Terbit: 16 November 2020 | Diperbarui: 17 November 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Ada sejumlah penyebab mengapa luka diabetes susah sembuh. Namun, terdapat pula sejumlah tips agar luka tersebut bisa sembuh lebih cepat. Simak informasinya beserta apa saja komplikasi dari luka diabetes yang tidak tertangani dengan baik dan cepat berikut ini.

5 Penyebab Luka Diabetes Susah Sembuh dan Komplikasinya

Penyebab Luka Diabetes Susah Sembuh

Pakar kesehatan menyebut penderita diabetes kesulitan untuk menyembuhkan luka pada tubuhnya karena beberapa kondisi. Apa saja penyebab sulitnya luka tersebut untuk sembuh?

1. Sistem Kekebalan Tubuh Melemah

Ketika terluka, sistem kekebalan Anda bertanggung jawab untuk mencegah kuman masuk ke dalam tubuh. Jika kuman masuk ke dalam tubuh, sistem kekebalan pun akan dengan segera melakukan perlawanan dan menghentikan infeksi.

Namun, apabila Anda menderita diabetes, tubuh akan menghasilkan enzim dan hormon yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh melemah dan jadi kurang efektif dalam mencegah infeksi. Alhasil, luka yang muncul akibat penyakit ini memang jadi lebih sulit untuk sembuh.

2. Kadar Gula Darah yang Sangat Tinggi

Penyebab luka diabetes susah sembuh selanjutnya adalah kadar gula darah yang sangat tinggi. Ya, tingginya kadar gula darah ternyata akan membuat sel darah putih tidak berfungsi dengan baik. Padahal, sel darah putih inilah yang menjadi garda terdepan dalam melawan bakteri maupun kuman yang hendak menginfeksi.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

Selain memengaruhi fungsi sel darah putih, alasan lain mengapa kadar gula darah yang tinggi dapat memperlambat penyembuhan luka adalah sebagai berikut:

  • Menghambat penyaluran nutrisi dan oksigen
  • Memicu terjadinya peradangan (inflamasi) pada sel-sel tubuh, termasuk sel kulit

3. Terganggunya Sirkulasi Darah

Orang dengan diabetes dua kali lebih mungkin mengembangkan penyakit pembuluh darah perifer, suatu kondisi yang  berdampak pada buruknya sirkulasi darah. Pasalnya, penyakit pembuluh darah perifer ini menyebabkan pembuluh darah Anda mengalami penyempitan.

Akibat sirkulasi darah yang buruk inilah, proses penyaluran oksigen dan nutrisi ikut terhambat. Padahal, oksigen dan nutrisi tersebut turut berperan penting dalam memperbaiki sel-sel kulit yang rusak, termasuk di area kulit yang terdapat luka. Maka tidak heran, luka diabetes pun jadi susah sembuh.

4. Kerusakan Saraf

Tingginya kadar gula darah pada kasus diabetes ini juga dapat menyebabkan kerusakan saraf yang dalam dunia medis dikenal dengan nama neuropati diabetik. Neuropati menyebabkan kesemutan dan mati rasa (kebas) sehingga acap kali membuat Anda sulit untuk merasakan sakit ketika mengalami cedera dan sebagainya.

Kerusakan saraf ini umum tejadi pada tangan dan kaki. Akibat tidak dapat merasakan munculnya luka tersebut, maka penderita sering kali terlambat dalam mendeteksi jika penyakitnya tersebut sudah sampai menimbulkan luka. Alhasil, luka sudah telanjur bertambah parah dan lebih sulit atau lama sampai benar-benar sembuh.

Oleh karena itu, para penderita diabetes sebaiknya rutin memeriksan tubuhnya setiap hari. Semakin cepat luka terdeteksi, semakin mudah dan cepat pula proses pengobatannya.

5. Infeksi pada Luka

Kadar gula darah yang lebih tinggi dari normal juga meningkatkan kemungkinan infeksi. Ini karena bakteri dapat berkembang biak dengan baik apabila terdapat kandungan gula yang tinggi di dalam darah. Kadar gula darah yang tinggi juga dapat mencegah sistem kekebalan tubuh untuk melawan bakteri yang menyerang.

Akibatnya, luka diabetes terinfeksi dan jadi susah sembuh. Pada perkembangannya, luka yang terinfeksi tersebut dapat menyebabkan komplikasi seperti gangren atau sepsis jika Anda tidak juga melakukan pengobatan medis.

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Segera periksakan diri Anda ke dokter apabila mengalami luka pada area tangan atau kaki secara tiba-tiba tanpa adanya alasan yang jelas. Bisa jadi, ini merupakan pertanda dari diabetes.

Sementara bagi Anda yang menderita penyakit ini dan sudah sampai menimbulkan luka pada kulit, perawatan medis harus dilakukan secara berkala untuk menyembuhkan luka tersebut agar tidak semakin parah dan berujung pada komplikasi berbahaya.

Cara Mempercepat Penyembuhan Luka Diabetes

Mengingat luka diabetes ini berbahaya karena bisa berujung pada amputasi, penderita tidak bisa menyepelekan luka tersebut meskipun ukurannya sangat kecil dan berupa goresan atau lecet. Berikut ini ada tips merawat luka agar bisa sembuh lebih cepat.

1. Memeriksa Luka Setiap Hari

Tips pertama, pastikan untuk memeriksa kondisi luka diabetes Anda setiap hari. Ini bertujuan untuk memastikan apakah pengobatan yang sedang Anda lakukan berjalan efektif atau tidak. Jika luka berangsur membaik, maka hal ini tentu merupakan kabar baik. Namun jika yang terjadi adalah sebaliknya, maka Anda bisa segera mencari pertolongan medis sebelum terjadi komplikasi serius.

2. Jangan Tekan Luka

Hal lainnya yang harus perhatikan agar luka bisa sembuh dengan cepat adalah dengan tidak menekan area kulit yang terdapat luka tersebut. Jangan juga melilit dan mengikat perban penutup luka terlalu kencang. Anda juga sebaiknya untuk sementara waktu mengurangi gerakan yang berpotensi menimbulkan tekanan pada luka sampai luka tersebut benar-benar sembuh.

3. Lakukan Pemeriksaan Medis secara Berkala

Penderita diabetes umumnya harus menjalani pemeriksaan medis secara berkala sesuai dengan arahan dari dokter. Pastikan untuk mengikuti arahan dokter tersebut guna menghindari komplikasi penyakit lebih lanjut, termasuk komplikasi dari luka tersebut.

Baca Juga: 7 Cara Mengobati Luka Diabetes agar Cepat Sembuh

Komplikasi Luka Diabetes ika Tidak Segera Diobati

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, luka diabetes dapat berujung pada komplikasi. Komplikasi tersebut yakni matinya jaringan-jaringan tubuh di sekitar luka akibat infeksi dan kerusakan saraf. Jika sudah begitu, maka dengan terpaksa pasien harus menjalani prosedur amputasi.

Melihat betapa bahayanya dampak dari luka tersebut, maka sudah sepatutnya Anda yang menderita diabetes melakukan langkah-langkah penanganan terhadap kondisi tersebut. Semoga bermanfaat!

 

  1. Anonim. 2017. 3 Reasons Why Diabetic Wounds are Slow to Heal. https://www.geisinger.org/health-and-wellness/wellness-articles/2017/11/08/20/05/3-reasons-diabetic-wounds-are-slow-to-heal#:~:text=%E2%80%9CHigh%20glucose%20levels%20can%20stiffen,to%20possible%20necrosis%20and%20amputation.%E2%80%9D (accessed on 16 November 2020)
  2. Anonim. 2019.  Slow Healing of Cuts and Wounds. https://www.diabetes.co.uk/symptoms/slow-healing-of-wounds.html (accessed on 16 November 2020)
  3. Dening, J. 2018. What’s the Connection Between Diabetes and Wound Healing? https://www.healthline.com/health/diabetes/diabetes-and-wound-healing#what-leads-to-slow-healing (accessed on 16 November 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi