Makan Biskuit Campur Susu, Sehat Tidak?

biskuit_doktersehat_2
Photo Source: Flickr/j-k-mitchell

DokterSehat.Com– Belakangan ini di media sosial sedang ngetrend makan biskuit campur susu. Mengingat biskuit biasanya memiliki kandungan gula, maka mengonsumsi makanan ini bersama dengan susu tentu akan membuatnya menjadi lebih manis. Sebenarnya, apakah sering mengonsumsinya bisa membahayakan kesehatan?

Dampak makan biskuit dengan susu

Pakar kesehatan menyebut biskuit sebagai makanan dengan bahan dasar tepung. Hal ini menandakan bahwa di dalam biskuit terdapat karbohidrat sederhana yang jika masuk ke dalam tubuh akan sangat mudah meningkatkan kadar gula darah. Selain itu, mengonsumsinya bersamaan dengan susu akan membuat kita mendapatkan nutrisi lain seperti protein dan lemak. Hanya saja, terdapat beberapa jenis susu yang juga memiliki lemak jenuh yang kurang baik jika dikonsumsi dengan berlebihan.

Selain itu, jika kita mencampurkannya dengan susu kental manis, dikhawatirkan asupan gula yang kita konsumsi dalam satu waktu akan menjadi berlebihan. Jika kita mengonsumsi biskuit dan susu jenis ini dengan berlebihan atau terlalu sering, dikhawatirkan akan menyebabkan peningkatan risiko terkena obesitas atau diabetes.

Selain susu, banyak orang yang suka makan biskuit dengan minum teh

Selain mencampurkannya dengan susu, kita sebenarnya lebih terbiasa makan biskuit sambil menikmati teh. Banyak orang yang bahkan sengaja mencelupkan biskuit ini ke dalam teh sehingga membuatnya menjadi lebih lunak. Menariknya, banyak orang yang menganggap rasa biskuit yang sudah dicelupkan ke dalam teh lebih enak jika dibandingkan dengan sebelumnya.

Hal ini ternyata juga menjadi perhatian para ahli. Salah seorang chef bernama Heston Blumenthal meminta bantuan para ilmuwan dari Nottingham University, Inggris untuk mengetahui bagaimana bisa biskuit mengalami perubahan rasa setelah dicelupkan di dalam teh.

Heston kemudian memakai alat bernama MS-Nose yang bisa mengukur rasa dan aroma yang dilepas mulut saat memakan sesuati di dalam hidungnya. Ia kemudian memakan biskuit gandum dengan lapisan cokelat. Setelahnya, ia mengecek data yang diambil oleh MS-Nose. Heston melakukan hal yang sama saat memakan biskuit yang sudah dimasukkan ke dalam teh.

Setelah membandingkan data dari kedua tindakan tersebut, dihasilkan fakta bahwa di dalam biskuit kering terdapat kandungan methylbutanol. Menariknya adalah, kadar kandungan ini justru meningkat dengan signifikan setelah dicelupkan ke dalam teh.

Setelah diteliti dengan lebih mendalam, para ilmuwan menyebut biskuit yang telah dibasahi dengan air akan melepas lebih banyak perisa dan mengeluarkan aroma nikmat dalam waktu yang lebih cepat. Hal ini mirip dengan sensasi saat kita menikmati makanan yang masih panas atau hangat.

Dampak terlalu sering makan biskuit

Meskipun sangat nikmat untuk dijadikan camilan sehari-hari, pakar kesehatan menyebut konsumsi biskuit sebaiknya tidak dilakukan bagi kesehatan. Hal ini disebabkan oleh adanya kandungan gula atau kalori di dalamnya yang cukup tinggi. Kandungan lain yang bisa kita temukan di dalamnya adalah tepung dan sodium yang juga sebaiknya dibatasi konsumsinya.

Sebagai contoh, di dalam setiap biskuit yang kita konsumsi bisa saja sudah ada 50 kalori. Padahal, setiap harinya kita harus membatasi asupan kalori minimal 1200 kalori saja. Jika kita mengonsumsi sepuluh buah biskuit misalnya, bisa dipastikan asupan kalori dari camilan ini sudah sangat banyak mengingat kita juga masih mengonsumsi makan besar di tiga kali waktu. Dikhawatirkan, hal ini akan memicu datangnya kenaikan berat badan dan risiko diabetes.

Mengonsumsi biskuit sesekali saja tidak apa-apa untuk dilakukan, pakar kesehatan lebih merekomendasikan camilan lain yang jauh lebih sehat seperti buah-buahan atau kacang-kacangan.