Penderita Maag Tak Boleh Minum Air Dingin?

air-dingin-maag-doktersehat
Photo Source: Flickr/Marco Verch

DokterSehat.Com– Ada banyak sekali mitos yang terkait dengan air dingin. Meskipun bisa memberikan sensasi segar setelah dikonsumsi, ada yang menyebut air dingin bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Hanya saja apakah benar jika orang yang mengidap masalah maag tidak boleh mengonsumsinya?

Dampak Minum Air Dingin bagi Penderita Maag

Air dingin disebut-sebut bisa merangsang produksi asam lambung dengan berlebihan. Bagi mereka yang menderita masalah maag, hal ini tentu akan memicu gejala dari penyakit ini. Bukannya mendapatkan kesegaran atau menghilangkan rasa haus, air dingin ini justru akan membuat tubuh terasa sangat tidak nyaman.

Pakar kesehatan menyebut kabar ini sebagai hoaks atau tidak benar. Jika memang penderita maag ingin mengonsumsinya demi mengatasi suhu udara yang sangat panas dan terik, hal ini boleh-boleh saja untuk dilakukan.

Hal ini disebabkan oleh tubuh yang sebenarnya sudah memiliki mekanisme tersendiri untuk mengendalikan suhu air yang kita konsumsi. Hal ini berarti, begitu sampai di lambung, suhunya akan disesuaikan dengan suhu internal tubuh sehingga tidak akan menyebabkan dampak yang berarti. Meskipun begitu, air dingin memang bisa memberikan dampak tersendiri bagi kerongkongan, apalagi jika kita sedang mengalami sensasi tidak nyaman karena sedang mengalami flu atau batuk.

Hal yang berbeda terjadi jika penderita maag sedang mengalami gejala kenaikan asam lambung atau perut yang tidak nyaman. Jika hal ini terjadi, sebaiknya mereka minum air hangat yang bisa membantu menetralisir asam lambung dengan lebih cepat. Hal ini tentu akan meredakan gejalanya. Selain itu, kita juga bisa mengonsumsi teh hangat yang bisa memberikan manfaat yang sama.

Berbagai Mitos Lain yang Terkait dengan Air Dingin

Selain mitos yang terkait dengan penderita maag, ada beberapa mitos lain yang juga terkait dengan konsumsi air dingin yang juga tidak bisa dipastikan kebenarannya.

Berikut adalah mitos-mitos tersebut.

  1. Minum Air Dingin Bisa Membuat Gemuk

Mitos ini dipercaya oleh sebagian masyarakat. Mereka berpikir jika terbiasa mengonsumsinya akan membuat lemak semakin menumpuk di dalam perut. Padahal, pakar kesehatan menyebut hal ini sama sekali tidak benar. Dalam realitanya, air dingin tidak memiliki kalori sama sekali. Hal ini berarti, terbiasa mengonsumsinya tidak akan menyebabkan kenaikan berat badan.

Hal yang berbeda terjadi jika kita mengonsumsi air dingin yang manis atau memiliki tambahan gula. Sebagai contoh, es teh manis, minuman botolan, hingga air kelapa yang diberi tambahan sirup memiliki kandungan kalori yang bisa membuat berat badan naik. Jika yang dikonsumsi hanyalah air putih saja, hal ini tidak masalah untuk dilakukan.

  1. Ibu Hamil Minum Air Dingin Akan Melahirkan Anak yang Gemuk

Tak hanya orang yang mengonsumsinya yang dianggap bisa mengalami peningkatan berat badan, jika yang meminum air dingin adalah ibu hamil, bayi di dalam kandungannya disebut-sebut akan sangat gemuk dan mempersulit proses persalinan normal. Anggapan ini ternyata juga termasuk mitos yang tidak benar.

Tidak ada hubungan antara konsumsi air dengan perkembangan bayi di dalam kandungan, kecuali jika air dingin yang diminum adalah yang manis-manis atau yang tinggi gula.

  1. Air Dingin Mengganggu Pengolahan Lemak

Air dingin tidak akan membekukan lemak dalam makanan yang kita konsumsi. Pencernaan sudah memiliki mekanisme tersendiri untuk mengatur suhu air yang kita minum.

  1. Air Dingin Menurunkan Suhu Tubuh

Air dingin hanya memberikan kesegaran atau menghilangkan rasa haus, tidak akan menyebabkan perubahan suhu tubuh.

  1. Air Dingin Sebabkan Masalah Menstruasi

Air dingin tidak memberikan pengaruh apapun bagi siklus menstruasi kaum hawa.

 

Sumber:

  1. Olsen, Natalie. 2018. What Are the Risks and Benefits of Drinking Cold Water?.com/health/is-drinking-cold-water-bad-for-you. (Diakses pada 18 September 2019).