Terbit: 27 Januari 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Loratadine obat apa? Loratadine adalah obat yang berguna untuk mengobati gejala seperti gatal, pilek, mata berair, dan bersin. Obat ini juga bisa digunakan untuk menghilangkan gatal-gatal. Simak fungsi, dosis, aturan pakai untuk ibu hamil, dan harga loratadine secara lengkap di bawah ini.

Loratadine: Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

Rangkuman Informasi Obat Loratadine

Nama Obat Loratadine
Kelas Obat Antihistamin dan antialergi
Kategori Obat resep
Manfaat Obat Mengatasi alergi
Interaksi Obat Dapat meningkatkan konsentrasi plasma dengan ketoconazole, fluconazole, erythromycin, clarithromycin, cimetidine.
Kontraindikasi Bayi prematur, bayi baru lahir, asma akut, dan kehamilan
Sediaan Obat Tablet dan sirup
Harga Obat Rp 464/tablet

Pemakaian Obat Loratadine

Jika Anda menggunakan produk yang dijual bebas untuk mengatasi gangguan, baca semua petunjuk pada produk sebelum minum loratadine 10 mg. Jika dokter telah meresepkan obat ini, ikuti petunjuk dokter dan instruksi pada label.

Konsumsi obat ini dengan atau tanpa makanan, biasanya sekali sehari atau seperti yang diarahkan oleh dokter. Jika Anda menggunakan tablet kunyah, kunyah setiap tablet dengan baik dan telan seluruhnya.

Jika Anda menggunakan bentuk cair dari obat ini, hati-hati mengukur dosis menggunakan alat pengukur/sendok khusus. Jangan menggunakan sendok rumah tangga karena Anda mungkin tidak mendapatkan dosis yang benar.

Beri tahu dokter jika gejala alergi tidak membaik setelah 3 hari perawatan atau jika bertahan lebih dari 6 minggu. Dapatkan bantuan medis segera apabila kondisi Anda memburuk atau merasa memiliki masalah medis yang serius (seperti reaksi alergi / anafilaksis yang sangat serius).

Manfaat Loratadine

Loratadine termasuk dalam kelas obat-obatan yang disebut Antihistamin. Antihistamin membantu meredakan gejala alergi. Obat ini melakukannya dengan menghalangi efek histamin. Histamin diproduksi oleh tubuh dan pada gilirannya menyebabkan demam, gatal, bersin, pilek, atau mata berair dalam kondisi alergi.

Dosis Loratadine

Dosis didasarkan pada usia, kondisi, dan respons terhadap pengobatan. Jangan menambah dosis atau konsumsi obat alergi ini lebih sering daripada yang diarahkan. Selain itu, jangan minum obat ini lebih dari yang direkomendasikan untuk usia Anda.

Dosis untuk Dewasa

Pada kasus rhinitis alergi (hidung berair karena alergi), loratadine 10 mg diminum setiap hari atau 5 mg dua kali sehari. Tidak melebihi 10 mg setiap hari

Pada kasus urtikaria (biduran), loratadine 10 mg diminum setiap hari. Obat ini tidak boleh melebihi 10 mg setiap hari.

Pertimbangan dosis obat ini untuk kondisi tertentu

  • Gangguan ginjal (GFR <30 mL/min): 10 mg diminum setiap hari.
  • Gangguan hati: 10 mg diminum setiap hari.

Dosis untuk Anak

Pada kasus rhinitis alergi

  • Usia <2 tahun: keamanan dan efektivitas tidak diketahui.
  • Usia 2-6 tahun: 5 mg diminum setiap hari.
  • Usia >6 tahun: 10 mg diminum setiap hari, tidak boleh melebihi dosis tersebut.

Pada kasus urtikaria (biduran)

  • Usia <6 tahun: keamanan dan efektivitas tidak diketahui.
  • Usia >6 tahun: 10 mg diminum setiap hari.

Modifikasi Dosis Loratadine

Gangguan Ginjal (GFR <30 mL/min)

  • 2-6 tahun: 5 mg diminum setiap hari.
  • Usia >6 tahun: loratadine 10 mg diminum setiap hari.

Kerusakan Hati

  • 2-6 tahun: 5 mg diminum setiap hari.
  • Usia >6 tahun: loratadine 10 mg diminum setiap hari.

Jika Anda melewatkan satu dosis obat, cobalah untuk meminumnya begitu Anda ingat. Namun, jika hampir waktunya untuk dosis berikutnya, lewati dosis yang terlewat dan lanjutkan jadwal dosis rutin. Jangan menggandakan dosis untuk dosis yang terlewat.

Cara Menggunakan Loratadine

Loratadine dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan, serta dikonsumsi saat timbul gejala alergi. Hal penting lainnya yang harus diperhatikan adalah:

  • Konsumsi obat ini dengan dengan atau tanpa makanan, biasanya sekali sehari atau seperti yang diarahkan oleh dokter atau petunjuk obat. Jika Anda menggunakan tablet kunyah, kunyah setiap tablet dengan baik dan telan. Dosis didasarkan pada usia, kondisi, dan respon terhadap pengobatan. Jangan tingkatkan dosis atau mengonsumsi obat ini lebih sering atau lebih banyak daripada yang disarankan dokter atau petunjuk obat. Jangan mengkonsumsi obat ini lebih dari yang direkomendasikan untuk usia Anda.
  • Beritahu dokter jika gejala alergi tidak membaik setelah 3 hari pengobatan atau jika gatal-gatal bertahan lebih dari 6 minggu. Dapatkan penanganan medis segera jika kondisi semakin memburuk.

Efek Samping Loratadine

Obat ini biasanya tidak memiliki efek samping. Jika Anda memiliki efek yang tidak biasa,  segera hubungi dokter. Berikut ini adalah beberapa efek samping obat ini, di antaranya:

  • Mata kering, mulut kering, tenggorokan kering.
  • Diare.
  • Ruam.
  • Gatal/bengkak (terutama wajah/lidah/tenggorokan).
  • Pusing berat
  • Kesulitan bernapas.

Efek Samping yang Parah

  • Pingsan.
  • Kejang.
  • Jumlah trombosit yang rendah (trombositopenia).

Peringatan Penggunaan Loratadine

  • Sebelum mengonsumsi obat ini, beritahu dokter atau apoteker jika Anda alergi obat ini atau desloratadine. Produk ini mungkin mengandung bahan-bahan aktif, yang dapat menyebabkan reaksi alergi atau masalah lainnya. Bicaralah dengan dokter atau apoteker untuk mendapatkan keterangan jelas.
  • Sebelum menggunakan obat ini, beritahu dokter atau apoteker tentang riwayat kesehatan Anda. Jangan mengobati diri dengan obat ini tanpa berkonsultasi dengan tenaga medis terlebih dahulu jika Anda memiliki kondisi medis tertentu seperti penyakit ginjal dan penyakit hati.
  • Obat ini tidak biasanya menyebabkan kantuk ketika digunakan pada dosis yang dianjurkan. Namun, jangan berkendara atau melakukan aktivitas yang memerlukan kewaspadaan sampai Anda yakin dapat melakukan kegiatan seperti biasanya.
  • Jika Anda memiliki gatal-gatal dan dokter Anda telah meresepkan obat ini, atau jika Anda mempertimbangkan untuk menggunakan obat ini secara mandiri tanpa resep untuk mengobati gatal-gatal, beritahu dokter segera jika Anda memiliki gejala-gejala lain, karena hal ini dapat menjadi tanda dari kondisi yang lebih serius seperti kulit gatal-gatal dengan warna yang tidak biasa, gatal-gatal yang terlihat memar atau melepuh, kemerahan pada kulit yang tidak gatal.
  • Tablet kunyah mungkin mengandung aspartame. Jika Anda memiliki kondisi fenilketonuria (PKU) atau kondisi lain yang mengharuskan Anda untuk membatasi asupan aspartam (atau fenilalanin), konsultasikan dengan dokter atau apoteker tentang keamanan obat ini.
  • Orang yang lanjut usia mungkin lebih sensitif terhadap efek samping dari obat ini, terutama mengantuk atau kebingungan. Efek samping ini dapat meningkatkan risiko jatuh.

Penggunaan pada Ibu Hamil

Keamanan untuk kehamilan: Kategori B.

Jenis kategori obat untuk kehamilan:

  • Kategori A: Secara umum dapat diterima, telah melalui penelitian pada wanita-wanita hamil dan menunjukkan tidak ada bukti kerusakan janin.
  • Kategori B: Mungkin dapat diterima oleh wanita hamil, telah melalui penelitian pada hewan, namun belum ada bukti penelitian langsung pada manusia.
  • Kategori C: Digunakan dengan hati-hati. Penelitian pada hewan coba menunjukkan risiko dan belum ada penelitian langsung pada manusia.
  • Kategori D: Digunakan jika memang tidak ada obat lain yang dapat digunakan dan dalam kondisi mengancam jiwa.
  • Kategori X: Jangan digunakan pada kehamilan.
  • Kategori NA: Tidak ada informasi.

Selama kehamilan, obat ini harus digunakan hanya ketika jelas dibutuhkan dan seperti yang diarahkan oleh dokter. Diskusikan risiko dan manfaat dengan dokter sebelum mengonsumsi loratadine 10 mg.

Selain itu, obat ini bisa masuk ke dalam ASI, namun tidak membahayakan bayi. Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsinya.

Interaksi Obat

  • Interaksi obat dapat mengubah cara obat bekerja atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Catat daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat yang diresepkan atau yang dikonsumsi secara bebas dan produk herbal) dan ceritakan dengan dokter dan apoteker yang ketika ingin mengambil resep ini. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis tanpa persetujuan dokter.
  • Loratadine sangat mirip dengan desloratadine. Jangan gunakan obat yang mengandung desloratadine saat menggunakan obat ini.
  • Efek obat ini akan berkurang apabila digunakan bersamaan dengan beberapa obat, seperti amiodarone, cimetidine, erythromycin, ketoconazole, midodrine, dan ritonavir.

Selain itu, loratadine juga berinteraksi dengan erythromycin yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri. Ketika loratadine digunakan dengan eritromisin, jumlah loratadine meningkat dalam darah dan jumlah eritromisin berkurang dalam darah.

Instruksi khusus perlu diikuti saat mengambil obat ini bersama dengan cimetidine, obat yang digunakan untuk mengobati mulas dan perut bisul. Penggunaan loratadine dengan cimetidine dapat meningkatkan jumlah loratadine dalam darah.

Konsumsi obat ini bersama dengan ketoconazole, obat untuk mengobati infeksi jamur, sepertinya harus dihindari. Jumlah loratadine dalam darah dapat meningkat saat dikonsumsi dengan ketoconazole.

 

  1. LORATADIN. http://pionas.pom.go.id/monografi/loratadin. (Diakses pada 27 November 2019).
  2. Loratadine Tablet. https://www.tabletwise.com/us/loratadine-tablet. (Diakses pada 27 November 2019).
  3. Loratadine. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-73-204/loratadine-oral/loratadine-oral/details. (Diakses pada 27 November 2019).
  4. Loratadine (including Clarityn). https://www.nhs.uk/medicines/loratadine/. (Diakses pada 27 November 2019). (Diakses pada 27 November 2019).
  5. Loratadine. http://www.mims.com/indonesia/drug/info/loratadine/?type=brief&mtype=generic. (Diakses pada 27 November 2019).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi