan berat. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa makan buah setelah minum obat adalah sesuatu yang tidak dianjurkan?

Berikut ini adalah buah-buahan yang seharusnya dihindari setelah minum obat, di antaranya:

  • Pisang

Cukup banyak orang yang menelan obat bersama dengan pisang karena kesulitan untuk meminumnya dengan air. Yang menjadi masalah adalah, beberapa jenis obat seperti angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor atau obat untuk masalah tekanan darah tinggi dan gagal jantung sebaiknya tidak dikonsumsi dengan pisang karena adanya kandungan tyramine dalam buah ini yang akan menghambat kinerjanya. Selain itu, pisang dengan obat obatan darah tinggi golongan captopril juga sebaiknya dihindari.

baca juga: Bahaya Minum Obat Tanpa Air Putih

  • Apel

Buah yang kerap dijadikan oleh-oleh saat mengunjungi orang sakit ini ternyata sebaiknya tidak dikonsumsi dekat dengan waktu minum obat, khususnya yang berjenis obat asma, pereda demam, atau obat alergi. Beri jeda waktu makan buah setelah minum obat sekitar 4 jam diantara waktu minum obat dan konsumsi buah ini agar tidak mengganggu fungsi obat.

  • Jeruk

Buah jeruk sangat tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi bersamaan dengan obat pereda demam dan obat penenang karena bisa memberikan efek samping seperti kerusakan otot, rasa kantuk berlebihan, hingga halusinasi.

Selain itu, jeruk bali merah dan obat eritromsin jika dikonsumsi bersamaan dapat membuat efek samping dari obat tersebut meningkat

  • Semangka

Buah semangka sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan obat gagal jantung atau hipertensi karena bisa membuat masalah kesehatan tersebut justru bisa jadi semakin parah.

  • Durian

Durian kaya akan kandungan alkohol, methanol, ethanol, sulfur, serta ethyl metacrylate yang bisa berbahaya bagi penderita tekanan darah tinggi, penyakit jantung, maag, kolesterol tinggi, diabetes, hingga asam urat.

  • Nanas

Kandungan di dalam nanas bisa meningkatkan konsentrasi darah dan menurunkan penyerapan obat antibiotik hingga 50 persen. Alhasil, kinerja obat tentu akan menurun drastis.

  • Anggur

Kandungan yang terdapat di dalam buah anggur ternyata bisa menghancurkan kandungan obat sehingga tidak bisa diserap sama sekali oleh usus. Beberapa jenis obat yang sebaiknya tidak dikonsumsi berdekatan dengan buah ini adalah obat migrain, obat anti depresan, obat diabetes, dan obat pengencer darah.

Meski begitu, tidak semua obat dan tidak semua buah dapat menimbulkan efek negatif saat dikonsumsi bersamaan. Oleh karenanya, ada baiknya konsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Menjaga jarak antara obat dan makanan selanjutnya merupakan suatu solusi jika Anda tetap menginginkan kedua manfaat tersebut, baik dari obat maupun dari manfaat buah.

Perlu diketahui, beberapa jenis obat diketahui memiliki interaksi dengan makanan, minuman, atau obat yang lainnya. Interaksi ini dapat menyebabkan efek obat menjadi berkurang atau justru berlipat ganda.

Oleh karena itu, untuk menghindari interaksi antara obat dengan buah-buahan, sebaiknya berilah jeda satu hingga dua jam sesudah ataupun sebelum mengonsumsi obat.

baca juga: Tak Harus Minum Obat, Begini Cara Obati Asam Urat dengan Alami

Selain itu, setiap obat memiliki karakteristik dan aturannya tersendiri. Jadi, Anda tidak boleh menyamaratakan semua obat. Interaksi antara obat dan makanan bisa menyebabkan penurunan efek dari obat yang dikonsumsi atau justru meningkatkan efeknya sehingga bersifat racun bagi tubuh.

Hal lain yang juga sering dilakukan oleh beberapa orang adalah konsumsi obat di waktu yang berdekatan. Sebagai contoh, jika Anda diberi obat 3 kali dalam sehari dan akhirnya mengonsumsinya sesuai dengan waktu makan yakni pagi, siang, dan malam–hal itu adalah sesuatu yang kurang tepat. Hal ini menyebabkan dosis obat yang Anda konsumsi menjadi berlebihan. Konsumsi obat yang benar adalah delapan jam sekali.