Terbit: 27 Januari 2021
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Bila Anda digigit lipan, Anda akan merasakan reaksi alergi, gejala ringan, hingga gejala sedang. Ketahui bagaimana gejala dan obat digigit lipan dalam pembahasan ini.

Gigitan Lipan: Gejala, Penyebab, Obat, Pertolongan Pertama, dll

Gigitan Lipan pada Manusia

Lipan adalah jenis hewan predator, karnivora, dan berbisa yang biasa memangsa cacing dan serangga sebagai makanan sehari-hari. Lipan atau kelabang memiliki tubuh berbentuk memanjang berukuran 2,5-17cm yang hidup di tempat lembap, basah, dan gelap namun bisa juga bertahan hidup di daerah kering seperti gurun.

Kelabang selalu memiliki jumlah kaki ganjil, sekitar 15 pasang kaki atau 177 kaki. Anda mungkin mengenal kelabang sebagai hewan yang berjalan cepat dan cenderung menakutkan, namun sebenarnya kelabang jarang menggigit manusia kecuali Anda mengganggunya.

Digigit lipan sebenarnya tidak berbahaya, namun beberapa jenis kelabang tertentu bisa menghasilkan racun atau bahan kimia seperti histamin, serotonin, dan toksin kardio-depresan-S yang berpotensi menyebabkan reaksi alergi serius. Semakin besar ukuran kelabang, maka gigitannya bisa semakin beracun.

Gejala Digigit Lipan

Bekas gigitan kelabang berupa dua titik tanda merah yang membentuk huruf V. Sebagian besar gejala gigitan kelabang tidak parah, hanya berupa ruam kulit dan gatal biasa yang cepat hilang.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

Efek gigitan kelabang juga dapat menyebabkan:

  • Gatal intens.
  • Sensasi kulit terbakar.
  • Kulit kemerahan dan ruam.
  • Bengkak.
  • Nyeri dan berdenyut.
  • Kesemutan.
  • Berdarah.
  • Kulit mengeras.
  • Garis-garis merah di kulit.
  • Mati rasa.
  • Jaringan kulit mati.

Gejala lain berupa reaksi alergi yang mungkin terjadi akibat gigitan kelabang, sebagai berikut:

  • Mual dan muntah.
  • Sakit kepala.
  • Panas dingin.
  • Demam.
  • Bengkak area wajah.
  • Pembengkakan ekstrem di lokasi gigitan.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Tekanan darah rendah (hipotensi).
  • Nyeri dada.
  • Kehilangan kesadaran.

Peneliti di Thailand menemukan kasus seorang pria 23 tahun yang digigit kelabang dan mengalami reaksi alergi parah berupa syok anafilaksis. Gejala yang lebih parah mungkin terjadi namun jarang, sebagai berikut:

  • Infeksi kulit.
  • Urine berdarah.
  • Hemoglobin dalam urine.
  • Pendarahan hebat.
  • Jaringan otot pecah (rhabdomyolysis).
  • Kekurangan asupan oksigen ke otot jantung.
  • Serangan jantung.
  • Syok anafilaksis.

Para peneliti memperkirakan ada lebih dari 500 komponen racun serangga, namun baru beberapa komponen yang bisa dijelaskan. Komponen racun tersebut mungkin berakibat berbahaya bila terkena pada manusia, walaupun demikian kasus digigit kelabang jarang terjadi.

Baca Juga: Gigitan Tomcat: Pertolongan Pertama dan Cara Mengobati

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter bila Anda merasa gejala parah, menyakitkan, dan mengkhawatirkan pasca digigit lipan atau jenis serangga lainnya. Bila tidak, segera cuci area yang digigit dengan sabun lalu olesi kalamin, kompres es, atau minyak kayu putih sebagai pertolongan pertama.

Penyebab Gigitan Lipan

Gigitan sebenarnya bukan istilah yang tepat karena kelabang menyerang mangsanya dengan kaki runcing yang terletak di segmen pertama tubuhnya. Kaki tersebut akan mencakar dan menusuk kulit saat kelabang merasa terganggu. Kelabang akan menyuntikan racun sebagai bentuk perlindungan diri.

Faktor Risiko Gigitan Lipan

Anda memiliki risiko digigit kelabang bila Anda mengunjungi padang rumput, goa, hujan tropis, atau sabana. Kelabang terdapat di berbagai belahan dunia, juga hidup di area lembap, tempat gelap, atau di bawah laut.

Kelabang juga dapat beradaptasi untuk hidup di lingkungan sekitar tempat hidup manusia, seperti ruang bawah tanah, saluran air, taman, di bawah pot tanaman, selokan, dan tempat lembap lainnya. Maka dari itu, berhati-hati saat Anda sedang membersihkan area rumah yang rentan menjadi tempat hidup kelabang atau serangga lainnya.

Diagnosis Gigitan Lipan

Tidak ada diagnosis khusus untuk gigitan kelabang, namun bisa dilihat jelas dari bekas gigitan. Dokter akan memeriksa kondisi Anda bila mengalami gejala yang mengkhawatirkan.

Obat Digigit Lipan

Berikut ini beberapa cara mengatasi gigitan kelabang:

1. Pertolongan Pertama Digigit Lipan

Gigitan kelabang serupa dengan gigitan serangga lainnya. Bila Anda mengalaminya, lakukan pertolongan pertama sebagai berikut:

  • Cuci bersih area kulit yang terinfeksi dengan sabun dan air mengalir.
  • Kompres air hangat untuk mengencerkan racun.
  • Anda juga bisa kompres air dingin atau air es untuk mengurangi pembengkakan dan rasa gatal.

Umumnya, gigitan tidak berbahaya dan akan sembuh dengan cepat. Anda juga harus segera membersihkan area di mana serangga mungkin hidup di sekitar rumah Anda.

2. Obat Pendukung

Sebenarnya tidak ada obat untuk gigitan kelabang. Bila mengalami rasa nyeri dan pembengkakan yang bertahan lebih lama, Anda dapat menggunakan beberapa jenis obat sebagai berikut:

  • Obat antinyeri.
  • Obat untuk alergi kulit.
  • Antibiotik untuk mencegah infeksi.
  • Obat antihistamin.
  • Krim atau obat topikal untuk mengatasi gatal.

Mohon jaga kebersihan area kulit yang terinfeksi tetap bersih. Bila Anda mengalami gejala yang lebih serius, segera hubungi dokter. Dokter mungkin akan memberikan Anda suntikan tetanus atau antibiotik bila mencurigai adanya infeksi.

Komplikasi Gigitan Lipan

Gigitan kelabang jarang menyebabkan komplikasi pada manusia. Bila terjadi, gejala akan memburuk dalam 48 jam, seperti:

  • Rasa gatal yang intens.
  • Pembengkakan di bibir, mulut, dan lidah.
  • Demam.

Cara Mencegah Gigitan Lipan

Berikut ini cara mencegah gigitan kelabang:

  • Jangan mengganggu habitat kelabang atau serangga.
  • Bersihkan area rumah yang lembap.
  • Berhati-hati saat berada di tempat gelap atau lingkungan luar yang lembap.
  • Bila tidak sengaja menginjak kelabang, segera cuci bersih area kulit tersebut.

Itulah pembahasan lengkap tentang pertolongan pertama dan obat digigit lipan. Semoga informasi ini bermanfaat!

 

  1. Jarai, Maté. 2020. What happens when a centipede bites? medicalnewstoday.com/articles/centipede-bites. (Diakses pada 27 Januari 2021).
  2. Whelan, Corey. 2018. Identifying and Treating a Centipede Bite. https://www.healthline.com/health/centipede-bites. (Diakses pada 27 Januari 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi