Luke Perry Meninggal karena Stroke, Waspadai Pemicu Stroke di Usia Muda!

luke-perry-doktersehat
Photo Source: Flickr/gageskidmore

DokterSehat.Com– Aktor film Beverly Hills dan Riverdale, Luke Perry, secara mengejutkan dikabarkan meninggal dunia di usia yang belum terlalu tua, yakni 52 tahun. Perry meninggal karena mengalami stroke. Meskipun sering dianggap sebagai penyakit lansia, dalam realitanya stroke memang bisa menyerang siapa saja, termasuk mereka yang masih berusia muda. Sebenarnya, apa saja sih pemicu stroke di usia muda?

Stroke jadi penyebab Luke Perry meninggal di usia muda

Perry yang dikenal karena berperan sebagai Dylan McKay dalam serial Beverly Hills, 90210 ditemukan sudah tidak bernyawa pada Senin, 4 Maret 2019 di California. Sebelumnya, Perry mengalami stroke selama sekitar sepekan.

Dilansir dari BBC, juru bicara Perry menyebut sang aktor meninggal saat dikelilingi oleh keluarga dan teman-teman.

“Keluarga menghargai dukungan dan doa yang telah diberikan kepada Luke dari seluruh dunia. Dengan hormat, kami meminta privasi demi menghadapi masa-masa berkabung ini,” ucap juru bicara tersebut.

Hanya saja, hingga saat ini belum jelas detail tambahan tentang kematian Perry. Perry diketahui meninggal dengan meninggalkan dua anak, Jack serta Sophie, dan ibu serta ayah tirinya, Ann dan Steve Bennett.

Faktor pemicu stroke di usia muda

Gaya hidup yang tidak sehat dituding menjadi penyebab utama semakin banyak orang yang menderita stroke di usia muda. Masalahnya adalah serangan penyakit ini bisa memicu kematian atau bahkan kecacatan pada penderitanya.

Berikut adalah beberapa tanda dari pemicu stroke di usia muda

  1. Mengalami anemia sel sabit

Anemia ini dipengaruhi oleh faktor genetik dan menyebabkan tumbuhnya sel-sel darah yang tidak normal dengan bentuk seperti bulan sabit. Kondisi ini membuat pembuluh darah tidak mampu memasok darah dan oksigen yang sehat ke seluruh tubuh. Jika sampai otak tidak mendapatkan asupan darah dan oksigen ini, maka risiko stroke pun akan meningkat.

  1. Memiliki bawaan kelainan pembuluh darah

Jika kita mengalami kelainan pembuluh darah bawaan seperti aneurisma otak atau malformasi pembuluh darah arteri, maka risiko untuk terkena stroke akan meningkat. Sebagai informasi, aneurisma otak menyebabkan pembesaran pembuluh darah. Sementara itu malformasi arteri bisa membuat pembuluh darah menjadi tidak normal yang bisa mengganggu sirkulasi darah atau memicu datangnya stroke.

  1. Hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi bisa memicu gangguan sirkulasi darah, termasuk yang menuju otak. Sayangnya, banyak anak muda yang menerapkan gaya hidup tidak sehat sehingga mengalami masalah kesehatan ini.

  1. Mengalami infeksi atau trauma

Jika kita mengalami gegar otak atau trauma kepala akibat kecelakaan, maka sistem kekebalan tubuh, sel-sel darah, dan proses sirkulasi darah akan terganggu. Hal ini bisa menyebabkan terbentuknya gumpalan darah yang akhirnya berujung pada datangnya stroke.

  1. Kolesterol tinggi

Selain hipertensi, penderita kolesterol tinggi juga semakin muda akibat gaya hidup masyarakat yang tidak sehat. Masalahnya adalah jika sampai kolesterol sudah tidak terkendali, akan muncul penumpukan plak di dalam pembuluh darah yang bisa menghambat sirkulasi darah. Jika hal ini terjadi di pembuluh darah menuju otak, maka risiko untuk terkena stroke pun akan semakin meningkat.

  1. Mengonsumsi obat-obatan tertentu

Beberapa jenis obat-obatan tertentu seperti obat steroid atau pil KB bisa memicu perubahan keseimbangan hormon di dalam tubuh. Hal ini dikhawatirkan akan ikut menyebabkan ketidaknormalan pembekuan darah yang bisa saja menyebabkan datangnya stroke.

  1. Migrain

Kasus migrain yang terkait dengan stroke memang cukup langka, namun sebuah penelitian menyebut remaja yang sering menderita migrain memiliki risiko besar terkena penyakit ini sehingga sebaiknya segera memeriksakan kondisi kesehatannya.