Leukimia Limfoblastik Akut: Penyebab, Gejala, Pengobatan

cara-mengobati-leukimia-limfoblastik-kronis-doktersehat

DokterSehat.Com – Kanker darah atau leukimia paling tidak terdii dari empat jenis, leukimia limfoblsatik akut atau disebut juga leukimia limfositik akut adalah salah satunya. Leukimia ini paling banyak muncul pada anak-anak. Ketahui selengkapnya tentang penyebab, gejala, diagnosis, dan pengobatan dari leukimoa limfoblastik akut ini!

Apa Itu Leukimia Limfoblastik Akut?

Leukimia dikenal juga dengan kanker darah. Leukimia dibedakan menjadi beberapa jenis dan di antaranya ada yang merupakan leukimia akut dan juga kronis. Salah satu jenis leukimia akut adalah leukimia limfobalstik akut atau acute lymphocytic/lymphoblastic leukimia (ALL).

Leukimia limfositik aku atau leukimia limfoblastik akut adalah jenis kanker darah yang paling umum terjadi pada anak-anak. ALL menyababkan fungsi limfosit terhambat sehingga pembentukan jaringan limfoid terhambat, padahal jaringan ini merupakan yang terpenting dalam sistem kekebalan tubuh.

Hal ini lah yang kemudian menyebabkan leukimia limfoblastik menyebabkan penderitanya mudah terserang berbagai penyakit dan mengalami infeksi. Meskipun paling umum menyerang anak-anak, tetapi leukimia jenis ini juga bisa menyerang orang dewasa, terutama pada lansia.

Penyebab Leukimia Limfoblastik Akut

Penyebab leukimia limfoblastik akut sebelumnya tidak diketahui dengan jelas, namun terdapat beberapa dugaan yang mungkin memicu ALL mulai dari radiasi elektromagnetik, listrik tegangan tinggi, hingga paparan bahan kimia di sekitar lingkungan kita.

Di luar dari berbagai pemicu tersebut, sebuah analisis baru menunjukkan penyabab leukimia limfiblastik akut ini. Dilansir dari Big Think, Prof. Mel Greaves, dari Institute of Cancer Research, London, menyatakan bahwa gaya hidup modern yang bebas kuman ternyata berkontribusi dalam pembentukan penyakit ini.

Menurut Prof Greaves, anak-anak dapat lahir dengan mutasi genetik tertentu yang terjadi secara tidak sengaja di dalam ramih. Mutasi ini akan menyebabkan anak berpotensi terkana leukimia limfoblastik akut. Setelah lahir, selama tahun pertama tubuh anak menemukan berbagai mikroba yang membuat sistem imun menjadi semakin terlatih.

Kurangnya paparan mikroba akibat gaya hidup anti kuman atau ‘terlalu bersih’ yang dapat melatih sistem imun ini ternyata dapat membuat sistem imun melemah dan justru leukimia limfoblastik akut pada anak ini dapat berkembang. Meskipun begitu, infeksi leukimia umumnya hanya terjadi pada 1% dari jumlah populasi bayi yang mengalami mutasi saat dalam kandungan.

Faktor Risiko Leukimia Limfoblastik Akut

Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang lebih berisiko tinggi terkana leukimia limfoblastik akut seperti berikut ini:

  • Memiliki saudara (kakak atau adik) yang memiliki riwayat leukimia
  • Down syndrome
  • Paparan radiasi
  • Pernah menjalani kemoterapi atau radioterapi
  • Paparan zat kimia berbahaya berlebihan

Gejala Leukimia Limfoblastik Akut

Gejala leukimia limfoblastik akut bisa muncul bertahap bergantung pada tahapan penyakitnya. Pada awalnyanya gejala yang muncul mungkin sangat ringan hingga tidak disadari. Secara umum berikut adalah gejala leukimia limfoblastik yang mungkin muncul:

  • Anemia yang menyebabkan menyebabkan lemah dan sesak napas.
  • Demam
  • Pendarahan akibat kurangnya trombosit, bisa menyebabkan mimisan, gusi berdarah, tubuh mudah lebam
  • Pembengkakan kelenjar getag bening
  • Kulit pucat
  • Sakit kepala dan gelisah akibat sel leukimia menyerang otak
  • Nyeri tulang dan sendi akibat sel leukimia menyarang sumsum tulang
  • Tubuh mudah terkena infeksi
  • Penurunan berat badan
  • Produksi keringat berlebih di malam hari

Diagnosis Leukimia Limfiblastik Akut

Diagnosis ALL dapat dilakukan melalui tes darah dan pemeriksaan sumsum tulang belakang. Pemeriksaan sumsum tulang belakang dilakukan untuk melihat ada atau tidaknya perkembangan sel abnormal. Selain itu, dibutuhkan juga pemeriksaan sinar X pada dada, CT scan, hingga ultrasound jika dibutuhkan.

Pengobata Leukimia Limfoblastik Akut

Pada dasarnya leukimia limfoblastik akut pada anak maupun dewasa dapat sembuh. Cara mengobati leukimia limfoblastik akut adalah dengan menghancurkan sel-sel leukimia sehingga sel normal dapat tumbuh dan kembali bekerja sebagaimana mestinya.

Cara mengobati leukimia limfoblastik akut harus dilakukan secara intensif sehingga kemungkinan mengharuskan pasien untuk rawat inap selema beberapa minggu di rumah sakit. Pengobatan awal dimulai dengan terapi obat, baru kemudian dilanjutkan dengan kemoterapi dan radioterapi.

Langkah kemoterapi baru bisa dilakukan jika tubuh merespon baik pada terapi obat yang diberikan di awal. Pencangkokan sumsum tulang belakang juga terkadang dibutuhkan untuk mengatasi ALL.

Setelah pengobatan intensif yang dilakukan selama beberapa minggu untuk menghilangkan sel leukimia, selanjutnya akan diberikan juga pengobatan tambahan berupa kemoterapi konsolidasi.

Pengobatan tambahan ini bertujuan untuk memberantas sisa sel kanker yang ada di dalam tubuh agar kanker tidak berkembang lagi di kemudian hari. Prosedur ini bisa dilakukan selama 2-3 tahun setelah pengobatan intensif dilakukan.

Hal yang Wajib Diperhatikan Oleh Penderita ALL

ALL paling banyak menyerang anak-anak, tentunya peran orang tua sangat penting dalam pencegahan ALL dan juga pada masa pengobatan pada anak yang sudah terlanjur memiliki ALL.

Hal pertama yang bisa dilakukan untuk mencegah leukimia limfoblastik akut pada anak sebenarnya adalah dengan membiarkan anak berkembang dengan seharusnya dan tidak perlu menjaga kebersihan terlalu ekstrem.

Sedangkan untuk penderita ALL, berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan:

  • Penderita ALL memilki imunitas rendah, sehingga lebih baik menghidari kontak dengan orang yang sedang terinfeksi (sakit).
  • Jika muncul gejala, meskipun ringan, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter.
  • Jalani pengobatan sesuai dengan prosedur dan petunjuk dokter. Jangan menggunakan sembarang obat yang belum diketahui manfaatnya secara pasti.
  • Jaga asupan makanan dan perbanyak minum air putih untuk menjaga ketahanan tubuh.

Sekian informasi tentang leukimia limfoblastik akut atau leukimia limfositik akut. Jika mengalami salah satu gejalanya, jangan panik dan segera konsultasikan ke dokter agar segera mendapatkan penanganan lebih lanjut.