Maag kronis atau yang dalam bahasa medis disebut sebagai gastritis kronis adalah penyakit lambung yang cukup berbahaya bagi keselamatan jiwa sehingga penting untuk mengenali ciri-cirinya agar bisa segera diobati. Biasanya, penyakit ini ditandai dengan sering mengalami rasa tidak nyaman pada lambung. Ketahui pula perbedaan penyakit maag kronis dan maag akut, serta jenis-jenisnya, penyebab, diagnosis, pengobatan, dan beberapa informasi bermanfaat lainnya.

maag-kronis-doktersehat

Apa Itu Penyakit Maag Kronis?

Maag kronis adalah penyakit yang disebabkan karena adanya peradangan pada mukosa lambung. Ini merupakan penyakit yang sangat serius dan berbahaya bila tidak segera diobati.

Menurut lembaga National Institute of Health milik pemerintah Amerika Serikat, hampir separuh penduduk dunia mengalami maag parah. Pada umumnya, banyak orang menderita penyakit ini tetapi berbeda dalam tingkatan dan bentuknya.

Apa Perbedaan Maag Kronis dengan Maag Akut?

Mungkin sebagian besar orang masih bingung dengan perbedaan antara maag kronis dengan maag akut. Berdasarkan proses kemunculan gejalanya, keduanya memiliki perbedaan.

Keduanya merupakan penyakit maag yang disertai peradangan atau bengkak di lambung dan hampir memiliki gejala yang serupa.

Sementara perbedaannya, penyakit maag akut adalah maag yang muncul secara mendadak dan hanya terjadi sementara waktu, sedangkan yang kronis muncul secara perlahan dan terjadi untuk waktu yang lebih lama.

Selain itu, maag akut bersifat erosif, sedangkan yang dirasakan penderita maag kronis tidak bersifat erosis. Penyebab dari maag akut seringkali disebabkan oleh obat-obatan antiinflamasi non steroid (OAINS), sedangkan penyebab maag kronis sering disebabkan oleh penyakit autoimun dan bakteri Helicobacter pylori.

Gejala Maag Kronis

Mungkin banyak orang yang sebenarnya menderita penyakit ini tetapi tidak menyadarinya. Kebanyakan orang mengira bahwa gejala tersebut hanyalah tanda maag akut atau tanda nyeri perut biasa.

Para penderita yang tidak menyadari bahwa ia telah mengalami gejala maag kronis bisa berakibat fatal bila tidak mengetahui dan menyadari beberapa ciri-cirinya.

Apabila Anda telah mengetahui beberapa gejalanya maka dengan cepat bisa melakukan konsultasi dengan dokter untuk segera dilakukan diagnosis. Hasil diagnosis yang positif mengindikasikan penyakit akan segera ditangani oleh tim medis sebelum terlambat.

Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri maag kronis yang umumnya sering terjadi:

  • Sering mual
  • Merasa ingin muntah atau sering muntah
  • Sakit perut pada bagian atas
  • Nyeri perut terutama saat sedang puasa
  • Merasakan nyeri perut setelah makan
  • Merasa terbakar di perut
  • Perut terasa penuh karena kembung
  • Sering bersendawa karena kembung
  • Merasa kenyang walau hanya makan sedikit
  • Kehilangan selera makan tetapi sering lapar
  • Mengalami penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
  • Muntah darah
  • Feses hitam karena pendarahan di saluran cerna

Baca Juga: 9 Gejala Maag, Tanda Adanya Gangguan di Saluran Pencernaan

Kapan Harus ke Dokter?

Segera dapatkan penanganan dokter bila mengalami ciri-ciri maag kronis berikut:

  • Gejala parah
  • Gejala maag bertahan lebih dari seminggu
  • Tidak merespons perawatan atau dengan penyesuaian gaya hidup

Sementara pendarahan internal harus segera mendapatkan pertolongan medis. Tanda-tanda perdarahan internal meliputi:

  • Pusing
  • Kelemahan tanpa sebab yang jelas
  • Tampak pucat
  • Tinja hitam dan kering
  • BAB berdarah
  • Muntah darah
  • Mengantuk tanpa sebab yang jelas
  • Kesulitan bernapas atau menelan
  • Kebingungan
  • Pingsan

Penyebab Maag Kronis

Penyebab yang utama adalah karena penyakit autoimun lambung, bakteri Helicobacter pylori, obat antiinflamasi non steroid, dan alkohol.

Beberapa penyebab utama tersebut merupakan penyebab yang sering melukai dinding lambung hingga terjadi tukak lambung. Namun, masih ada beberapa penyebab lainnya yang perlu Anda ketahui.

Berikut ini adalah beberapa penyebab lainnya:

Faktor Risiko Maag Kronis

Faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan mengalami maag kronis di antaranya:

  • Makan makanan yang mengandung tinggi garam atau pengawet
  • Makan makanan yang mengandung tinggi lemak dan minyak, terutama lemak jenuh dan trans
  • Minum alkohol jangka panjang
  • Merokok
  • Menggunakan kokain
  • Kondisi yang melemahkan sistem kekebalan tubuh
  • Menggunakan NSAID jangka panjang dan beberapa obat lainnya
  • Menggunakan obat untuk maag dan gangguan pencernaan jangka panjang

Diagnosis Maag Kronis

Setelah Anda menyadari beberapa gejalanya maka segeralah melakukan konsultasi dengan dokter untuk segera dilakukan diagnosis. Diagnosis bertujuan untuk memastikan apakah Anda benar-benar menderita penyakit maag yang parah. Diagnosis dilakukan secara bertahap, berikut di antaranya:

1. Riwayat Medis

Sebelum melakukan diagnosis biasanya dokter akan menanyakan tentang riwayat medis pasien. Terkait obat, konsumsi alkohol, dan perjalanan ke luar negeri. Informasi perjalanan ke luar negeri penting diketahui dokter karena ada beberapa negara di mana bakteri Helicobacter pylori bersifat endemik.

2. Pemeriksaan Fisik

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik terutama pada perut.

3. Tes Bakteri H. Pylori

Langkah diagnosis selanjutnya adalah dengan melakukan pengujian bakteri Helicobacter pylori melalui tes darah, tes feses, dan tes pernapasan.

4. Gastroskopi

Apabila dokter memerlukan langkah diagnosis yang lebih kompleks maka akan dilakukan gastroskopi, yaitu endoskopi pada bagian perut. Dokter akan memasukkan kamera mikro ke perut pasien melalui tenggorokan. Diagnosis ini bertujuan untuk mengamati kondisi lapisan lambung.

Jenis Maag Kronis

Sama seperti penyakit saluran pencernaan yang memiliki beberapa jenis maka penyakit ini juga terdapat beberapa jenis atau tipe. Ada beberapa jenis yang memiliki penyebab yang berbeda-beda.

Berikut ini adalah beberapa jenis penyakit maag kronis berdasarkan penyebabnya:

1. Maag Kronis Tipe A

Jenis yang pertama ini disebabkan oleh penyakit autoimun pada lambung. Sistem kekebalan tubuh melakukan suatu kekeliruan dengan menghancurkan sel-sel yang ada di perut.

Sel-sel perut yang hancur bisa menimbulkan beberapa masalah. Beberapa masalah yang ditimbulkan seperti anemia, penyakit kanker, dan defisiensi vitamin. Masalah lanjutan yang muncul akibat penghancuran sel-sel perut adalah terjadinya peradangan di lambung.

2. Maag Kronis Tipe B

Jenis ini merupakan yang paling umum terjadi. Penyebabnya adalah bakteri Helicobacter  pylori.

Bakteri Helicobacter pylori ini menginfeksi lambung sehingga mengakibatkan peradangan pada mukosa lambung hingga lebih dalam dari mukosa muskularis. Infeksi dari bakteri ini juga menyebabkan intestinal ulcer (tukak usus) dan kanker.

3. Maag Kronis Tipe C

Jenis ini disebabkan oleh iritasi lambung oleh beberapa zat seperti obat antiinflamasi non steroid (OAINS) dan alkohol.

Penggunaan obat antiinflamasi non steroid atau mengonsumsi alkohol dalam jangka panjang dapat menimbulkan penyakit maag kronis tipe C. Jenis ini juga bisa menyebabkan pendarahan pada lambung yang cukup serius dan membahayakan.

Pengobatan Alternatif untuk Maag Kronis

Sejumlah makanan dapat membantu pencernaan menghilangkan bakteri H. pylori dan meringankan gejala dengan obat maag kronis yang alami berikut ini:

  • Bawang putih memiliki sifat antimikroba yang sangat efektif melawan bakteri H. pylori.
  • Cranberry dapat membunuh bakteri, bersamaan dengan mengubah cara berinteraksi dengan perut.
  • Jahe mampu menghambat pertumbuhan bakteri.
  • Kunyit membantu penyembuhan luka dan menghambat pertumbuhan bakteri.
  • Probiotik, terutama yang mengandung Lactobacillus atau Bifidobacterium, juga dapat membantu meningkatkan fungsi lapisan perut dan melindunginya dari bakteri yang menyebabkan maag. Makanan ini termasuk kefir, roti, dan yogurt yang penuh dengan bakteri probiotik.

Pengobatan Berdasarkan Jenis Maag Kronis

Pengobatannya bisa berbeda-beda tergantung pada beberapa hal seperti jenisnya, penyebabnya, dan tingkat keparahannya.

  • Obat maag kronis tipe A yang disebabkan oleh penyakit autoimun memang belum ada pengobatan khususnya. Akan tetapi, bisa diredakan dengan mengobati defisiensi zat besi dan vitamin B12 dengan cara mengonsumsi suplemen secara oral, suntikan, atau cairan infus.
  • Pengobatan tipe B akibat bakteri Helicobacter pylori biasanya diobati dengan menggunakan obat kombinasi antibiotik dan antasid.
  • Pengobatan tipe C dilakukan dengan cara menjaga pola diet dan gaya hidup yang sehat. Hindarilah konsumsi alkohol, obat-obatan antiinflamasi non steroid, makanan pedas, makanan asam, diet tinggi lemak, dan diet tinggi garam.

Komplikasi Maag Kronis

Jika mendapatkan perawatan dengan tepat, maag akut jarang menimbulkan komplikasi. Namun, komplikasi dapat terjadi jika menderita maag yang parah atau dibiarkan dan tidak diobati.

Maag erosif dapat menyebabkan tukak lambung. Setelah luka terbentuk, ini dapat secara progresif menurunkan jaringan di sekitarnya, memperluas dan membesar. Luka yang parah akhirnya dapat menyebabkan perdarahan internal, yang dapat mengancam jiwa jika tidak segera ditangani.

Kemungkinan komplikasi lain dari penyakit ini meliputi:

  • Anemia yang disebabkan oleh kekurangan zat besi
  • Anemia yang disebabkan oleh pendarahan internal
  • Defisiensi vitamin B-12
  • Pertumbuhan perut abnormal, seperti polip dan tumor

Pencegahan Maag Kronis

Penyakit ini dapat dicegah dengan melakukan langkah-langkah preventif berikut ini:

  • Menerapkan pola makan yang sehat.
  • Mengendalikan stres.
  • Membatasi atau menghindari alkohol.
  • Penggunaan obat-obatan antiinflamasi non steroid (OAINS, seperti ibuprofen, naproxen, dan aspirin.

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Jati Satriyo

  1. US National Institute of Health: Chronic Gastritis. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4673514/
  2. Huizen, Jennifer. 2018. What are the causes and symptoms of chronic gastritis?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321988. (Diakses 18 Februari 2020)
  3. Chitra Badii, et.al. 2016. Chronic Gastritis. https://www.healthline.com/health/gastritis-chronic. (Diakses 18 Februari 2020)