Terbit: 20 Juli 2020 | Diperbarui: 9 September 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Lentigo adalah kondisi kulit yang ditandai dengan bintik-bintik hitam di kulit akibat sering terpapar sinar matahari. Selengkapnya ketahui gejala, penyebab, cara mengatasi, pencegahan dan lainnya di bawah ini!

Lentigo: Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi, Pencegahan, dll

Apa Itu Lentigo?

Lentigo adalah bintik-bintik berwarna cokelat, abu-abu, atau hitam di kulit. Kondisi ini biasanya terjadi di bagian kulit yang sering terpapar sinar matahari seperti wajah, lengan, dan punggung tangan.

Bintik-bintik kecokelatan dapat muncul sangat lambat selama bertahun-tahun atau muncul secara tiba-tiba. Bercak yang banyak atau berkelompok disebut lentigines.

Lentigo atau juga disebut bintik-bintik hitam ini dapat muncul seiring bertambahnya usia. Kondisi ini sangat umum pada orang berusia di atas 50 tahun, tetapi dapat terjadi pada usia berapa pun jika sering menghabiskan waktu di bawah paparan sinar matahari.

Ciri dan Gejala Lentigo

Lentigo adalah kondisi kulit yang dapat terjadi pada semua jenis kulit, tetapi lebih rentan pada orang dewasa dengan kulit putih terang. Tidak seperti bintik-bintik yang umum pada anak-anak dan akan memudar tanpa paparan sinar matahari, tetapi bintik gelap tidak memudar.

Berikut ini beberpa tanda dan gejala lentigo:

  • Bintik oval dengan pigmen semakin gelap.
  • Bintik biasanya berwarna cokelat sampai cokelat tua.
  • Bintik muncul di kulit yang sering terpapar sinar matahari seperti wajah, punggung, bahu, tangan, dan pangkal kaki.
  • Ukuran bintik sekitar 13 milimeter.
  • Bintik berkelompok sehingga mudah terlihat.

Kapan Waktu yang Tepat Harus ke Dokter?

Lentigo adalah kondisi kulit yang biasanya tidak memerlukan perawatan secara medis. Namun, sebaiknya ke dokter untuk pemeriksaan bintik-bintik yang hitam atau telah merubah penampilan secara estetik. Ini untuk memastikan kondisi yang ringan atau perubahan warna kulit yang bisa menjadi tanda-tanda melanoma, suatu bentuk kanker kulit yang serius.

Langkah yang terbaik adalah melakukan perawatan kulit oleh dokter kulit, terutama jika memiliki kondisi berikut:

  • Kulit semakin menghitam.
  • Bintik-bintik hitam semakin membesar.
  • Bentuk bintik tidak beraturan.
  • Memiliki kombinasi warna yang tidak biasa.
  • Bintik terasa gatal, ruam, dan berdarah.

Penyebab Lentigo

Penyebab utama lentigo adalah paparan radiasi ultraviolet (UV) dari matahari. Bintik-bintik hitam ini disebabkan sel-sel pigmen yang terlalu aktif. Paparan sinar UV dapat mempercepat produksi melanin, pigmen alami yang memberikan warna pada kulit.

Ketika kulit bertahun-tahun terpapar sinar matahari, bintik-bintik hitam muncul ketika melanin menggumpal atau diproduksi dalam konsentrasi tinggi.

Faktor Risiko Lentigo

Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang memiliki bintik-bintik hitam, di antaranya:

  • Usia di atas 50 tahun.
  • Memiliki kulit putih.
  • Memiliki riwayat sering terpapar sinar matahari.
  • Memiliki riwayat sering menggunakan tanning bed (alat untuk mencokelatkan kulit).

Baca Juga: 5 Cara Menghilangkan Bercak Putih di Wajah (Disertai Penyebabnya)

Diagnosis

Guna memastikan bintik-bintik hitam bukan kanker kulit, pasien mungkin dapat menjalani tes berikut:

  • Pemeriksaan kulit. Dokter biasanya dapat mendiagnosis bintik-bintik hitam dengan melihat kondisi kulit. Penting untuk membedakan bintik-bintik hitam dari penyakit kulit lain karena perawatannya berbeda dan jika menggunakan prosedur yang salah dapat menghambat terapi lain yang diperlukan.
  • Biopsi kulit. Tes ini dilakukan dengan untuk mengambil sedikit sampel kulit untuk diperiksa di laboratorium (biopsi kulit). Prosedur ini dapat membantu membedakan bintik hitam dari kondisi lain, seperti lentigo maligna, sejenis kanker kulit.

Jenis Lentigo

Terdapat berbagai jenis lentigo, yang dibedakan berdasaakan pada penyebab dan di mana bintik hitam muncul di tubuh:

  • Solar lentigo. Bintik-bintik hitam disebabkan oleh paparan radiasi UV. Jenis ini biasa terjadi pada orang di atas usia 50 tahun, tetapi orang yang lebih muda juga bisa mengalaminya. Ini terjadi ketika radiasi UV menyebabkan sel berpigmen (melanosit di kulit) bertambah banyak. Solar lentigo muncul di bagian tubuh yang terpapar sinar matahari seperti wajah, tangan, bahu, dan lengan.
  • Lentigo simplex. Ini adalah jenis yang paling umum. Bintik-bintik hitam muncul di pergelangan tangan dan kaki. Jenis ini biasanya mulai muncul saat lahir atau selama masa kanak-kanak. Bintik-bintik ini akan hilang seiring waktu.
  • Ink spot lentigo. Ini biasanya muncul pada orang yang memiliki kulit putih bening akibat¬†terbakar sinar matahari.
  • PUVA lentigo. Jenis ini mulai muncul setelah terapi psoralen dan ultraviolet A (PUVA), yang digunakan untuk mengobati penyakit kulit seperti eksim dan psoriasis.
  • Tanning bed lentigo. Bintik kecokelatan biasanya muncul setelah menggunakan tanning bed.
  • Radiasi lentigo. Ini terjadi di bagian kulit yang telah terpapar radiasi, misalnya radiasi untul perawatan kanker.

Beberapa kelainan juga dapat menyebabkan lentigo, di antaranya:

  • Sindrom Cowden. Gangguan ini menyebabkan banyak pertumbuhan benjolan tumor jinak berukuran cukup besar di tubuh atau juga disebut hamartoma.
  • Sindrom Bannayan-Riley-Ruvalcaba. Sindrom ini menyebabkan bintik hitam atau tumor jinak pada tubuh.
  • Sindrom Noonan. Kondisi kulit ini dapat menyebabkan lentigine terbentuk di berbagai bagian tubuh.
  • Xeroderma pigmentosum. Ini membuat penderitanya lebih sensitif terhadap sinar UV dari sinar matahari.
  • Sindrom Peutz-Jeghers. Sindrom ini biasanya ditandai bintik-bintik hitam berukuran kecil pada wajah anak-anak.

Cara Mengobati Lentigo

Meskipun tidak memerlukan perawatan, namun terdapat perawatan yang tersedia untuk menyamarkan atau menghilangkan bintik-bintik hitam di kulit yang mengganggu penampilan.

Berikut ini beberapa cara menghilangkan lentigo:

  • Obat-obatan. Menerapkan krim pemutih (sesuai resep) secara mandiri atau menggunakan retinoid dan steroid ringan mungkin secara bertahap untuk memudarkan bintik-bintik selama beberapa bulan.
  • Cryotherapy. Perawatan ini mengoleskan kapas yang diteteskan nitrogen cair pada kulit, yang dapat menghancurkan pigmen berlebih. Ketika sembuh, kulit tampak akan lebih terang. Semprotan nitrogen dapat diterapkan langsung pada bintik-bintik gelap.
  • Laser dan intense pulsed light (IPL). Perawatan ini dapat menghancurkan sel penghasil melanin (melanosit) tanpa merusak permukaan kulit. Perawatan biasanya membutuhkan dua hingga tiga kali.
  • Chemical peel. Pengobatannya dengan mengoleskan larutan kimia pada kulit untuk mengelupas kulit lapisan atas, sehingga tergantikan dengan kulit baru yang lebih halus.
  • Dermabrasi. Merupakan perawatan kulit yang menggunakan alat khusus dengan permukaan kasar untuk mengangkat lapisan kulit terluar. Teknik ini untuk merangsang pertumbuhan kulit baru.
  • Mikrodermabrasi. Perawatan kulit ini menggunakan kristal mikro untuk mengangkat sel-sel kulit mati dan merangsang pembentukan sel kulit baru.

Baca Juga: 10 Cara Mengangkat Sel Kulit Mati pada Wajah yang Alami dan Efektif

Cara Mencegah Lentigo

Untuk membantu menghindari bintik-bintik kecokelatan di wajah atau bagian tubuh lainnya, berikut beberapa cara mengurangi paparan sinar matahari:

  • Hindari paparan sinar matahari. Usahakan menghindari paparan langsung sinar matahari antara pukul 10 pagi dan 2 siang, karena sinar matahari di waktu ini tidak baik untuk kulit. Bila perlu, jadwalkan kegiatan di luar ruangan.
  • Menggunakan tabir surya. Sekitar 15-30 menit sebelum keluar rumah, sebaiknya oleskan tabir surya dengan faktor perlindungan matahari (SPF) minimal 30. Oleskan tabir surya secara merata di kulit yang sering terkena sinar matahari. Aplikasikanlah setiap dua jam sekali atau lebih sering jika berenang atau berkeringat di luar ruangan.
  • Menggunakan pakaian tertutup. Gunakanlah pakaian yang dapat menutupi lengan dan kaki, serta pakai topi lebar yang bisa memberikan perlindungan lebih.

 

  1. Healthline Editorial Team. 2018. Age Spots. https://www.healthline.com/health/age-spots. (Diakses pada 20 Juli 2020)
  2. Mayo Clinic Staff. 2020. Age spots (liver spots). https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/age-spots/diagnosis-treatment/drc-20355864. (Diakses pada 20 Juli 2020)
  3. Watson, Stephanie. 2017. Lentigo (Liver Spots). https://www.healthline.com/health/lentigo#types. (Diakses pada 20 Juli 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi