Terbit: 27 Mei 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Tubuh kita sering mengeluarkan cairan atau lendir tertentu yang memiliki berbagai warna. Saat kita mengalami flu, lendir yang keluar bisa saja bening atau kadang agak kuning atau kehijauan kalau flu kian parah. Selain itu kadang ada lendir berwarna kemerahan kalau terjadi perdarahan di dalam tubuh. Selain lendir dengan warna di atas, kadang tubuh juga mengeluarkan lendir warna hitam.

Penyebab Tubuh Mengeluarkan Lendir Berwarna Hitam

Penyebab tubuh mengeluarkan lendir hitam

Lendir hitam tidak hadir begitu saja tanpa sebab seperti mekanisme tubuh dalam melindungi beberapa organ. Lendir hitam biasanya muncul karena ada polutan yang masuk dan gangguan lain yang berbahaya. Berikut beberapa penyebab tubuh mengeluarkan lendir hitam.

  1. Sering menghirup polusi

Anda yang hidup di perkotaan atau dekat sekali dengan kawasan pabrik biasanya dekat sekali dengan polusi. Asap dari sisa produksi atau kendaraan kerap bertebaran di udara dan mudah sekali masuk ke dalam paru-paru. Kalau Anda tidak menggunakan masker kemungkinan besar akan masuk dan mengendap di paru.

Saat flu melanda atau batuk muncul, lendir dan dahak yang keluar bisa saja berwarna kehitaman. Kalau Anda bekerja di pabrik atau berada di jalanan, ada baiknya selalu menutup saluran napas dengan masker.

  1. Merokok baik aktif atau pasif

Selain menghirup asap dari polusi yang banyak muncul di perkotaan, Anda juga bisa mengeluarkan lendir dan dahak hitam kalau sering merokok. Siapa saja yang merokok secara aktif atau mereka yang pasif dan ikut menghirup asapnya akan kemasukan racun seperti nikotin dan tar yang masuk dan mengendap di paru-paru.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

  1. Sering menghirup asap hasil pembakaran sampah

Selanjutnya yang menyebabkan kita mengeluarkan lendir hitam dari tubuh adalah sering menghirup asap dari open burning. Kalau kita sering membakar sampah atau berada di lingkungan yang sering membakar sampah dan asapnya sangat masif, kemungkinan besar bisa masuk ke dalam tubuh dan mengendap.

Kalau Anda berada di lingkungan seperti ini pastikan selalu mengenakan masker begitu ada pembakaran dilakukan. Selain itu, selalu jaga organ lain seperti mata. Kemungkinan terasa pedas dan iritasi sangat besar

  1. Tuberkulosis

Kalau seseorang mengalami TBC, konsentrasi bakteri yang ada di tubuh akan besar. Hal ini memicu tubuh mengalami perdarahan sehingga dahak atau lendir yang keluar akan cenderung memiliki warna gelap seperti kehitaman dengan bercak darah.

  1. Pneumonia

Pneumonia biasanya menyebabkan kantung udara di paru dipenuhi air. Kondisi ini menyebabkan seseorang sudah bernapas. Selain itu, lendir dan dahak yang keluar juga berwarna gelap dan penuh dengan patogen yang bisa menular.

Kalau mengalami pneumonia, selalu pakai masker saat ke mana-mana. Selanjutnya segera lakukan pengobatan agar paru-paru bisa segera diselamatkan. Kalau Anda tidak bisa segera mengatasi masalah ini tubuh akan kekurangan oksigen.

  1. Infeksi jamur di paru-paru

Infeksi jamur yang terjadi di paru-paru tidak hanya menyebabkan tuberkulosis. Ada dampak lain yang akan didapatkan meski efeknya sama. Dada akan terasa sesak dan Anda akan sering mengeluarkan dahak berwarna hitam.

  1. Kanker paru-paru

Kalau Anda sering mengeluarkan lendir dan dahak dengan warna hitam kemerahan dan tidak berhenti setelah beberapa hari, kemungkinan ada kanker di paru. Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter agar tidak terjadi masalah yang lebih serius. Kalau kanker sampai menyebar ke mana-mana akan susah disembuhkan.

Penanganan terhadap lendir hitam

Penanganan terhadap keluarnya lendir hitam dari tubuh berbeda-beda. Anda harus memastikan terlebih dahulu apa penyebabnya. Dengan mengetahui penyebabnya, Anda melakukan penanganan dengan benar.

  • Kalau lendir hitam disebabkan oleh rokok atau sering menghisap asap, Anda harus menghentikan aktivitas itu saat itu saja. Baik perokok aktif atau pasif harus menjauhi asap rokok. Selanjutnya metode pembersihan bisa dilakukan dengan penguapan atau berusaha melakukan batuk terkontrol.
  • Kalau infeksi yang terjadi di tubuh disebabkan oleh infeksi baik jamur atau bakteri, dokter akan memberikan obat antibiotik untuk membunuh patogen itu. Selanjutnya kalau disebabkan oleh virus bisa menggunakan anti virus. Obat anti inflamasi juga dibutuhkan untuk membantu penyembuhan.
  • Mereka yang mengalami kanker paru-paru diharapkan untuk melakukan penyembuhan sesuai metode yang dibutuhkan. Lakukan konsultasi dengan dokter untuk membahas penanganan yang tepat.
  • Kalau pemicu lendir hitam adalah polusi, Anda disarankan untuk mulai membersihkan secara alami dan juga memakai masker saat pergi keluar ruangan.

Penanganan tidak akan langsung membuat lendir hitam hilang begitu saja. Namun, akan perlahan-lahan seiring dengan berjalannya waktu. Ubah gaya hidup, mulailah olahraga, dan jaga pola makan.

Kapan harus menemui dokter?

Kalau Anda mengeluarkan lendir hitam dan merasa tidak apa-apa atau tetap tidak ada gangguan, mungkin tidak perlu langsung ke dokter. Namun, kalau sampai beberapa hal di bawah ini muncul, kemungkinan besar merupakan tanda penyakit yang berbahaya.

  • Terus-terusan mengalami batuk hingga perut terasa sakit. Setiap batuk lendir yang keluar selalu cenderung gelap.
  • Mengalami demam yang cukup tinggi dan terjadi lebih dari sehari.
  • Dada sesak dan sakit saat digunakan untuk bernapas.
  • Napas jadi pendek-pendek.
  • Saat batuk keluar darah.
  • Keluar banyak lendir atau dahak hitam bercampur darah.

Segera temui dokter terdekat untuk mendapatkan penanganan dan dirujuk ke rumah sakit. Kalau sampai masalah di atas tidak ditangani, hal buruk akan terjadi termasuk kematian.

Penyebab dari keluarnya lendir hitam dari dalam tubuh membahayakan semuanya. Oleh karena itu kita disarankan untuk menghindari hal-hal berbau dengan rokok dan polusi yang bisa menyebabkan polutan masuk ke dalam tubuh khususnya paru dan mengendap di sana. Semoga ulasan di atas bermanfaat untuk kita semuanya.

 


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi