Mengapa Luka Diabetes Sering Muncul di Kaki?

benjolan-mata-kaki-tanda-asam-urat-doktersehat

DokterSehat.Com– Jika kita cermati, kebanyakan luka yang diderita oleh penderita diabetes muncul di kaki. Masalahnya adalah, karena kadar gula darah dalam tubuh penderita diabetes sangat tinggi, luka-luka ini cenderung sulit untuk disembuhkan. Bahkan, dalam banyak kasus, penderita diabetes akhirnya harus merelakan kakinya diamputasi akibat luka yang berkembang menjadi infeksi. Sebenarnya, apa sih penyebab luka pada penderita diabetes cenderung lebih sering muncul di kaki?

Karena posisinya sangat jauh dari jantung, maka aliran darah yang ada di kaki cenderung tidak selancar yang ada di tubuh bagian atas. Kondisi diabetes yang membuat kadar gula darah berada dalam kondisi tinggi juga membuat peredaran darah di kaki menjadi semakin memburuk. Biasanya, bagian tubuh di bawah lutut para penderita diabetes lebih rawan terkena luka karena aliran darahnya terganggu.

Tingginya kadar gula darah di dalam tubuh penderita diabetes juga membuat luka tak kunjung bisa disembuhkan karena bakteri sangat menyukai gula yang merupakan salah satu sumber makanannya. Keberadaan gula ini membuat bakteri menjadi lebih aktif untuk menyebabkan infeksi.

Karena alasan inilah, penderita diabetes selalu diminta untuk melakukan pemeriksaan rutin kepada dokter demi mendapatkan saran yang tepat demi menerapkan gaya hidup. Selain itu, jika sampai terluka, mau tidak mau penderita diabetes harus memeriksakannya ke dokter agar luka ini bisa diobati sehingga tidak akan memicu sepsis atau amputasi yang berbahaya.

Terdapat sebuah mitos yang dipercaya banyak penderita diabetes, yakni jika sampai mereka sudah mengalami amputasi akibat luka yang tak kunjung sembuh, maka usia mereka pun tinggal sedikit. Karena alasan inilah banyak penderita diabetes yang menolak untuk mendapatkan amputasi. Padahal, mitos ini sama sekali tidak sesuai dengan fakta medis. Jika sampai luka yang ada pada tubuh penderita diabetes sudah memicu infeksi dan tak kunjung diamputasi, maka dampaknya akan jauh lebih fatal karena bakteri yang berasal dari luka ini bisa saja menyerang anggota tubuh lainnya, termasuk organ-organ dalam.

Meskipun sudah diberi antibiotik, tetap saja bakteri ini bisa terus menyerang dan akhirnya mengincar organ seperti jantung, ginjal, pembuluh darah dan hati. Hal inilah yang akhirnya justru bisa menyebabkan kematian dalam waktu yang cepat.