Terbit: 3 Desember 2020 | Diperbarui: 4 Desember 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Lumpektomi adalah operasi untuk mengangkat kanker atau jaringan abnormal dari payudara. Prosedur ini juga merupakan pilihan pengobatan pertama untuk beberapa wanita penderita kanker payudara stadium awal.

Lumpektomi: Fungsi, Prosedur, Komplikasi, dll

Mengapa Prosedur Lumpektomi Dilakukan?

Prosedur ini dilakukan untuk mengangkat kanker atau jaringan abnormal lainnya dengan tetap menjaga penampilan payudara. Sebuah studi menunjukkan bahwa metode ini sama efektifnya dengan pengobatan dalam mencegah kambuhnya kanker payudara seperti pengangkatan seluruh payudara (mastektomi) untuk wanita dengan kanker payudara stadium awal.

Dokter mungkin merekomendasikan prosedur ini jika biopsi menunjukkan bahwa Anda menderita kanker dan kanker tersebut diyakini masih kecil/stadium awal. Lumpektomi juga dapat digunakan untuk menghilangkan kelainan payudara nonkanker atau prakanker tertentu.

Prosedur ini tidak disarankan jika Anda:

  • Memiliki riwayat scleroderma, yaitu sekelompok penyakit yang mengeraskan kulit dan jaringan lain serta menyulitkan penyembuhan setelah prosedur ini dilakukan.
  • Riwayat lupus eritematosus sistemik, penyakit inflamasi kronis yang dapat memburuk jika menjalani perawatan radiasi.
  • Memiliki dua atau lebih tumor di kuadran payudara yang berbeda dan tidak dapat diangkat dengan satu eksisi lebar.
  • Pernah menjalani pengobatan radiasi ke daerah payudara, hal itu akan membuat pengobatan radiasi lebih lanjut terlalu berisiko.
  • Kanker telah menyebar ke seluruh payudara dan kulit di atasnya, karena prosedur ini tidak mungkin dapat mengangkat kanker sepenuhnya.
  • Memiliki tumor besar dan payudara kecil, hal ini menyebabkan bentuk payudara yang buruk.
  • Tidak memiliki akses ke terapi radiasi.

Persiapan Menjalani Lumpektomi

Dalam banyak kasus, operasi akan dilakukan sebagai prosedur rawat jalan, sehingga Anda bisa pulang pada hari yang sama. Beri tahu dokter tentang obat, vitamin, atau suplemen yang Anda konsumsi sebelum menjalani operasi. Berikut adalah hal-hal yang harus dipersiapkan, antara lain:

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement

  • Berhenti konsumsi aspirin atau obat pengencer darah lainnya. Dokter mungkin meminta Anda untuk berhenti meminumnya seminggu atau lebih sebelum operasi untuk mengurangi risiko pendarahan.
  • Jangan makan atau minum 8 sampai 12 jam sebelum operasi, terutama jika Anda akan menjalani anestesi umum.

Baca Juga: Kista Payudara: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Prosedur Lumpektomi

Prosedur ini dimulai dengan menemukan area payudara yang memiliki kelainan. Jika kelainan payudara terdeteksi pada mammogram dan dikonfirmasi dengan biopsi, ahli radiologi mungkin telah menempatkan penanda/klip kecil di payudara selama biopsi.

Jika ini masalahnya, kawat tipis atau penanda radioaktif dapat dimasukkan ke dalam payudara sebelum operasi dan diturunkan ke penanda/klip. Dokter bedah dapat menggunakan kawat tersebut sebagai panduan ke area yang perlu diangkat selama operasi.

Jika Anda memiliki benjolan atau massa di payudara yang dapat dengan mudah dirasakan melalui kulit, prosedur kawat mungkin tidak diperlukan karena ahli bedah dapat lebih mudah menemukan area abnormal yang akan diangkat.

Selama Prosedur

Operasi lumpektomi biasanya dilakukan dengan menggunakan anestesi umum, hal ini akan membuat Anda tidak sadar selama prosedur berlangsung.

Dokter bedah akan membuat sayatan di atas tumor atau di area yang mengandung kawat, mengangkat tumor dan beberapa jaringan di sekitarnya, kemudian mengirimkannya ke laboratorium untuk dianalisis.

Dokter juga akan melakukan hal yang sama untuk kelenjar getah bening atau kelenjar getah bening sentinel, apabila Anda menjalani biopsi kelenjar getah bening sentinel atau kelenjar getah bening aksila, terutama jika Anda mengalami diseksi kelenjar getah benih pada ketiak.

Kelenjar getah bening sering diangkat selama operasi untuk menentukan apakah kanker telah menyebar ke luar payudara. Pilihannya mungkin termasuk:

  • Diseksi nodus aksila. Selama prosedur ini, ahli bedah mengangkat sejumlah kelenjar getah bening dari ketiak pada sisi tumor. Dokter bedah mungkin merekomendasikan prosedur ini jika biopsi kelenjar getah bening yang dilakukan sebelum operasi menunjukkan tanda-tanda kanker.
  • Biopsi kelenjar getah bening sentinel. Selama prosedur ini, dokter hanya mengangkat satu atau dua node pertama ke mana tumor mengalir (sentinel nodes). Dokter Anda mungkin merekomendasikan prosedur ini jika tidak ada kekhawatiran tentang pembesaran kelenjar getah bening sebelum operasi.

Setelah itu, dokter bedah akan menutup sayatan untuk menjaga penampilan payudara, menggunakan jahitan (sutures) yang akan larut dengan sendirinya atau dilepas nanti oleh dokter.

Setelah Prosedur

Usai operasi, Anda akan dibawa ke ruang pemulihan. Selama waktu ini, tekanan darah, denyut nadi, dan pernapasan akan dipantau. Saat kondisi sudah stabil, biasanya Anda akan diperbolehkan pulang.

Sementara itu, apabila Anda pernah menjalani eksisi simpul aksila, Anda mungkin perlu tinggal di rumah sakit selama satu atau dua hari, terutama jika Anda mengalami nyeri atau pendarahan.

Saat saraf tumbuh kembali, Anda mungkin merasakan sensasi yang aneh, rasa gatal dan sensitif terhadap sentuhan mungkin bisa terjadi. Ketidaknyamanan ini bisa hilang sendirinya atau berlanjut. Asetaminofen atau obat antiinflamasi nonsteroid seperti ibuprofen biasanya dapat mengatasi rasa sakit yang terkait dengan jenis cedera saraf ini. Opioid juga dapat digunakan untuk mengobati nyeri jenis ini.

Komplikasi Lumpektomi

Seperti operasi pada umumnya, prosedur ini juga memiliki risiko. Komplikasi bisa berkembang selama operasi atau pemulihan.

Komplikasi potensial dari prosedur ini meliputi:

  • Kerusakan pada organ di sekitarnya, seperti kelenjar getah bening dan paru-paru.
  • Perbedaan ukuran payudara setelah benjolan diangkat.
  • Mati rasa pada payudara yang terkena, mungkin hilang atau tidak hilang.
  • Pembukaan atau infeksi pada sayatan luar.

Biasanya Anda akan merasakan nyeri setelah operasi. Hubungi dokter jika rasa sakit Anda semakin parah karena itu mungkin merupakan tanda komplikasi.

Jika Anda memerlukan perawatan lebih lanjut, dokter mungkin merekomendasikan:

  • Lebih banyak operasi jika margin di sekitar tumor tidak bebas kanker.
  • Seorang ahli onkologi untuk mendiskusikan bentuk pengobatan lain setelah operasi, seperti terapi hormon jika kanker sensitif terhadap hormon atau kemoterapi atau keduanya.
  • Seorang ahli onkologi radiasi untuk mendiskusikan perawatan radiasi, yang biasanya direkomendasikan setelah lumpektomi.

Pengaruh Lumpektomi pada Kehidupan Sehari-hari

Usai menjalani prosedur ini, terkadang payudara mengalami perbedaan bentuk dan ukuran. Setiap wanita membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan penampilan payudara yang baru.

 

  1. Anonim. Lumpectomy. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/lumpectomy/about/pac-20394650. (Diakses pada 3 Desember 2020).
  2. Freedman, Megan. Lumpectomy. https://www.healthgrades.com/right-care/breast-cancer/lumpectomy. (Diakses pada 3 Desember 2020).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi