Macam-Macam Penyakit Gangguan Jiwa yang Aneh

Doktersehat-pengaruh-siklus-istirahat-dan-kesehatan-mental
Photo Credit: Flickr.com/Arne Coomans

DokterSehat.Com – Gangguan psikologis atau sakit jiwa adalah gangguan cara berpikir (cognitive), kemauan (volition), emosi (affective), dan perilaku (psychomotor). Dari berbagai penelitian dapat dikatakan bahwa gangguan psikologis adalah kumpulan dari keadaan-keadaan yang tidak normal, baik yang berhubungan dengan fisik, maupun dengan mental.

Keabnormalan tersebut dibagi ke dalam dua golongan yaitu gangguan saraf (neurosis) dan gangguan jiwa (psikosis). Keabnormalan terlihat dalam berbagai macam gejala yang terpenting di antaranya adalah:

  • Ketegangan (tension)
  • Rasa putus asa
  • Murung
  • Gelisah
  • Cemas
  • Perilaku kompulsif
  • Histeria
  • Rasa lemah
  • Tidak mampu mencapai tujuan
  • Takut
  • Pikiran negatif dan sebagainya.

Baca juga: 3 Jenis Gangguan Jiwa yang Rentan Dialami oleh Wanita

Banyak sekali jenis gangguan dalam cara berpikir (cognitive), untuk memudahkan memahaminya para ahli mengelompokkan kognisi menjadi 6 bagian yaitu sensasi, persepsi, perhatian, ingatan, asosiasi pikiran kesadaran. Masing-masing memiliki kelainan yang beraneka ragam dan berikut contohnya:

  • Contoh gangguan kognisi: Pada persepsi yaitu merasa mendengar bisikan untuk melakukan sesuatu atau halusinasi melihat hantu, sementara orang lain yang normal tidak melihatnya. Orang tradisional mungkin menganggap hal ini sebagai gangguan setan, tapi sebenarnya ini adalah gangguan psikologis.
  • Contoh gangguan kemauan: Yaitu pasien memiliki kemauan yang lemah susah membuat keputusan atau memulai tingkah laku, pasien susah sekali bangun pagi, mandi, merawat diri sendiri sehingga terlihat kotor, bau dan acak-acakan. Banyak sekali jenis gangguan kemauan ini mulai dari sering mencuri barang yang mempunyai arti simbolis sampai melakukan sesuatu yang bertentangan dengan yang diperintahkan.
  • Contoh gangguan emosi: Yaitu pasien merasa senang, gembira yang berlebihan (waham/keyakinan¬†kebesaran). Pasien merasa sebagai orang penting, sebagai raja, pengusaha, orang kaya, titisan raja dan sebagainya. Tetapi di lain waktu ia bisa merasa sangat sedih, menangis, tidak berdaya (depresi) sampai ada ide ingin mengakhiri hidupnya.
  • Contoh gangguan psikomotor: Yaitu hiperaktivitas, pasien melakukan pergerakan yang berlebihan naik ke atas genteng, berlari, berjalan maju mundur, meloncat-loncat, melakukan apa-apa yang tidak disuruh atau menentang apa yang disuruh, diam lama tidak bergerak atau melakukan gerakan aneh, berdasarkan gejala-gejala yang muncul.

Macam-Macam Gangguan Psikologi atau Sakit Jiwa

Berikut jenis-jenis penyakit psikologis atau penyakit kejiwaan yang aneh:

1. Cartacoethes

Tekanan yang tidak bisa dikendalikan untuk melihat peta dimana-mana, otak manusia punya kemampuan (yang cukup cepat tentunya) untuk mengenal wajah di mana saja, tapi kemampuan ini bisa berubah pada sebuah mania aneh yang biasa disebut cartocacoethes.

2. Gamomania

Gamomania bisa dideskripsikan sebagai obsesi aneh yang mengajak orang untuk menikah atau mengajukan pernikahan ke orang-orang berbeda pada waktu yang sama, yang dalam banyak kasus mengakibatkan poligami.

Baca juga: Postingan Instagram Bisa Menunjukan Seseorang Terkena Gangguan Jiwa

3. Onomatomania

Ini adalah obsesi mengulang kata-kata khusus karena kata-kata itu mengganggu pikiran penderita.

4. Climomania

Tidak ada masalah sebenarnya jika tidur lebih lama, apalagi bila sakit. Namun untuk clinomaniac (penderita climomania), keinginan untuk berada di kasur terlalu berlebihan dan bisa sampai seharian, terutama jika cuaca dingin. Climomania berasal dari bahasa Yunani yang artinya obsesi tidur. Dengan kata lain, mania ini artinya cinta pada kasur, bantal dan selimut.

5. Demonomania

Ada banyak film dan buku horor yang sangat menyeramkan, melihat film seperti itu secara alami bisa membuat si penonton takut dengan beberapa orang. Dan biasanya di saat orang takut, mania mulai merasuk. Jika berurusan dengan setan, bisa jadi orang itu menderita demonomania, kondisi psikis yang percaya dirinya diikuti setan. Dan saat seseorang berpikir dirinya digentayangi, dia mulai benar-benar percaya ada setan di dekatnya.

6. Enosimania

Enosimania adalah tekanan untuk berpikir tentang diri seseorang yang telah melakukan kesalahan atau dikritik yang tidak bisa dimaafkan, dikenal juga dengan beberapa nama lain seperti Enissophobia dan Enosiophobia, takut melakukan kesalahan besar dan takut kritikan. Gejala biasanya napas pendek dan cepat, detak jantung tak menentu, berkeringat, muak, dan tentunya ketakutan yang besar.

7. Trichotillomania

Trichotillomania atau lebih dikenal dengan sebutan trich, adalah kelainan gerakan refleks dalam bentuk penyiksaan diri. Penyakit jiwa jenis ini ditunjukkan dengan berulang kali dengan menarik rambut, bulu mata, bulu hidung, jembut, alis atau rambut lain, kadang-kadang menyebabkan kebotakan.

8. Ablutomania

Mencuci tangan setelah dari toilet bukan masalah, tapi mencuci tangan setelah beberapa detik bisa jadi masalah. Penderita abutomania biasanya sangat ketakutan dengan kotor. Padahal berani kotor itu baik, kan?

Baca juga: Kenali Tanda Dan Gejala Gangguan Jiwa Manusia di Sekitar Anda

9. Aboulomania

Kita tentu pernah mengalami situasi di mana kita sulit membuat pilihan, tapi bayangkan jika kita tidak bisa membuat keputusan yang bahkan sangat sederhana, hidup seperti tidak tertahankan. Aboulomania bisa didefinisikan sebagai penyakit keraguan atau ketidakmampuan seseorang untuk memutuskan masalah apapun.

10. Doromania

Banyak orang yang suka memberi hadiah, dan sebagian besar orang akan senang dengan obesesi seperti itu. Doromania adalah jenis penyakit kejiawaan atas dorongan atau kesenangan tidak normal untuk memberi hadiah, penderitanya terobsesi memilih dan memberi hadiah, tapi bukan untuk tujuan baik atau karena mereka sangat dermawan. Melainkan karena hal lain yang lebih kompleks.

Nah, ternyata penyakit gangguan jiwa memiliki banyak jenisnya.

Semoga artikel ini bisa menambah pengetahuan Anda, agar terhindar dari salah satu penyakit jiwa di atas, ya, Teman Sehat!