Terbit: 4 Mei 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Anda gemar mengonsumsi ubi? Jika biasanya ubi hanya disajikan sebagai camilan sore atau bahan baku jajan tradisional. Maka tidakkah Anda tertarik mencoba ubi sebagai pengganti nasi?

Lebih Sehatkah Mengganti Nasi Dengan Ubi?

Seperti yang kita ketahui bahwa ubi merupakan salah satu umbi yang tinggi akan kandungan karbohidrat. Selain itu, ubi juga cukup mudah kita peroleh karena banyak tersedia di pasaran.

Namun, kira-kira, seberapa sehatkah jika kita mengganti konsumsi nasi dengan ubi?

Keunggulan Ubi Sebagai Pengganti Nasi

Ubi memang berbeda jenis tanaman dengan nasi ya. Hal inilah yang juga membuat ubi menjadi memiliki keunggulan tersendiri.

Seperti yang kita ketahui bahwa ubi memiliki berbagai warna, mulai dari kuning, oranye dan ungu. Perbedaan warna tersebut tentu memiliki manfaat untuk tubuh yaitu kandungan antioksidan yang tinggi.

Warna pada ubi memiliki kandungan zat dan senyawa yang mampu mendukung penyerapan vitamin, misalnya warna oranye yang berarti memiliki senyawa beta karoten yang mampu mendukung penyerapan vitamin A.

Selain itu, dibandingkan dengan nasi, mengonsumsi umbi cenderung lebih mengenyangkan karena ukuran volume bahan makanan yang lebih besar. Satu centong nasi setara dengan satu buah ubi ukuran sedang, kurang lebih ¾ hingga satu tangkup tangan orang dewasa.

Perbandingan Gizi Ubi dan Nasi

Berdasarkan data dari US Departement of Agriculture, ubi lebih unggul karena dengan berat yang sama, ubi memiliki kandungan serat yang lebih tinggi yaitu 3 gram serat dalam 100 gram ubi.

Sedangkan beras hanya memiliki 0,5 gram serat. Hal ini bisa membuat ubi menjadi pilihan pengganti nasi yang tinggi serat.

Namun, mengganti ubi dengan nasi juga harus memerhatikan kandungan gulanya. Karena dibandingkan dengan nasi, kandungan gula yang ada pada ubi lebih tinggi 3,5 gram dengan berat yang sama.

Nah, dengan mengetahui penjelasan di atas, maka ubi bisa jadi pilihan variasi pengganti nasi yang baik untuk tubuh ya. Anda tertarik mencobanya?


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi