Terbit: 22 Februari 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Banyak orang yang khawatir jika mengalami sensasi nyeri atau kaku pada leher. Mereka langsung berpikir jika hal ini terkait dengan kadar kolesterol yang sudah tinggi. Sebenarnya, apakah memang kolesterol tinggi bisa menyebabkan gejala ini?

Leher Nyeri dan Kaku Tanda Kolesterol Tinggi?

Kaitan antara kadar kolesterol dengan gejala nyeri pada leher

Kolesterol sebenarnya adalah sejenis zat lemak yang diproduksi oleh tubuh dan didapatkan dari makanan yang kita konsumsi. Meski dikenal sebagai penyebab dari datangnya berbagai macam penyakit, pakar kesehatan menyebut kolesterol berperan dalam membangun berbagai sel-sel di dalam tubuh. Hanya saja, jika kadar kolesterol dalam darah melebihi normal, maka di dalam pembuluh darah bisa terjadi penumpukan plak yang bisa menyebabkan terjadinya penyumbatan aliran darah. Jika hal ini terjadi, penderitanya bisa mengalami gejala seperti dada yang terasa berat, sesak napas, badan yang lemah, dan gejala lainnya.

Jika penyumbatan ini terjadi pembuluh darah yang ada di bagian leher, maka bisa jadi hal ini akan menyebabkan sensasi nyeri pada leher. Hanya saja, pakar kesehatan menyebut kondisi nyeri leher tidak selalu terkait dengan masalah kolesterol tinggi.

Seringkali, sensasi nyeri pada leher justru disebabkan oleh kondisi lain seperti gangguan otot, gangguan tulang, gangguan saraf, atau bahkan stres dan kecemasan. Karena alasan inilah nyeri leher juga bisa dialami oleh mereka yang memiliki kadar kolesterol rendah.

Beberapa penyebab leher kaku yang paling sering terjadi

Berbeda dengan nyeri leher, leher yang terasa kaku bisa disebabkan oleh dua hal, yakni kondisi yang tidak begitu serius atau akibat kondisi yang serius. Untuk penyebab yang tidak serius, biasanya hal ini disebabkan oleh postur tubuh yang buruk saat menggunakan komputer atau gadget dalam waktu yang lama. Selain itu, jika kita tidur di posisi yang kurang nyaman dan membawa beban yang berat, maka sensasi leher kaku ini juga akan muncul.

Leher kaku yang disebabkan oleh hal ini bisa hilang dengan sendirinya. Hanya saja, jika rasa nyeri cukup menyiksa, kita bisa mengompres leher dengan menggunakan air hangat.

Leher kaku bisa dianggap berbahaya jika disertai dengan gejala lain seperti demam tinggi, gangguan saraf, sulit berjalan, dan peningkatan frekuensi buang air. Jika hal ini terjadi, bisa jadi kondisi ini terkait dengan meningitis, cervical spondylosis, dan rheumatoid arthritis. Hanya saja, biasanya kasus ini cukup jarang terjadi.

Beberapa tanda kolesterol tinggi yang patut untuk diwaspadai

Alih-alih mengkhawatirkan leher sakit dengan berlebihan, pakar kesehatan menyarankan kita untuk memperhatikan gejala-gejala lain dari kolesterol tinggi.

Berikut adalah gejala-gejala tersebut.

  1. Tubuh yang mudah lelah

Tubuh yang mudah lelah memang bisa menjadi tanda dari berbagai macam penyakit, termasuk masalah kolesterol tinggi. Hal ini disebabkan oleh pembuluh darah yang sudah dipenuhi dengan plak kolesterol yang semakin menumpuk. Hal ini akan berpengaruh pada menurunnya sirkulasi darah. Berbagai organ pun tidak akan mendapatkan oksigen dengan cukup. Salah satunya adalah otak. Hal ini akan berimbas pada tubuh yang akan lebih mudah lelah dan cenderung sering mengantuk.

  1. Sering mengalami kesemutan tanpa sebab

Banyaknya plak yang menumpuk di pembuluh darah akan menyebabkan sirkulasi darah menjadi tidak lancar. Hal ini pun akan menyebabkan frekuensi kesemutan lebih sering muncul.

  1. Tidak nyaman pada dada

Dada yang sering terasa tidak nyaman atau bahkan sering mengalami sensasi jantung berdebar-debar bisa jadi adalah tanda dari masalah kolesterol tinggi. Hal ini disebabkan oleh jantung yang bekerja keras untuk mengalirkan darah akibat sirkulasi darah yang terus memburuk akibat kolesterol tinggi.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi