Ada macam-macam diet yang bisa dipilih untuk menurunkan berat badanatau menjaga berat badan jadi ideal. Setiap jenis diet bisa dipilih tergantung kebutuhan dan kondisi tubuh Anda. Ketahui jenisnya untuk bisa menentukan diet yang tepat!

macam-macam-diet-doktersehat

Macam-Macam Diet Paling Populer

Diet adalah suatu metode yang umum dilakukan ketika seseorang hendak menurunkan berat badan, pun sebagai manifestasi dari hidup sehat. Diet mengharuskan pelakunya untuk membatasi frekuensi, porsi, dan jenis makanan yang dikonsumsi. Entah sudah berapa banyak orang yang terbantu oleh metode yang satu ini.

Berikut adalah macam-macam diet populer yang bisa Anda terapkan demi hidup yang lebih sehat:

1. Diet Paleo

Jenis diet yang pertama yakni diet paleo. Metode diet ini terinsipirasi dari manusia prasejarah yang hanya mengonsumsi makanan-makanan seperti gandum, biji-bijian, ikan, daging tanpa lemak, sayur, dan buah-buahan. Sebaliknya, Anda yang memilih diet paleo diminta untuk membatasi konsumsi makanan seperti susu, produk olahan daging, kentang, hingga makanan yang mengandung banyak gula dan garam.

2. Diet Rendah Karbo

Metode diet lainnya yang juga diklaim efektif—terutama untuk menurunkan berat badan—adalah diet rendah karbo (low-carb diet). Sesuai dengan namanya, jenis diet yang satu ini mengharuskan Anda untuk membatasi konsumsi makanan-makanan yang mengandung banyak karbohidrat. Jumlah karbohidrat maksimal yang boleh dikonsumsi setiap harinya hanya sekitar 15-20 gram.

3. Diet Vegan

Diet vegan adalah salah satu dari sekian macam-macam diet yang juga memiliki banyak peminat. Pelaku diet vegan hanya menjadikan sayur dan buah-buahan sebagai makanan sehari-hari. Selain untuk menurunkan berat badan, mereka yang menerapkan diet vegan biasanya juga didasari oleh kecintaan terhadap hewan dan anti terhadap tindak ‘kekerasan’ pada hewan.

4. Diet Dukan

Selanjutnya dari macam-macam diet adalah diet Dukan. Diet Dukan lebih menekankan pada pola konsumsi makanan tinggi protein dan sebaliknya, rendah karbohidrat serta lemak. Dalam penerapannya, diet Dukan terbagi menjadi 4 (empat) fase yakni fase 1-2 untuk menurunkan berat badan, dan fase 3-4 untuk menjaga konsistensi berat badan yang sudah turun tersebut.

5. Diet Atkins

Masih sama seperti diet Dukan, diet Atkins juga berfokus pada pembatasan konsumsi makanan yang tinggi akan kandungan karbohidrat. Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa produksi dan kadar insulin di dalam tubuh tetap terjaga karena kadar insulin yang terlalu berlebihan bisa berdampak negatif terhadap tubuh, salah satunya kemunculan penyakit diabetes.

6. Diet Keto

Berdasarkan sekian banyak macam-macam diet, jenis diet satu ini mungkin cukup banyak diterapkan yaitu diet keto. Penerapan diet keto yakni dengan membatasi makanan berkarbohidrat dan sebaliknya, justru menambah asupan lemak. Makanan yang disarankan untuk dikonsumsi selama menjalani diet ini antara lain alpukat, biji-bijian, kelapa, dan minyak zaitun.

7. Diet Makanan Mentah

Pilihan jenis diet lainnya yang diklaim tak kalah efektif dalam membantu menurunkan berat badan maupun mencegah penyakit adalah diet makanan mentah (raw food diet). Seperti namanya, diet ini menyarankan Anda untuk mengonsumsi bahan makanan yang masih mentah, entah itu sayuran atau bahkan daging (kendati sangat jarang pelaku diet ini yang mengonsumsi daging).

8. Diet Mediterania

Sementara itu, diet Mediterania terinspirasi dari pola dan jenis makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat di wilayah tersebut seperti Yunani, Italia bagian selatan, dan Spanyol. Makanan-makanan yang dimaksud seperti buah, sayur, kacang-kacangan, biji-bijian, keju, yogurt, dan minyak zaitun.

Itu dia macam-macam diet yang bisa Anda pilih. Alangkah baiknya berkonsultasi dengan dokter guna menentukan jenis diet yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kondisi fisik. Semoga bermanfaat!

 

Sumber:

  1. Bjarnadottir, A. 9 Popular Weight Loss Diets Reviewed. https://www.healthline.com/nutrition/9-weight-loss-diets-reviewed (Diakses pada 13 Januari 2020)
  2. Newman, T. 2017. Nine Most Popular Diets Rated by Experts 2017. https://www.medicalnewstoday.com/articles/5847.php (Diakses pada 13 Januari 2020)