Terbit: 5 Februari 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Masyarakat yang tinggal di kota-kota besar terbiasa dengan kemacetan lalu lintas. Biasanya, hal ini bisa terjadi di jam-jam sibuk seperti di pagi atau sore hari. Masalahnya adalah meskipun hal ini wajar untuk dialami, kemacetan bisa menyebabkan dampak kesehatan yang sangat buruk. Salahnya adalah meningkatkan risiko kanker paru.

Sering Terjebak Macet? Awas, Risiko Kanker Paru Naik

Kaitan Antara Macet dengan Kanker Paru

Kanker paru seringkali dikaitkan dengan kebiasaan merokok. Dalam realitanya, kebiasaan ini bertanggung jawab pada 1,6 juta kasus tewasnya penderita kanker paru setiap tahun. Hanya saja, pakar kesehatan menyebut ada penyebab lain dari kanker paru yang sebaiknya kita waspadai karena bisa saja sering kita alami sehari-hari. Penyebab itu adalah kemacetan lalu lintas.

Vikas Maurya, peneliti yang berasal dari Fortins Shalimar Bagh Hospital menyebut kanker paru bisa menyerang orang-orang yang tidak pernah merokok. Sebagai contoh, jika kita sering terpapar kemacetan dan polusi udara, risiko terkena penyakit ini juga akan naik.

“Polusi udara tak melulu karena gas buang kendaraan. Dalam realitanya, paparan polusi dalam ruangan seperti asap rokok, asbes, hingga gas radon juga bisa menyebabkan kanker paru,” terangnya.

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Environmental Science: Processes and Impact, disebutkan bahwa sering terjebak kemacetan bisa meningkatkan risiko kanker paru dengan drastis. Hal ini disebabkan oleh peningkatan kadar polusi di dalam mobil hingga 40 persen atau sekitar 29 kali dibandingkan dengan saat kita terkena polusi dalam kondisi lalu lintas normal.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

Saat terjebak kemacetan, kita memang tidak membuka jendela kendaraan karena memakai AC. Masalahnya adalah AC ini tidak benar-benar menyaring polusi udara di luar kendaraan. Tetap saja udara kotor akan masuk ke dalam kendaraan. Ditambah dengan sirkulasi udara di dalam mobil yang cenderung buruk, maka udara di dalam mobil kualitasnya juga semakin menurun. Jika hal ini sering terjadi, tentu akan membuat risiko terkena gangguan pernapasan dan kanker paru akan meningkat.

Penelitian-penelitian sebelumnya membuktikan bahwa gas buang kendaraan menyumbang sekitar 25 hingga 40 persen dari polusi udara keseluruhan. Masalahnya adalah di dalam gas buang kendaraan terdapat kandungan nitrogen oksida, sulfur dioksida, dan berbagai polutan berbahaya lainnya. Jika kita sering terpapar hal ini, maka risiko untuk terkena kanker akan semakin meningkat.

Partikel polusi udara cenderung jauh lebih kecil dari yang kita duga. Hal ini membuat banyak penyaring tidak benar-benar bisa menahan polusi ini sebelum akhirnya kita hirup. Jika saat macet kita juga membuka jendela, dampak kesehatannya bisa jauh lebih parah dari saat kita menutup jendela.

Mencegah Kanker Paru

Pakar kesehatan menyebut ada beberapa cara yang bisa kita lakukan demi mencegah kanker paru. Berikut adalah cara-cara tersebut.

  1. Menghindari Rokok

Sekitar 90 persen dari kasus kanker paru yang terjadi di Amerika Serikat disebabkan oleh kebiasaan merokok. Hal ini berarti, mau tidak mau kita harus menghindari asap rokok jika tidak ingin terkena penyakit ini.

  1. Menghindari Alkohol

Sebagaimana rokok, dampak alkohol bagi tubuh kita juga tidak bisa disepelekan. Dalam realitanya, mengonsumsinya bisa meningkatkan risiko peradangan pada paru dalam jangka panjang. Hal ini bisa saja berujung menjadi kanker.

  1. Mengonsumsi Makanan Sehat

Pastikan untuk rutin mengonsumsi makanan sehat seperti sayur dan buah yang tinggi antioksidan pencegah kanker. Pastikan pula untuk rutin minum air dem membantu proses detoksifikasi tubuh.

  1. Rutin Berolahraga

Rutin berolahraga setidaknya 30 menit setiap hari atau 3 kali sepekan bisa membantu tubuh lebih bugar sekaligus mencegah datangnya kanker paru.

 

Sumber

  1. Anonim. 2020. Not just air pollution, sitting in traffic jams could cause lung cancer too; here’s how. https://indianexpress.com/article/lifestyle/health/world-cancer-day-lung-cancer-air-pollution-traffic-jam-6241366/. (Diakses pada 5 Februari 2020).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi