Terbit: 8 September 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Limfedema adalah pembengkakan yang umumnya terjadi pada lengan dan kaki. Pembengkakan sendiri bisa terjadi pada salah satu atau kedua bagian tubuh tersebut. Ketahui gejala, penyebab, hingga cara mengatasinya di bawah ini.

Limfedema: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Apa Itu Limfedema?

Limfedema yaitu penyumbatan pada sistem limfatik, kondisi ini membuat cairan getah bening berkumpul di jaringan sehingga menyebabkan pembengkakan (edema). Sistem limfatik sendiri merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh. Selain itu, gangguan ini paling sering disebabkan oleh pengangkatan atau kerusakan kelenjar getah bening sebagai bagian dari pengobatan kanker.

Gejala Limfedema

Meski paling sering menyerang bagian lengan dan kaki, kondisi ini juga bisa terjadi pada bagian tubuh manapun. Berikut gejala yang bisa dikenali, antara lain:

  • Pembengkakan sebagian atau seluruh lengan atau kaki, termasuk jari-jari
  • Perasaan berat atau sesak
  • Rentang gerak yang terbatas
  • Sakit atau tidak nyaman
  • Infeksi berulang
  • Pengerasan dan penebalan kulit (fibrosis)

Pada beberapa kasus, pembengkakan mungkin sangat kecil sehingga Anda hampir tidak menyadarinya, atau sangat parah sehingga Anda sulit untuk menggerakkan bagian tubuh tersebut dengan baik. Anggota tubuh yang terasa  berat, kulit yang tampak kencang, pakaian yang tiba-tiba terasa nyaman bisa jadi berasal dari kondisi ini. Anda juga bisa menjadi sakit atau memiliki kulit yang mengeras di area yang terkena.

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Jika pembengkakan terjadi terus-menerus di bagian tubuh tertentu, konsultasi dengan dokter diperlukan. Sementara itu, jika Anda sudah didiagnosis mengalami kondisi ini, temui dokter jika tiba-tiba ada peningkatan dalam ukuran bagian tubuh yang terkena karena ini mungkin menunjukkan proses baru terjadi.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

Penyebab Limfedema

Penyebab kondisi ini dibagi menjadi dua yaitu primer dan sekunder. Kondisi primer berarti dapat terjadi dengan sendirinya, sementara sekunder bisa disebabkan oleh penyakit lain. Dibanding primer, jenis sekunder lebih sering terjadi. Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini:

Limfedema Sekunder

Kondisi atau prosedur apa pun yang merusak kelenjar getah bening atau pembuluh getah bening dapat menyebabkan gangguan ini. Penyebabnya meliputi:

  • Operasi. Pengangkatan atau cedera pada kelenjar dan pembuluh getah bening dapat menyebabkan limfedema. Misalnya, kelenjar getah bening yang diangkat untuk memeriksa penyebaran kanker payudara atau kelenjar getah bening yang terluka saat operasi yang melibatkan pembuluh darah di anggota tubuh.
  • Perawatan radiasi untuk kanker. Radiasi dapat menyebabkan jaringan parut dan pembengkakan kelenjar getah bening atau pembuluh getah bening.
  • Kanker. Jika sel kanker memblokir pembuluh getah bening, gangguan ini dapat terjadi. Misalnya, tumor yang tumbuh di dekat kelenjar atau pembuluh getah bening bisa membesar sehingga menghalangi aliran cairan getah bening.
  • Infeksi. Infeksi kelenjar getah bening atau parasit dapat membatasi aliran cairan getah bening. Kondisi ini paling sering terjadi di daerah tropis, subtropis, dan lebih mungkin terjadi di negara berkembang.

Limfedema Primer

Ini adalah kondisi langka yang disebabkan oleh faktor keturunan. Beberapa penyebab spesifik dari jenis ini adalah:

  • Penyakit Milroy (congenital lymphedema). Gangguan ini dimulai pada masa bayi dan menyebabkan kelenjar getah bening terbentuk secara tidak normal.
  • Penyakit Meige (lymphedema praecox). Gangguan ini sering terjadi sekitar masa pubertas atau selama kehamilan. Meski begitu, kondisi ini bisa terjadi hingga usia 35 tahun.
  • Late-onset lymphedema (lymphedema tarda). Ini adalah kondisi yang jarang terjadi dan biasanya dimulai setelah usia 35 tahun.

Faktor Risiko Limfedema

Berikut ini adalah faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko berkembangnya kondisi ini selain kanker, pengobatan kanker, atau penyebab sekunder lainnya, antara lain:

  • Usia yang lebih tua
  • Berat badan berlebih
  • Rheumatoid arthritis atau psoriasis

Diagnosis Limfedema

Jika Anda baru saja menjalani operasi kanker yang melibatkan kelenjar getah bening, dokter mungkin mendiagnosis kondisi berdasarkan tanda dan gejala.

Apabila penyebab kondisi ini tidak begitu jelas, dokter mungkin menyarankan untuk melakukan tes pencitraan untuk melihat kondisi sistem getah bening. Beberapa tes tersebut, antara lain:

  • MRI scan
  • CT scan
  • USG Doppler
  • Pencitraan radionuclide dari sistem limfatik (limfoskintigrafi)

Pengobatan Limfedema

Pada dasarnya, tidak ada obat yang bisa digunakan untuk mengatasi kondisi ini. Perawatan hanya berfokus pada pengurangan pembengkakan seperti obat furosemid dan pengendalian rasa sakit. Berikut adalah beberapa cara mengempeskan limfedema, di antaranya:

  • Olahraga

Olahraga ringan seperti menggerakan anggota tubuh yang terkena dapat mendorong drainase cairan getah bening. Olahraga harus fokus pada kontraksi lembut otot di bagian tubuh yang mengalami pembengkakan. Seorang terapis bersertifikat dapat mengajari teknik-teknik yang membantu meredakan kondisi.

  • Membalut dengan Kain

Cara ini dapat mendorong cairan getah bening mengalir kembali ke batang tubuh. Perban harus ketat di sekitar jari tangan atau kaki. Seorang terapis dapat menunjukkan cara membebat yang benar.

  • Pijat

Teknik pijat khusus yang disebut manual lymph drainage dapat mendorong aliran cairan getah bening keluar dari lengan atau kaki. Pastikan untuk memilih tempat pijat yang sudah terlatih khusus melakukan teknik ini.

Hindari pijatan jika Anda mengalami infeksi kulit, pembekuan darah, atau penyakit aktif di area getah bening yang terkena.

  • Pneumatic Compression

Sebuah alat dikenakan di lengan atau kaki yang mengalami pembengkakan. Alat yang sudah terhubung ke pompa tersebut akan mengembang dengan bantuan udara. Memberi tekanan pada bagian tubuh yang membengkak dapat menjauh cairan getah bening dari area tersebut.

Selongsong yang dikenakan di lengan atau tungkai yang terkena terhubung ke pompa yang sesekali mengembang selongsong, memberi tekanan pada tungkai Anda dan menjauhkan cairan getah bening dari jari tangan atau kaki Anda.

  • Compression Garments

Baju lengan panjang atau stoking dibuat untuk menekan lengan atau kaki yang membengkak dan mendorong aliran cairan getah bening keluar dari anggota tubuh yang terkena. Kenakan pakaian kompresi saat melatih anggota tubuh yang terkena. Konsultasi dengan seorang profesional di bidangnya untuk menentukan ukuran pakaian yang tepat.

  • Complete Decongestive Therapy (CDT)

Pendekatan ini melibatkan kombinasi terapi dengan perubahan gaya hidup. Umumnya, CDT tidak dianjurkan untuk orang yang memiliki tekanan darah tinggi, diabetes, kelumpuhan, gagal jantung, pembekuan darah, atau infeksi akut.

Sementara itu, dalam kasus yang parah, dokter mungkin akan mempertimbangkan operasi untuk mengangkat jaringan berlebih di lengan atau kaki untuk mengurangi pembengkakan.

Baca Juga: Kanker Kelenjar Getah Bening: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Komplikasi Limfedema

Jika kondisi ini tidak mendapatkan penanganan yang serius hal tersebut bisa menyebabkan masalah serius. Beberapa komplikasi yang bisa terjadi, antara lain:

  • Selulitis: Ini adalah infeksi bakteri pada lapisan kulit yang lebih dalam dan lapisan jaringan lunak di bawah kulit. Penderita limfedema sering kali mengalami kondisi ini berulang kali.
  • Limfangitis: Peradangan pada pembuluh getah bening dapat berkembang. Apabila menular, biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus. Jika tidak ditangani, kondisi dapat menyebar ke kulit dan jaringan lunak di sekitarnya atau menyebabkan bakteremia.
  • Efek psikologis: Kondisi ini dapat memengaruhi penampilan, di mana hal ini dapat berdampak psikologis, terutama pada mereka yang telah hidup dengan kanker. Gangguan ini meningkatkan risiko pengembangan depresi.

Pencegahan Limfedema

Anggota tubuh yang mengalami pembengkakan lebih rentan terhadap infeksi kulit karena suplai limfosit yang berkurang.

Jika pasien mengambil tindakan untuk meminimalkan risiko luka dan goresan pada kulit, risiko infeksi selanjutnya dapat dikurangi secara signifikan. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat membantu:

  • Setelah pengobatan kanker, hindari aktivitas berat dengan anggota tubuh yang terkena
  • Hindari berjemur dan sauna
  • Jangan mandi atau berendam dengan air panas
  • Jangan memakai pakaian ketat
  • Jangan memakai perhiasan dengan ukuran yang pas
  • Gunakan alas kaki saat berada di luar ruangan
  • Jaga kulit tetap kenyal dengan melembapkannya setiap hari
  • Gunakan sarung tangan saat berkebun
  • Rutin memotong kuku
  • Lindungi kulit dari nyamuk
  • Saat berada di bawah sinar matahari, gunakan tabir surya
  • Jika ada luka, segera obati dengan krim antiseptik dan jaga selalu kebersihan area tersebut
  • Angkat anggota tubuh yang terkena di atas ketinggian jantung bila memungkinkan
  • Hindari pemeriksaan tekanan darah, pengambilan darah, atau suntikan pada anggota tubuh yang terkena
  • Terapkan pola makan sehat untuk mendapatkan berat badan yang ideal

 

  1. Anonim. Lymphedema. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/lymphedema/symptoms-causes/syc-20374682. (Diakses pada 8 September 2020).
  2. Riches, Phil. 2019. What is lymphedema?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/180919#prevention. (Diakses pada 8 September 2020).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi