Terbit: 5 September 2019
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Lordosis adalah salah satu kelainan tulang dimana tulang bagian bawah melengkung lebih dari normal. Ketahui apa itu lordosis, penyebab, pengobatan, pencegahan, dll.

Lordosis: Penyebab, Gejala, Pengobatan, Pencegahan, dll

Apa Itu Lordosis?

Lordosis adalah kondisi tulang belakang bagian bawah yang melengkung secara berlebihan dan terlihat seperti tulang ditarik ke depan. Sebenarnya bagian tulang belakang bagian bawah semua orang memang sedikit melengkung membentuk tulang belakang seperti huruf S.

Kondisi ini membantu manusia untuk menopang berat kepala agar seimbang dan mempertahankan struktur gerak secara fleksibel. Kondisi kurva tulang belakang bagian punggung bawah yang terlalu menjorok ke dalam disebut lordosis atau swayback, melebihi kondisi lengkungan tulang belakang yang normal.

Kondisi ini dapat menyebabkan tekanan pada tulang belakang yang sangat menyakitkan dan berefek sulitnya bergerak serta nyeri tulang. Pembahasan tentang penyebab, gejala, dan cara mengatasi lordosis akan dijelaskan dalam artikel ini.

Penyebab Lordosis

Tulang adalah bagian penting dalam tubuh yang berfungsi untuk menopang tubuh sehingga kesehatan tulang juga harus dijaga. Beberapa masalah kesehatan tulang sering terjadi salah satunya adalah lordosis.

Gangguan pada tulang belakan ini dapat menyerang siapa saja dari semua usia. Terdapat berbagai macam penyebab lordosis tergantung pada faktor dan kondisi setiap orang. Penyebab yang paling umum adalah kebiasaan posisi duduk yang tidak tepat sehingga mempengaruhi bentuk tulang belakang.

Berikut ini beberapa penyebab tulang belakang bagian bawah melengkung, yaitu:

1. Spondilolistesis

Spondilolistesis adalah kondisi tulang belakang bagian punggung bawah yang bergeser jauh ke bagian depan tulang belakang. Kondisi ini dapat terjadi karena bawaan genetika. Beberapa kasus spondilolistesis umumnya terjadi karena cedera pada saat olahraga berat. Cara mengatasi spondilolistesis dengan terapi atau operasi.

2. Osteoporosis

Osteoporosis adalah kondisi hilangnya kepadatan tulang yang menyebabkan risiko patah tulang meningkat. Gejala osteoporosis sering tidak disadari. Jika Anda merasa punggung bagian atas melengkung ke depan, maka segera hubungi dokter.

3. Osteosarkoma

Osteosarkoma adalah kanker tulang yang umumnya terjadi di tulang dekat bahu. Osteosarkoma umumnya terjadi di masa remaja karena risiko tumor yang berkembang cepat di masa awal pertumbuhan.

4. Obesitas

Obesitas adalah kelebihan berat badan, kondisi medis dimana lemak tertimbun dalam waktu yang lama. Penderita obesitas mengkonsumsi kalori harian tubuh melebihi batas normal. Obesitas dapat menyebabkan kelengkungan tulang belakang karena lemak menghimpit tulang.

5. Kebiasaan Mengangkat Berat dan Posisi Duduk

Cara mengangkat benda berat yang tidak baik juga dapat menyebabkan masalah tulang. Kondisi ini dapat terjadi apabila Anda mengangkat berat dengan otot yang salah sehingga terjadi ketegangan otot. Tulang belakang bagian bawah juga dapat melengkung karena kebiasaan posisi duduk yang terlalu menjorok ke depan.

6. Akondroplasia

Akondroplasia adalah gangguan tulang belakang yang berakibat pada pertumbuhan penderita. Akondroplasia menyebabkan seseorang menjadi kerdil hingga dewasa. Berdasarkan riset dari National Human Genome Research Institute (NHGRI), Akondroplasia disebabkan oleh mutasi spontan pada gen FGFR3 di janin.

Baca Juga: 10 Cara Meningkatkan Kepadatan Tulang secara Alami

Gejala Lordosis

Gejala lordosis adalah penderita merasakan sakit otot dan nyeri tulang belakang. Kondisi tulang belakang yang tidak normal menyebabkan otot-otot tertarik ke arah yang salah. Rasa sakit akibat kondisi tulang ini dirasakan di bahu, leher, dan punggung.

Gejala yang paling umum terjadi, yaitu:

  • Nyeri otot
  • Kesemutan
  • Sensasi seperti tersengat listrik
  • Tidak dapat mengontrol otot
  • Kesulitan mengontrol buang air kecil dan air besar
  • Kondisi seperti mati rasa

Itulah ciri-ciri lordosis yang paling umum terjadi. Gejala tersebut sering diabaikan karena dianggap hanya nyeri otot biasa. Bila Anda mengalami gejala-gejala kelainan tulang belakang tersebut, mohon segera konsultasikan ke dokter.

Tipe-Tipe Lordosis

Terdapat dua tipe gangguan tulang belakang bagian bawah yang harus Anda waspadai, yaitu:

1. Lordosis di Punggung Bawah

Kelengkungan tulang di punggung bawah adalah kondisi yang paling umum terjadi. Cara untuk mengetahuinya adalah dengan berbaring di alas yang rata lalu letakan tangan di punggung bagian bawah. Posisi untuk seseorang dengan postur normal memiliki sedikit lengkungan. Sementara seorang penderita lordosis akan terlihat lengkungan atau kurva yang signifikan dan membentuk seperti ruang kosong yang terlalu banyak saat berbaring.

2. Lordosis Serviks

Lordosis serviks adalah kondisi tulang belakang leher yang mengalami kelengkungan berlebihan. Kondisi ini menyebabkan rasa sakit yang luar biasa di leher. Cara mendiagnosis kondisi ini umumnya dengan sinar-X dan pemeriksaan medis lebih lanjut.

Baca Juga: Skoliosis: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Cara Mengatasi Lordosis Paling Efektif

Cara mengatasinya adalah dengan memperhatikan postur tubuh Anda. Sebagian besar penderita kelainan tulang ini tidak memerlukan perawatan medis karena dirasa tidak mengganggu kegiatan sehari-hari, namun gangguan tulang belakang ini tidak boleh disepelekan begitu saja.

Perawatan medis dianjurkan bila gangguan tulang semakin parah dan menyakitkan otot. Berikut ini adalah beberapa tindakan untuk mengobati gangguan tulang belakang sesuai dengan seberapa parah kelengkungan tulang belakang tersebut:

  • Mengonsumsi obat-obatan di bawah pengawasan dokter untuk mengurangi efek rasa sakit dan nyeri otot.
  • Melakukan terapi fisik untuk menguatkan otot dan merapikan lagi postur tulang belakang.
  • Melakukan operasi untuk kondisi kelengkungan tulang belakang yang parah.
  • Untuk anak-anak dan remaja dapat menggunakan korset penyangga punggung.
  • Mengkonsumsi susu tulang dan makanan yang mengandung sumber vitamin D.
  • Melakukan pola makan yang sehat  untuk mengembalikan berat badan dan postur tubuh ideal.

Itulah beberapa cara mengatasi lordosis. Perawatan yang lebih lanjut harus didiskusikan dengan dokter.

Cara Mengatasi Lordosis dengan Latihan

Cara mengatasi gangguan tulang belakang dengan latihan juga sangat dianjurkan. Inilah beberapa latihan mudah yang dapat Anda lakukan sehari-hari, yaitu:

  • Duduk pada Bola Latihan: Duduk tegak lalu gerakan pinggul ke kanan dan kiri.
  • Ab Crunch: Baringkan tubuh, posis tangan di belakang kepala, lalu angkat bahu dan kepala.
  • Latihan Dead Bugs: Berbaring, turunkan lengan kiri dan kaki kanan bersamaan melayang beberapa inci.

Itulah beberapa gerakan latihan mudah yang bisa Anda lakukan untuk membentuk postur tubuh tetap normal dan sempurna.

Baca Juga: 10 Cara Mengatasi Masalah Punggung dan Tulang Belakang Tanpa Operasi

Pencegahan Lordosis

Pencegahan lordosis dapat Anda lakukan dengan kebiasaan duduk yang baik dan olahraga ringan untuk menguatkan tulang dan otot.

Beberapa cara mencegahnya, yaitu:

  • Kurangi Lemak Perut: Kurangi makanan berlemak dan karbohidrat berlebih. Anda juga dapat konsultasi dengan ortopedi untuk diet yang sehat dan otot yang kuat.
  • Melakukan Peregangan Otot: Saat terlalu lama duduk di posisi yang sama, jangan lupa untuk meregangkan otot.
  • Posisi Duduk: Anda harus mengganti posisi duduk, meregangkan otot, juga mengetahui posisi duduk yang tepat.

Itulah pembahasan tentang pengertian lordosis. Anda harus memperhatikan kondisi tulang belakang Anda karena umumnya gejala lordosis tidak disadari. Lordosis adalah gangguan tulang belakang yang dapat menghambat mobilitas, fleksibilitas otot, dan gerakan sehari-hari. Jadi, harap segera hubungi dokter jika Anda merasakan gejalanya.

 

  1. Bose, Shweta. 2018. Lordosis: Prevention and Treatment. https://health.knoji.com/lordosis-prevention-and-treatment/. (Diakses pada 5 September 2019).
  2. Freutel, Natasha. 2016. Core and Hip Exercises to Correct Lordosis Posture. https://www.healthline.com/health/fitness-exercise/lordosis-exercises#hamstring-curl. (Diakses pada 5 September 2019).
  3. National Human Genome Research Institute (NHGRI). 2016. About Achondroplasia. https://www.genome.gov/Genetic-Disorders/Achondroplasia. (Diakses pada 5 September 2019).
  4. Gabbey, Amber Erickson. 2016. What Causes Lordosis?. https://www.healthline.com/health/lordosis#causes. (Diakses pada 5 September 2019).
  5. National Osteoporosis Foundation. 2019. What is Osteoporosis and What Causes It?. https://www.nof.org/patients/what-is-osteoporosis/. (Diakses pada 5 September 2019).
  6. North American Spine. 2018. Lordosis Causes. https://northamericanspine.com/conditions/lordosis/causes/. (Diakses pada 5 September 2019).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi