7 Jenis Penyakit Perut yang Perlu Anda Kenali (No. 3 Berisiko Kematian)

jenis-sakit-perut-doktersehat

DokterSehat.Com– Aktivitas sehari-hari tentu sangat nikmat dilakukan dalam keadaan sehat. Namun, siapa pula yang dapat menahan datangnya penyakit, kecuali mencegahnya? Salah satu yang akrab dengan keseharian kita adalah sakit perut. Meskipun terdengar tidak berbahaya, namun jangan pernah remehkan kondisi ini, karena ternyata segala penyakit berawal dan berhubungan dengan perut. Lantas apa saja sih macam-macam sakit perut itu?

Macam-Macam Sakit Perut

Tidak hanya mulas yang bisa dirasakan pada perut, ada berbagai jenis sakit perut yang perlu Anda kenali, di antaranya:

1. Maag

Gejala maag biasanya terasa nyeri di daerah ulu hati, disertai keluhan lain seperti mual, muntah, perut kembung, cepat kenyang, dan bersendawa – terutama ketika Anda lapar.

Maag dapat disebabkan bakteri Helicobacter pylori (H. pylori) atau penggunaan antiinflamasi nonsteroid (NSAID), yang mengiritasi dan mengubah lapisan mukosa pelindung saluran pencernaan.

Selain itu, penyebab penyakit perut ini bermacam-macam, bisa karena makanan, terutama makanan yang mengandung gas seperti kol, ubi, dan sawi. Atau bisa juga disebabkan minuman seperti kopi, alkohol, dan soda. Selain faktor makanan, maag bisa dihubungan dengan faktor stres, merokok, dan konsumsi obat-obat penghilang rasa sakit termasuk obat rematik.

Sebenarnya obat-obatan anti-maag atau obat sakit perut yang mengandung antasida cukup untuk mengatasi gejalanya. Antasida ini berfungsi untuk menetralisir asam lambung. Tapi jika rasa sakit itu tidak berkurang, barangkali Anda perlu menemui dokter. Jangan lupa, kurangi makanan yang bisa mengganggu kinerja lambung-makanan yang terlalu asam atau terlalu pedas. Dan mulai sekarang, makanlah dengan teratur.

Baca juga: Perut Kembung Bisa Jadi Gejala Penyakit Jantung!

2. Batu Empedu

Batu empedu adalah endapan yang terbentuk pada kantong empedu – kantung kecil berbentuk buah pir yang menyimpan dan mengeluarkan empedu untuk pencernaan.

Gejala batu empedu biasanya nyeri ulu hati atau nyeri perut bagian kanan atas yang hilang timbul, akibat adanya batu pada kandung empedu. Kadang kala, rasa nyeri itu seolah menjalar ke bagian belakang tubuh.

Makanan berlemak atau bisa juga dikaitkan dengan kadar kolesterol yang terlalu tinggi menjadi penyebabnya. Batu empedu adalah endapan kolesterol, bilirubin, atau garam kalsium lainnya yang terbentuk di kantung empedu atau di dekat saluran empedu.

Jika dilakukan pemeriksaan, yaitu dengan USG abdomen sudah dipastikan adanya batu pada kandung empedu, maka sebaiknya harus dioperasi. Apalagi jika itu adalah batu kalsium atau batu non-kalsium yang terlanjur membesar dan mengeras.

3. Usus Buntu

Apendisitis adalah salah satu dari macam-macam sakit perut yang bisa mengancam jika pecah atau bocor. Jenis penyakit perut ini timbul disebabkan oleh karena peradangan pada usus buntu (organ berbentuk kantong kecil dan tipis, berukuran sepanjang 5 hingga 10 cm yang terhubung pada usus besar). Usus buntu paling sering terjadi pada orang berusia antara 10 dan 30 tahun.

Gejala usus buntu biasanya terasa nyeri (terus-menerus) pada perut bagian kanan bawah, yang sering kali disertai mual dan muntah, dan susah buang air besar (BAB) ataupun mencret . Kadang kala, rasa nyerinya akan bertambah hingga tiga kali lipat ketika Anda harus berjalan. Badan akan terasa tidak enak dan meriang.

Kuman atau bakteri yang masuk menjadi penyebabnya. Jadi jika Anda menyangka penyebabnya adalah akibat terlalu banyak makan cabai atau biji-bijian, Anda termakan mitos.

Jika Anda mengalami gejala sakit pada perut di bagian kanan bawah, segeralah memeriksakan diri ke dokter. Pastikan apakah gejala ini merupakan infeksi usus buntu (apendisitis akut). Jika ya, kemungkinan pengobatannya adalah menjalani operasi, dan operasi merupakan  cara terbaik karena jika didiamkan saja, maka ada kemungkinan usus pecah, infeksi menyebar ke seluruh perut, yang akibatnya sangat fatal.

4. Kolera

Kolera adalah penyakit menular epidemi akut, yang ditandai dengan diare, kehilangan cairan dan elektrolit yang ekstrem, nyeri perut bawah, dan dehidrasi parah. Kondisi ini dapat berakibat fatal. Kolera sering juga disebut dengan penyakit muntaber karena gejala utamanya adalah muntah dan BAB.

Jenis sakit perut ini disebabkan oleh kuman Vibrio cholerae atau Bacillus coma. Kuman ini ditularkan melalui makanan dan minuman yang tercemar.

Jika mengalami kolera, segera ganti cairan tubuh yang hilang dengan garam oralit. Bila kehilangan cairan tubuh cukup banyak dan Anda sudah tidak dapat menerima cairan dari mulut, maka cairan pengganti diberikan melalui infus.

Baca juga: Sakit Perut – Gejala, Penyebab dan Pengobatan

5. Batu Ginjal

Adalah penumpukan mineral pada lapisan dalam ginjal, yang terdiri dari kalsium oksalat dan terdiri dari beberapa senyawa lain. Batu ginjal bisa membesar hingga sebesar bola golf.

Gejala batu ginjal ditandai dengan nyeri pada perut kiri atau kanan bawah yang menjalar menuju organ intim. Jika batu ginjal menyerang, boleh jadi Anda akan mengalami rasa nyeri yang luar biasa hebat akibat saluran kemih akan meregang kuat akibat menahan air seni yang tak bisa keluar.

Penyebab batu ginjal karena adanya batu di saluran kencing (batu ureter). Nyeri yang dirasakan biasanya hilang timbul dan intensitas rasa sakitnya akan makin bertambah hebat ketika kebelet kencing.

Pengobatan batu ginjal sebenarnya bisa mengonsumsi obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas atau di apotek. Tapi tentu saja itu tergantung intensitas rasa sakitnya. Pergi ke dokter merupakan langkah cerdas untuk mendapatkan obat penghilang rasa sakit yang biasanya diberikan melalui suntikan. Atau jika batu ginjal terlalu besar dan keras, operasi akan dilakukan untuk pengangkatan.

6. Sembelit

Adalah sulit BAB yang ditandai dengan nyeri pada perut yang hilang timbul, lokasinya berada di sekitar pusar. Nyeri perut muncul berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi atau akibat susah BAB.

Salah satu dari macam-macam sakit perut ini sering dialami karena kekurangan serat, seperti yang terkandung dalam sayuran. Penyebab sembelit lainnya adalah akibat terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi lemak. Pada kasus yang berat, jenis sakit perut ini bisa disebabkan karena adanya halangan mekanis pada usus seperti radang pada dinding usus, kanker, atau usus yang menonjol keluar.

Obat pencahar dapat diminum sebagai obat sakit perut. Sesuaikan dengan penyebab sembelitnya, jika penyebabnya feses terlalu keras, konsumsi obat pencahar yang melunakkan feses, atau pilihlah obat pencahar yang membuat saluran pencernaan terasa penuh sehingga menimbulkan rangsangan untuk BAB, atau pilihlah pencahar yang bisa menyerap cairan.

7. Disentri

Jenis sakit perut ini ditandai dengan rasa mulas atau sakit yang hampir mirip ketika hendak melahirkan, sering ke WC untuk BAB (mungkin bisa 20 hingga 30 kali BAB), dan feses encer (mencret) serta berlendir, terkadang feses disertai bercak darah.

Disentri disebabkan karena mengonsumsi makanan kotor yang telah terinfeksi kuman shigela disentri atau amuba usus.

Untuk mengobatinya, terlebih dahulu Anda harus mengganti cairan dengan garam oralit. Pemberian antibiotika sangat penting untuk membunuh kuman. Tapi tetap saja upaya pencegahan sakit perut lebih penting ketimbang pengobatan. Caranya adalah dengan menjaga kebersihan, membasmi lalat di rumah, serta menjaga makanan dan minuman dari kotoran.

Itulah penjelasan macam-macam sakit perut yang perlu Anda kenali. Semoga bermanfaat, ya, Teman Sehat!

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Jati Satriyo

 

Sumber:

  1. Bolen, Barbara. 2019. Causes of Stomach Pain and Treatment Options. https://www.verywellhealth.com/stomach-problems-causes-1945283 (Diakses 3 September 2019)
  2. Orenstein, Beth W. 2017. 9 Common Digestive Conditions From Top to Bottom. https://www.everydayhealth.com/digestive-health/common-digestive-conditions-from-top-bottom/ Diakses 3 September 2019)
  3. Appendicitis. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/appendicitis/symptoms-causes/syc-20369543 (Diakses 3 September 2019)
  4. Kraft, Sy. 2018. Everything you need to know about cholera. https://www.medicalnewstoday.com/articles/189269.php (Diakses 3 September 2019)
  5. Crosta M.A, Peter. 2019. How do you get kidney stones?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/154193.php. (Diakses 3 September 2019)