Terbit: 26 Agustus 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Apakah saat ini terdapat luka pada penis Anda? Jika ya, Anda pun pasti bertanya-tanya mengapa hal ini bisa terjadi. Guna menjawab rasa penasaran tersebut, simak informasinya berikut ini. Bisa saja, luka di penis Anda menjadi pertanda masalah kesehatan yang berbahaya!

Luka pada Penis: 12 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Penyebab Luka pada Penis

Penyebab penis luka ada beberapa macam, sebagian besar merupakan kasus infeksi. Apa sajakah itu?

1. Herpes Genital

Herpes genital adalah infeksi menular seksual (IMS) yang ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui aktivitas seksual. Penyakit ini disebabkan oleh virus herpes, tepatnya herpes simplex virus (HSV).

Akibat infeksi HSV tersebut, akan muncul luka di kepala penis hingga pangkal penis. Luka ini tampak melepuh dan berisi cairan. Luka juga disertai dengan gejala lainnya yakni rasa nyeri dan gatal.

Tidak ada pengobatan khusus yang dapat diaplikasikan pada penyakit herpes genital ini. Akan tetapi, Anda dapat melakukan sejumlah langkah untuk mengendalikan infeksi sekaligus mencegah penularannya, yaitu:

  • Mengonsumsi obat antivirus seperti acyclovir dan valacyclovir
  • Mengonsumsi obat antinyeri seperti ibuprofen atau acetaminophen
  • Membersihkan penis dengan air hangat dan sabun lembut
  • Menggunakan celana yang longgar dan berbahan katun
  • Tidak melakukan hubungan seksual untuk sementara waktu

2. Kutil

Luka pada penis juga bisa berupa kutil (genital warts). Lagi-lagi, munculnya kutil ini merupakan akibat dari aktivitas seksual dengan orang yang sudah terinfeksi.

Kutil di penis disebabkan oleh human papillomavirus (HPV). Kendati tidak berbahaya, hal ini menyebabkan gatal dan ketidaknyamanan.

Bahkan, beberapa orang tidak merasakan gejala apapun dari kutil yang terdapat di penisnya. Pada kasus ini, Anda tidak perlu menjalani pengobatan apapun. Kutil akan hilang dengan sendirinya dalam kurun waktu 2 tahun.

Sementara apabila luka kutil di penis sudah sampai menimbulkan ketidaknyamanan, Anda mungkin harus menjalani pengobatan medis, seperti:

  • Operasi laser
  • Pemberian obat-obatan topikal

Akan tetapi, cara-cara tersebut tetap tidak mampu mematikan virus sehingga Anda berpotensi untuk kembali mengalaminya di masa mendatang. Selain itu, Anda juga disarankan untuk tidak melakukan hubungan seks terlebih dahulu selama beberapa waktu sesuai dengan petunjuk dokter.

3. Kudis

Kudis adalah kondisi kulit menular yang dapat menyerang banyak bagian tubuh, termasuk penis. Kudis disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei yang masuk dalam kulit. Adanya kontak seksual dengan penderita kudis meningkatkan risiko munculnya luka kudis di penis ini.

Kudis ditandai oleh lepuh atau luka kecil pada kulit penis. Kudis disertai gejala gatal, terutama pada malam hari. Luka ini biasanya muncul dalam garis tipis dan tidak teratur yang menunjukkan jalur tungau di bawah kulit.

Setelah tungau masuk ke dalam kulit, Anda mungkin baru akan merasakan gejalanya setelah 4-6 minggu. Akan tetapi, apabila Anda sudah pernah mengalami kudis sebelumnya, gejala biasanya muncul dalam kurun waktu 1–4 hari.

Cara mengobati penis luka akibat kudis ini bisa dengan krim atau salep. Apabila keduanya tidak cukup efektif, dokter juga akan memberikan obat oral untuk menyembuhkannya. Sementara itu, Anda juga kemungkinan akan diberikan obat anthistamin guna meredakan gejala gatal.

4. Sifilis

Sifilis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Sifilis juga menjadi penyebab timbulnya luka pada penis. Pada awalnya, luka di penis ini berwarna merah, bertekstur keras, namun tidak menimbulkan nyeri.

Sifilis harus segera diobati, karena jika tidak akan menimbulkan komplikasi berupa:

  • Demam tinggi
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Sakit kepala
  • Paralisis
  • Gangguan jantung
  • Stroke
  • Kebutaan
  • Kehilangan pendengaran
  • Meningitis
  • Infeksi HIV

Cara mengobati sifilis yang paling utama adalah dengan obat penicillin yang diberikan melalui suntikan (IV).

5. Chancroid

Chancroid adalah penyakit akibat infeksi bakteri, yakni bakteri Haemophilus ducreyi. Penyakit ini ditularkan melalui hubungan seksual tidak sehat dengan seseorang yang sudah lebih dulu terinfeksi. Chancroid juga menjadi penyebab penis luka.

Infeksi menyebabkan luka kecil, merah, dan timbul di penis. Luka akan terasa gatal dan nyeri, bahkan mengeluarkan darah atau cairan lain ketika terbuka. Gejala lain yang muncul adalah nyeri saat melakukan aktivitas seksual atau buang air kecil, dan pembengkakan di selangkangan.

Cara mengobati chancroid—sama seperti infeksi bakteri lainnya—adalah dengan memberikan obat antibiotik. Gunakan obat sesuai petunjuk dokter agar proses penyembuhan berjalan optimal.

6.  Granuloma Inguinale

Granuloma inguinale adalah infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri. Akibat infeksi ini, muncul luka di penis berupa borok. Luka ini juga terdapat pada anus.

Pada awalnya, infeksi menyebabkan benjolan kecil tanpa rasa sakit. Seiring waktu, benjolan tersebut perlahan berkembang menjadi borok yang berisi darah. Pengobatan yang dilakukan pada kasus granuloma inguinale ini adalah pemberian obat antibiotik.

7. Moluskum Kontagiosum

Moluskum kontagiosum adalah infeksi kulit oleh virus. Siapa pun dapat tertular moluskum kontagiosum, baik akibat kontak langsung atau dari berbagi handuk dan barang pribadi lainnya dengan orang yang terinfeksi. Melakukan aktivitas seksual lantas menyebabkan infeksi ini sampai ke penis hingga menimbulkan luka.

Luka di penis akibat moluskum kontagiosum memiliki karakteristik bulat, menonjol, berwarna merah muda, dan terasa gatal. Luka dapat berjumlah satu atau lebih.

Umumnya, luka di penis pada kasus moluskum kontagiosum ini dapat sembuh tanpa pengobatan dalam kurun waktu 12-18 bulan. Guna mengobati penyakit ini, dokter biasanya akan merekomendasikan:

  • Obat antivirus topikal
  • Krioterapi
  • Operasi pengangkatan lesi

Penyebab Luka pada Penis (Noninfeksi)

Selain karena infeksi, penyebab penis luka juga bisa karena masalah kesehatan noninfeksi. Apa sajakah itu?

1. Psoriasis

Psoriasis adalah kondisi kulit autoimun yang menyebabkan penis luka. Luka ini memiliki karakterisitik bercak merah dan bersisik. Kemudian, luka tersebut juga akan terasa gatal.

Psoriasis tidak dapat diobati secara khusus, namun Anda dapat melakukan sejumlah langkah guna mengontrol gejalanya, yaitu:

  • Menggunakan obat topikal
  • Menggunakan obat oral
  • Terapi sinar ultraviolet
  • Kompres air dingin
  • Mengendalikan stres

2. Dermatitis Atopik

Dermatitis atopik—atau eksim—adalah kondisi kulit kronis. Ini dapat mempengaruhi banyak bagian tubuh, termasuk penis.

Ruam eksim memiliki karakteristik berupa benjolan merah dan bersisik yang terasa gatal. Benjolan bisa melepuh dan pecah sebelum membentuk keropeng.

Eksim terjadi pada orang yang memiliki varian gen yang memengaruhi kemampuan kulitnya untuk berlindung dari iritasi dan alergen. Ruam eksim pada penis dapat terjadi akibat kontak dengan produk pembersih beraroma, deterjen pakaian, atau lecet akibat memakai pakaian ketat.

Cara mengobati penis luka akibat eksim adalah sebagai berikut:

  • Kompres air dingin
  • Mandi air hangat
  • Memakai pakaian yang longgar
  • Mengoleskan pelembap

3.  Lichen Planus

Lichen planus adalah masalah pada kulit yang juga disebabkan oleh gangguan autoimun. Lichen planus menyebabkan luka ruam yang ditandai dengan benjolan datar berwarna ungu-merah. Ruam bisa berkembang di penis, lengan bagian dalam, pergelangan tangan, pergelangan kaki, atau bagian tubuh lainnya.

Luka ini bisa membentuk lepuh yang mengeluarkan cairan dan mengeras. Cara mengobati penis terluka akibat lichen planus di antaranya sebagai berikut:

  • Mandi air hangat
  • Kompres air dingin
  • Mengoleskan krim hidrokortison

4. Diabetes

Kendati jarang terjadi, faktanya luka di penis juga bisa menjadi luka akibat diabetes. Guna mengatasinya, pasien harus menjalani terapi pengobatan penyakit diabetes itu sendiri, termasuk penerapan gaya hidup sehat guna mengontrol kadar gula darah di dalam tubuh.

5. Kanker Penis

Pada kasus yang juga jarang terjadi, munculnya luka di penis juga bisa menjadi pertanda penyakit kanker. Karakteristik luka akibat kanker penis adalah sebagai berikut:

  • Benjolan atau luka kecil berkerak atau borok yang bisa berdarah
  • Warna kulit penis mengalami perubahan
  • Kulit penis menebal
  • Muncul ruam pada kulup penis
  • Penis berbau tidak sedap

Oleh karena hal ini disebabkan oleh kanker, maka metode pengobatan yang dilakukan adalah metode pengobatan penyakit mematikan tersebut, yaitu:

  • Operasi pengangkatan jaringan yang terserang kanker
  • Kemoterapi
  • Radioterapi

Itu dia informasi mengenai luka pada penis yang harus Anda ketahui dan waspadai. Selalu jaga kebersihan organ intim Anda dan terapkan perilaku seks yang sehat guna mencegah timbulnya luka di penis. Sementara itu, segera periksakan diri ke dokter apabila penis terluka dan sudah sampai menimbulkan ketidaknyamanan.

 

  1. Jewell, T. 2018. What’s Causing This Sore on My Penis? https://www.healthline.com/health/health-penis-sores#st-is (diakses pada 26 Agustus 2020)
  2. Kennard, J. 2020. Penis-Related Symptoms That Could Indicate an STI. https://www.verywellhealth.com/penis-infection-symptoms-2329018 (diakses pada 26 Agustus 2020)
  3. Leonard, J. What causes sores on the penis? https://www.medicalnewstoday.com/articles/326583#penile-cancer (diakses pada 26 Agustus 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi