11 Jenis Penyakit Kulit yang Perlu Dikenali dan Cara Mengobatinya

jenis-penyakit-kulit-doktersehat

DokterSehat.Com– Kulit adalah organ terbesar yang dimiliki oleh manusia. Kulit merupakan organ penting karena bertugas untuk melindungi bagian dalam tubuh dari dunia luar seperti virus, bakteri, dan mengatur perubahan suhu. Oleh karena itu, ada beberapa jenis penyakit kulit yang perlu diketahui.

Beberapa masalah yang terjadi pada kulit di antaranya, bengkak, gatal-gatal, kemerahan hingga rasa terbakar. Terdapat berbagai jenis penyakit kulit, dari yang ringan atau tidak membahayakan, namun ada pula tanda-tanda bahaya yang dapat mengancam nyawa.

Jenis Penyakit Kulit yang Sering Diderita

Banyak penyakit kulit yang timbul akibat kesalahan penderitanya sendiri, misalnya kurang menjaga kesehatan dengan baik atau tidak memerhatikan kondisi kulit. Nah, berikut ini adalah macam-macam penyakit kulit yang sering terjadi:

1. Bisul (Furunkel)

Bisul adalah infeksi kulit berbentuk benjolan merah dan dapat membesar. Jenis penyakit kulit ini dapat tumbuh di seluruh bagian tubuh. Namun, bisul lebih sering muncul di bagian tubuh yang lembap, seperti lipatan paha, sela bokong, leher, ketiak hingga kepala.

Bisul disebabkan infeksi bakteri stafilokokus aureus pada kulit melalui folikel rambut, kelenjar minyak, kelenjar keringat, lantas menyebabkan infeksi lokal. Faktor yang menambah risiko terkena bisul di antaranya kebersihan yang buruk, luka yang terinfeksi, pelemahan diabetes, kosmetik yang menyumbat pori, serta penggunaan bahan kimia. Untuk menghindari bisul, jaga kebersihan diri serta lingkungan, dan konsumsi gizi yang seimbang.

2. Jerawat

Ini merupakan jenis penyakit kulit yang cukup sering terjadi karena sekitar 80% orang pernah mengalaminya. Jerawat disebabkan karena masalah pada kelenjar minyak kulit. Perlu diketahui, pori-pori kulit terhubung ke kelenjar oleh kanal yang disebut folikel. Ketika folikel dari kelenjar kulit tersumbat, kulit berisiko menimbulkan jerawat.

3. Kudis (Scabies)

Kudis adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh parasit tungau yakni sarcoptes scabiei var hominis. Orang yang terjangkit kudis ini biasanya tinggal di tempat kumuh serta tidak melindungi kebersihan tubuhnya.

Ciri-ciri kudis yaitu ada rasa gatal yang demikian hebat saat malam hari, terlebih di sela-sela jari kaki, tangan, di bawah ketiak, alat kelamin, pinggang dan sebagainya. Kudis sangat mudah menular pada orang lain.

3. Eksim (Dermatitis Atopik)

Tanda-tanda utama yang dirasakan penderita eksim yaitu rasa gatal berlebih pada kulit disertai kulit memerah, bersisik, pecah-pecah, hingga timbul gelembung-gelembung kecil yang mengandung air atau nanah. Tangan, kaki, lipatan paha serta telinga yaitu sisi tubuh yang sangat berisiko terkena jenis penyakit kulit ini.

Dermatitis atopik umumnya disebabkan oleh karena alergi pada jenis makanan spesifik seperti udang, ikan laut, telur, daging ayam, alkohol, vetsin (msg), dan sebagainya.

Eksim juga bisa dikarenakan alergi serbuk sari tanaman, debu, iklim, hingga masalah emosi. Eksim sering kali menyerang orang-orang yang memiliki kecenderungan alergi.

4. Dermatitis Kontak

Adalah ruam merah dan gatal yang disebabkan oleh kontak langsung dengan suatu zat atau reaksi alergi. Jenis penyakit kulit ini tidak menular, menyebabkan kondisi sangat tidak nyaman dan bahkan bisa mengancam jiwa.

Banyak zat dapat menyebabkan kondisi seperti itu, seperti wewangian, sabun, kosmetik, tanaman dan perhiasan.

Guna mengobati dermatitis kontak lebih efektif, Anda perlu mengenali dan menghindari penyebabnya. Jika dapat menghindari zat pemicu, ruam biasanya akan hilang dalam dua hingga empat minggu. Anda dapat mencoba meredakan kondisi kulit dengan kompres dingin, krim anti-gatal dan perawatan lainnya.

5. Kurap (Ringworm)

Kurap disebabkan karena infeksi jamur. Gejala kurap yang mudah dikenali adalah timbul lingkaran-lingkaran yang bersisik, bercak putih, lembap, dan disertai rasa gatal. Penyakit kulit ini timbul dikarenakan kurangnya menjaga kebersihan kulit. Bagian tubuh yang sering diserang kurap yakni tengkuk, leher dan kulit kepala.

6. Melanoma

Melanoma adalah kanker kulit berbahaya yang bisa mengakibatkan kematian bila tidak diobati. Salah satu dari macam-macam penyakit kulit ini sangat berisiko bila nampak pada leher atau kulit kepala.

Melanoma menunjukkan tanda berbahaya apabila tahi lalat yang ada pada kulit semakin membesar, mengalami perubahan warna dan menunjukkan gejala peradangan.

Baca juga: 7 Penyakit Kulit Saat Hamil dan Cara Mengatasi

7. Herpes

Jenis penyakit kulit ini sering menjangkiti orang dewasa. Tanda munculnya penyakit ini adalah adanya ruam tidak rata dan berukuran kecil yang akhirnya melepuh. Dampak yang dirasakan penderita adalah perih dan gatal serta membuat kulit menjadi lebih sensitif.

Daerah kulit yang sering terkena herpes adalah bagian tubuh yang lembap seperti lipatan paha, bokong atau bagian tubuh lainnya.

9. Psoriasis

Psoriasis adalah salah satu dari macam-macam penyakit kulit yang sukar untuk didiagnosa. Bagian tubuh yang terkena psoriasis biasanya sama dengan bagian tubuh yang terkenaeksim. Kulit kepala, punggung sisi bawah, telapak tangan, serta telapak kaki adalah beberapa bagian tubuh yang rawan terkena psoriasis. Stres, trauma, serta kekurangan kalsium juga dapat mengakibatkan psoriasis.

Gejala psoriasis yaitu munculnya bercak-bercak merah dan di atasnya bersisik putih berlapis-lapis. Apabila digaruk, sisik-sisik tersebut dapat rontok. Meski pada awalnya luas permukaan kulit yang terkena berukuran kecil, psoriasis bisa semakin melebar jika tidak segera ditangani.

10. Selulitis

Adalah infeksi bakteri di lapisan kulit terdalam, yang berkembang dengan cepat dan dapat cepat menjalar ke seluruh tubuh. Area kulit bisa menjadi merah, bengkak, terasa panas, menyakitkan, dan lembut saat disentuh. Kondisi ini paling sering muncul di kaki, tetapi bisa terjadi bagian kulit manapun.

Salah satu dari macam-macam penyakit kulit ini juga berisiko mengancam jiwa jika infeksi kulit yang parah.

11. Candidiasis

Jamur Candida albicans yang tumbuh berlebih pada tubuh disebut Candidiasis. Jenis penyakit kulit ini menyebabkan iritasi, biasanya muncul di ketiak, selangkangan, atau di bawah lipatan kulit seperti lutut.

Candidiasis biasanya dapat dicegah dengan pengobatan rumahan, seperti menjaga kebersihan dengan baik, dan menghindari penggunaan antibiotik yang berlebihan.

Baca juga: 10 Penyakit Kulit pada Bayi yang Sering Terjadi (Dilengkapi Pengobatan)

Cara Mengobati Penyakit Kulit yang Mudah

Pengobatan gangguan kesehatan pada kulit akan dilakukan jika Anda sudah mendapatkan diagnosis mengenai penyebabnya. Jika masalah kulit disebabkan oleh jamur, itu dapat diobati dengan obat oles yang mengandung miconazole atau clotrimazole.

Jika penyakit kulitnya sangat luas, sebaiknya penderitanya mengonsumsi obat yang diminum, seperti griseofulvin, terbinafin, atau ketoconazole. Beberapa obat penyakit kulit ini hanya boleh diminum sesuai petunjuk dan dalam pengawasan dokter.

Sementara, bila jamur kulit disebabkan oleh keadaan daya tahan tubuh rendah seperti HIV atau diabetes (gula darah tidak terkontrol), penyebab daya tahan tubuh menurun harus diobati terlebih dahulu untuk mendukung kesembuhan infeksi jamur kulit.

Berikut ini beberapa obat penyakit kulit alami yang dapat Anda coba di Rumah:

1. Bawang Putih

Sifat antibakteri dan antibiotik pada bawang putih berperan dalam proses penyembuhan infeksi jamur pada kulit. Untuk mengatasi jamur pada kulit dengan bawang putih, Anda bisa menghaluskan beberapa siung bawang putih, lalu campur dengan minyak zaitun.

Selanjutnya, oleskan dan biarkan hingga mengering, lalu bilas dan keringkan. Atau, Anda bisa mengonsumsi bawang putih sebagai pengobatan dari dalam tubuh.

2. Minyak Kelapa

Berkat kandungannya, manfaat minyak kelapa dapat membunuh jamur dan melindungi kulit dari infeksi jamur. Caranya mudah, cukup mengoleskan obat penyakit kulit alami ini ke bagian kulit yang berjamur. Anda bisa mengulangi beberapa kali dalam seminggu sampai jamur benar-benar hilang.

3. Plain Yogurt

Kandungan probiotik pada plain yogurt dapat mencegah pertumbuhan jamur pada kulit. Untuk mengobatinya, oleskan plain yogurt menggunakan kapas ke permukaan kulit yang terkena jamur. Diamkan selama setengah jam, lalu bilas menggunakan air hangat dan keringkan.

4. Cuka Apel

Cuka apel memiliki sifat antimikroba, yang ampuh mengatasi jamur-jamur penyebab infeksi. Sifat asam yang dimiliki cuka apel juga bagus untuk membantu mencegah penyebaran infeksi dan memulihkan infeksi dengan cepat.

Caranya, Anda bisa meminum air campuran cuka apel atau mengoleskannya pada daerah tubuh yang ditumbuhi jamur.

Perlu diketahui, beberapa masalah kulit seperti yang dijelaskan di atas tidak akan bisa diatasi jika hanya mengandalkan obat penyakit kulit, Anda juga harus mengontrol sejumlah faktor risiko lain yang menjadi penyebab masalah kulit.

Baca juga: 8 Obat Alami untuk Mengatasi Penyakit Kulit yang Manjur

 

 Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Jati Satriyo

 

Sumber:

  1. Roth, Erica. 2019. What to Know About Furuncles (Boils). https://www.healthline.com/health/furuncle. (Diaskses 25 Oktober 2019)
  2. Anonim. 2018. Contact dermatitis. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/contact-dermatitis/symptoms-causes/syc-20352742. (Diaskses 25 Oktober 2019)
  3. McIntosh, James. What’s to know about eczema?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/316622.php#1. (Diaskses 25 Oktober 2019)
  4. Anderson, L. 2019. 10 of the Most Common Skin Conditions: Photos & Treatments. https://www.drugs.com/slideshow/most-common-skin-conditions-1086. (Diaskses 25 Oktober 2019)
  5. Anonim. Scabies. 2016. Type of skin conditions. https://www.nsc.com.sg/Patient-Guide/Health-Library/Types%20of%20Skin%20Conditions/Pages/Scabies.aspx. (Diaskses 25 Oktober 2019)
  6. Dock, Elly dan Rachel Nall. 2019. Everything You Want to Know About Ringworm. https://www.healthline.com/health/ringworm. (Diaskses 25 Oktober 2019)
  7. Anonim. Tanpa Tahun. 10 Proven Ways to Treat Common Skin Conditions Naturally. https://brightside.me/inspiration-tips-and-tricks/10-proven-ways-to-treat-common-skin-conditions-naturally-519210/. (Diaskses 25 Oktober 2019)