Penyebab Luka Diabetes Susah Sembuh

merawat-luka-doktersehat
Photo Credit: Flickr.com/Insane Visions

DokterSehat.Com– Bagi orang biasa, munculnya luka biasanya tidak akan dianggap sebagai sesuatu yang berbahaya. Bahkan, banyak orang yang dengan santai membiarkan lukanya terbuka karena menganggapnya akan pulih sendiri. Sayangnya, bagi penderita diabetes, kemunculan luka bisa menjadi momok tersendiri, luka yang kecil seperti lecet bisa saja berlanjut menjadi infeksi yang akhirnya berujung pada amputasi.

Beberapa faktor penyebab infeksi pada penderita diabetes

Pakar kesehatan menyebut penderita diabetes kesulitan untuk menyembuhkan luka pada tubuhnya karena kondisi kadar gula darah yang cukup tinggi. Sayatan yang sangat kecil sekalipun berpotensi bisa menyebabkan komplikasi yang berbahaya.

Berikut adalah beberapa faktor yang bisa memicu datangnya infeksi akibat luka pada penderita diabetes.

  1. Sistem kekebalan tubuh melemah

Kondisi diabetes yang diderita bisa menurunkan sistem kekebalan tubuh sehingga membuat proses penyembuhan luka terhambat.

  1. Kadar gula darah yang sangat tinggi

Kadar gula darah yang sangat tinggi ternyata akan membuat sel darah putih tidak berfungsi dengan baik sehingga tidak mampu melawan bakteri dengan maksimal. Infeksi pun akan menjadi tidak terkontrol dan akhirnya menjadi semakin parah.

  1. Terganggunya sirkulasi darah

Kondisi diabetes ternyata akan membuat sirkulasi darah melambat dan akhirnya membuat nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk menyembuhkan luka tak kunjung sampai ke bagian tubuh yang terluka. Proses penyembuhan luka tidak akan berjalan dengan baik.

  1. Kerusakan saraf

Diabetes bisa menyebabkan kerusakan saraf yang di dalam dunia medis dikenal sebagai neuropati. Kondisi ini ternyata juga ikut mempengaruhi tidak berjalannya proses penyembuhan luka pada penderita diabetes.

Cara merawat luka diabetes

Mengingat luka pada penderita diabetes lebih rentan memicu infeksi yang berujung pada amputasi, penderita diabetes tidak bisa menyepelekan luka, meskipun ukurannya sangat kecil dan berupa goresan, atau lecet.

Pastikan untuk melakukan tips merawat luka diabetes berikut ini agar bisa segera disembuhkan.

  1. Memeriksa dan membersihkan luka

Setelah terkena luka, pastikan untuk membersihkannya dengan baik dan menyeluruh. Dengan membersihkannya, maka risiko untuk terkena infeksi bisa ditekan. Jika luka yang muncul adalah luka ringan, bilaslah dengan air bersih yang mengalir demi membersihkan kotoran, debu, dan bakteri yang berpotensi menempel ada luka tersebut. Setelahnya, kita membersihkan luka dengan handuk bersih dan kemudian mengobatinya dengan antiseptik. Pastikan untuk menutupnya dengan perban yang steril dan rutin menggantinya sekitar 2 kali sehari.

  1. Kendalikan kadar gula darah

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, kadar gula darah yang tinggi bisa membuat proses penyembuhan luka menjadi semakin lambat. Dengan menjaga kadar gula darah tetap seimbang, maka proses penyembuhan akan berjalan dengan lancar sehingga risiko untuk terkena infeksi atau amputasi bisa ditekan.

Selalu terapkan pola makan yang sehat dengan kadar gizi yang sesuai dengan kondisi diabetes dan berolahraga sekitar 30 menit setiap hari. Jika memang diminta untuk minum obat atau suntik insulin secara rutin oleh dokter, pastikan untuk melakukannya demi menjaga kadar gula darah tetap seimbang.

  1. Memakai madu

Berdasarkan sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Ayub Medical College pada 2014 silam, disebutkan bahwa madu bisa membantu penderita diabetes menyembuhkan luka dan menurunkan risiko amputasi, apalagi jika dipakai dalam balutan luka di ulkus kaki. Menurut penelitian ini, madu bisa menyembuhkan luka dengan lebih cepat sekaligus merangsang pembentukan jaringan baru. Selain itu, madu memiliki efek osmotic yang akan membuat luka lebih lembab, lebih bersih, dan menurunkan sensasi nyeri atau pembengkakan pada luka.