Terbit: 18 Agustus 2020 | Diperbarui: 26 Agustus 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Luka tusuk bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Jika tidak segera diobati, kondisi ini bisa sangat berbahaya, bahkan mengancam nyawa! Ketahui lebih lanjut mengenai jenis luka yang satu ini beserta apa saja yang harus dilakukan apabila mengalaminya.

10 Pertolongan Pertama & Perawatan Luka Tusuk

Apa Itu Luka Tusuk?

Luka tusuk adalah luka yang diakibatkan oleh tusukan benda tajam atau runcing. Seberapa parah luka yang ditimbulkan tergantung dari faktor-faktor berikut ini:

  • Benda tajam seperti apa yang melukai
  • Seberapa cepat dan kencang tusukan
  • Seberapa dalam tusukan tersebut menembus kulit

Luka tusuk—sama seperti jenis luka lainnya—harus segera ditangani sekalipun luka yang ditimbulkan masih tergolong ringan. Pasalnya jika tidak segera ditangani, luka tusukan seperti ini berpotensi menyebabkan infeksi yang bisa berbahaya bagi tubuh, termasuk dapat merusak organ dalam seperti pada luka akibat tusukan pisau atau peluru tajam.

Penyebab Luka Tusuk

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, penyebab luka tusuk adalah benda tajam, baik itu benda tajam kecil maupun besar dan sangat berbahaya. Benda-benda yang dimaksud di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Jarum
  • Pecahan kaca
  • Gunting
  • Pisau
  • Peluru

Selain benda-benda tersebut, luka juga bisa disebabkan oleh gigitan, entah itu gigitan hewan atau gigitan manusia sekalipun.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

Pertolongan Pertama pada Luka Tusuk

Lantas, apa yang harus dilakukan saat tubuh tertusuk benda tajam dan sebagainya?  Sebelum melakukan penanganan medis—jika membutuhkan penanganan medis—yang harus dilakukan adalah menerapkan pertolongan pertama pada luka tusuk berikut ini:

1. Cuci Tangan Terlebih Dahulu

Pertama-tama, bersihkan tangan beserta alat terkait lainnya sebelum mengobati luka. Cara ini penting dan wajib dilakukan. Tujuannya tak lain untuk mencegah—atau setidaknya meminimalisir risiko—terjadinya infeksi pada luka.

2. Hentikan Perdarahan

Setelah itu, tekan luka secara perlahan dengan menggunakan perban. Langkah kedua ini bertujuan untuk menghentikan perdarahan yang terjadi.

Perlu diperhatikan, langkah ini apabila perdarahan yang terjadi tidak terlalu parah. Sementara pada kasus perdarahan yang parah dan sulit berhenti harus ditangani secara medis di rumah sakit atau klinik terdekat.

3. Bersihkan Luka

Setelah tangan dipastikan bersih, barulah bersihkan luka secara perlahan. Untuk membersihkan luka, Anda bisa menggunakan cairan alkohol. Atau, cukup gunakan air bersih. Bersihkan selama kira-kira 5-10 menit.

Jika ada kotoran tertanam di dalam luka, jangan coba-coba mengeluarkannya. Alih-alih demikian, lebih baik segera cari pertolongan medis darurat.

4. Tutup Luka

Apabila luka sudah dibersihkan, yang harus dilakukan selanjutnya adalah menutup luka tersebut. Gunakan perban baru yang sudah terjamin kebersihannya. Perban kotor tidak diperkenankan karena berpotensi menimbulkan infeksi pada area kulit yang terluka.

Perawatan Luka Tusuk

Setelah menerapkan pertolongan pertama, sekarang bagaimana perawatan terhadap luka tusuk agar proses penyembuhan bisa berlangsung secara optimal? Berikut tipsnya:

1. Gunakan Antibiotik

Guna mencegah terjadinya infeksi, oleskan krim antibiotik pada area kulit yang terdapat luka. Aplikasikan krim antibiotik ini setiap kali Anda mengganti perban.

Pastikan Anda menggunakan krim antibiotik yang diresepkan oleh dokter. Penggunaan obat topikal harus sesuai dosis agar tidak mengurangi efektivitas obat atau bahkan menimbulkan reaksi tubuh yang mendatangkan ketidaknyamanan.

2. Minum Obat Antinyeri

Luka akibat tertusuk benda tajam juga tentunya akan menimbulkan rasa nyeri. Guna meredakan nyeri tersebut, Anda bisa mengonsumsi obat pereda nyeri seperti ibuprofen dan acetaminophen.

Khusus obat antinyeri, Anda dapat meminumnya tanpa resep dokter. Akan tetapi, pastikan untuk mengikuti petunjuk penggunaan obat yang tertera pada kemasan.

3. Ganti Perban Secara Berkala

Perban yang digunakan untuk menutupi luka tusuk harus diganti secara berkala. Ini harus dilakukan manakala perban sudah mulai terlihat kotor. Jangan lupa untuk mengoleskan luka dengan krim antibiotik sebelum menutup kembali luka dengan perban yang baru.

Luka Tusuk yang Berbahaya, Seperti Apa?

Pada kasus luka tusuk yang tergolong ringan, hal ini mungkin tidak menimbulkan bahaya. Luka dapat sembuh secara cepat dengan metode pengobatan yang sederhana. Bahkan, luka bisa sembuh dengan sendirinya tanpa perlu diobati.

Akan tetapi, ada beberapa jenis luka tusukan yang sifatnya serius dan membutuhkan pertolongan medis sesegera mungkin guna mencegah infeksi dan komplikasi lainnya. Lantas, seperti apa luka tusukan yang masuk kategori berbahaya? Ini dia kriterianya:

  • Perdarahannya berat, menyembur, atau tidak berhenti setelah 10 menit melakukan tekanan
  • Anggota tubuh di mana terdapat luka mengalami gangguan fungsi
  • Otot, tendon, atau tulang terbuka
  • Terdapat serpihan-serpihan yang tertanam di kulit
  • Luka akibat gigitan

Segera kunjungi dokter untuk mendapat penanganan medis apabila:

  • Belum pernah mendapat suntikan tetanus dalam 10 tahun
  • Menginjak benda seperti paku
  • Luka akibat kail ikan
  • Luka menunjukkan gejala infeksi seperti bengkak di sekitar situs, nyeri berdenyut, atau keluar cairan dari luka

Perawatan Luka Tusuk Parah

Apabila Anda mengalami tusukan kategori parah, maka penanganan harus dilakukan di fasilitas kesehatan seperti rumah sakit. Perawatan dilakukan sesuai dengan penyebab luka, yaitu:

1. Luka Gigitan

Pada kasus luka yang disebabkan oleh gigitan hewan, selain melakukan penanganan terhadap luka itu sendiri, dokter juga mungkin akan menerapkan metode pengobatan untuk mencegah terjadinya rabies.

2. Luka Terkena Benda Berkarat

Apabila pasien tertusuk benda berkarat seperti paku, dokter akan memberikan vaksinasi tetanus untuk mencegah pasien terkena penyakit mematikan ini.

3. Luka Tembak

Peluru yang menembus kulit akan mengenai organ-organ yang ada di dalamnya. Perawatan luka tusuk seperti ini membutuhkan tindakan operasi untuk mengambil serpihan peluru yang berada di dalam.

Komplikasi Luka Tusuk

Utamanya pada kasus luka tusuk yang masuk kategori parah seperti tertusuk pisau, pedang, atau terkena peluru tajam, kondisi ini bisa berujung pada sejumlah komplikasi serius apabila terlambat ditangani. Komplikasi yang dimaksud adalah:

  • Infeksi
  • Infeksi darah (sepsis)
  • Ganggren
  • Kerusakan saraf
  • Anggota tubuh tidak berfungsi total dan harus diamputasi
  • Kerusakan organ dalam
  • Kematian.

 

  1. Anonim. Puncture Wounds: First Aid. https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-puncture-wounds/basics/art-20056665 (diakses pada 18 Agustus 2020)
  2. Anonim. Puncture Wound Treatment. https://www.webmd.com/first-aid/puncture-wound-treatment (diakses pada 18 Agustus 2020)
  3. Kahn, A. 2019. Cut and Puncture Wounds. https://www.healthline.com/health/cuts-and-puncture-wounds#Complications-of-cuts-and-puncture-wounds- (diakses pada 18 Agustus 2020)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi