Terbit: 19 Juni 2018 | Diperbarui: 21 Juni 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Sebuah keluarga di kawasan timur Tiongkok harus turun tangga sejauh 17 lantai karena pengelola apartemen tempat mereka tinggal melarang penggunaan lift untuk membawa mayat orang yang meninggal. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Lift Dilarang Dipakai untuk Membawa Orang Meninggal, Keluarga Harus Turun Tangga 17 Lantai

Dilansir dari South China Morning Post, pengelola apartemen hanya meneruskan keinginan dari tetangga-tetangga apartemen yang memang tidak berkenan mengizinkan penggunaan lift untuk membawa orang meninggal. Hal inilah yang membuat keluarga dari Gu Latai, nenek yang meninggal di usia 95 tahun harus bersusah payah membawa peti matinya dari lantai 17 ke lantai bawah demi memakamkannya pada 9 Juni 2018 lalu. Sebagai informasi, pemberitahuan pelarangan penggunaan lift ini diberlakukan sehari persis sebelum upacara pemakaman berlangsung.

Putri Gu Latai, Xu Apo dari Wuxi, Provinsi Jiangsu mengaku sangat kecewa dengan larangan ini. Baginya, hal ini sangat tidak masuk akal, namun karena keluarga ingin pemakaman sang nenek berlangsung dengan tenang dan tidak diganggu masalah apapun, mereka memilih untuk menerima larangan ini.

“Aku sangat marah saat pertama kali membaca larangan ini. Lagipula, apa bedanya orang meninggal dan orang masih hidup menggunakan lift?” ungkapnya.

Salah satu perwakilan pengelola apartemen menyebutkan bahwa lift memang tidak bisa dipakai untuk membawa mayat orang meninggal. Aturan ini dibuat setelah keluarga penghuni apartemen meminta untuk menerapkannya.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

Kasus ini langsung menarik perhatian masyarakat dan warganet. Kebanyakan orang mengkritik kebijakan ini sebagai sesuatu yang tidak baik.

“Siapapun bisa meninggal setiap saat. Banyak penghuni apartemen yang sudah berusia lanjut. Apakah mereka tidak bisa menghargai jiwa-jiwa yang sudah meninggal?” ucap salah satu warganet.

Hanya saja, ada pula warganet yang menyebut hal ini wajar terjadi karena ada sebagian orang yang takut dengan lift yang sudah sempat dipakai oleh mayat orang yang sudah meninggal.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi