Terbit: 2 Maret 2018
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Entah dimulai dari siapa, sebagian besar orang Indonesia mengaitkan mata bintitan dengan perilaku yang gemar mengintip. Tentu, pendapat itu tidaklah benar. Mata bintitan dalam istilah medis dikenal dengan nama hordeolum atau stye.

Softlens Bisa Sebabkan Mata Bintitan?

Photo Credit: Flickr.com/Muhammad Taufan

Mata bintitan adalah sebuah benjolan kecil yang bisa berada di dalam atau di luar kelopak mata. Benjolan yang berisi nanah ini disebabkan oleh bakteri stafilokus. Benjolan ini bisa terjadi di satu atau dua bagian mata.

Pada awalnya, mata bintitan dimulai dari benjolan kecil yang berada di dekat bulu mata, kemudian berkembang menjadi pembengkakan merah yang cenderung menyakitkan dan bisa berlangsung selama beberapa hari.

Meskipun mata bintitan tidak berbahaya, namun jika tidak diobati dapat menyebabkan infeksi yang meluas hingga ke kelopak mata sehingga timbul yang disebut sebagai selulitis periorbital.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

Kenapa Anda bisa mengalami bintitan?

Seperti dikutip dari webMD, penyebab utama mata bintitan adalah bakteri stafilokokus. Contoh infeksi akibat bakteri yang dapat memicu bintitan adalah infeksi yang terjadi pada akar bulu mata, kelenjar minyak, dan kelenjar keringat.

Bakteri stafilokokus biasanya hidup pada kulit manusia tanpa menyebabkan penyakit. Namun risiko bintitan akan meningkat apabila kita menyentuh mata dengan tangan yang kotor. Selain itu, terdapat sejumlah faktor risiko lain diantaranya:

  • Menggunakan kosmetik yang sudah kedaluwarsa
  • Tidak membersihkan kosmetik ketika akan tidur
  • Memakai lensa kontak yang tidak steril atau tangan yang tidak bersih saat memasangnya. Jika Anda sering menggunakan lensa kontak, menjaga kebersihannya adalah sesuatu yang sangat penting. Jika tidak bersih maka bisa menimbulkan infeksi pada ulkus kornea mata
  • Mengidap peradangan pada kelopak mata atau blefaritis, terutama tipe kronis

Penanganan yang bisa Anda lakukan

Bintitan merupakan penyakit yang bisa sembuh sendiri dalam waktu 1-2 minggu, namun proses penyembuhan bisa dipercepat dengan beberapa cara sederhana. Meski demikian, jangan pernah memencet atau memecahkan benjolan bintitan sendiri karena dapat memicu penyebaran infeksi. Tunggulah sampai benjolan pecah secara alami.

Terdapat langkah-langkah sederhana yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi gejala serta ketidaknyamanan karena mata bintitan, diantaranya:

  • Selalu menjaga kebersihan mata, misalnya dengan menghindari pemakaian kosmetik untuk sementara
  • Mengompres kelopak mata dengan air hangat sebanyak 2-3 kali sehari selama 5-10 menit, dapat mengurangi rasa nyeri sekaligus mempercepat penyembuhan
  • Hindari lensa kontak sampai bintitan benar-benar sembuh
  • Jika dibutuhkan, Anda bisa mengonsumsi obat-obatan pereda nyeri

Apa yang harus dilakukan untuk mencegah bintitan?

  • Rutin mengganti seprai. Pernahkah Anda bangun tidur dengan mata merah, berair dan gatal. Coba ingat kapan terakhir kali Anda mengganti seprai dan selimut. Faktanya, seprai dan selimut yang jarang diganti atau kurang bersih juga dapat menyebabkan infeksi pada mata termasuk bintitan
  • Jangan menggosok mata. Tindakan ini dapat memicu iritasi dan berpindahnya bakteri ke mata
  • Jika Anda memakai lensa kontak, cuci dan sterilkan sebelum digunakan. Pastikan Anda tidak lupa mencuci tangan sebelum memasangnya
  • Menggunakan kacamata. Anda dapat menggunakan kacamata sebagai pelindung. Hal ini berguna untuk mencegah debu atau kotoran menempel pada mata dan menyumbat kelenjar minyak
  • Mengompres dengan air hangat. Untuk mengompres, gunakan handuk bersih yang sebelumnya direndam dalam air hangat. Peras hingga air tidak lagi menetes, lalu tempelkan kompres tersebut. Suhu hangat dari air akan membantu mengencerkan nanah didalamnya dan mengempiskan bintitan secara alami. Anda dapat mengompres bagian mata tersebut selama 10 menit.

Apabila mata bintitan tidak kunjung sembuh dan rasa nyeri bertambah parah, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi