5 Lauk Hewani yang Mengandung Banyak Kolesterol Jahat

Daging-iga-doktersehat-1
Photo Credit: Flickr.com/Patrick Quinn-Graham

DokterSehat.Com– Apa jenis lauk hewani yang paling sering Anda konsumsi?

Lauk hewani merupakan bahan makanan sumber protein hewani yang tinggi. Selain itu, makanan hewani unggul dengan mutu gizi protein yang baik dan dapat diserap tubuh dengan maksimal

Kandungan vitamin B kompleks yang tinggi, serta mineral yang lengkap,misalnya zat besi dan zink, membuat makanan hewani menjadi salah satu bagian makanan untuk menyeimbangkan kebutuhan gizi harian tubuh.

Sayangnya, makanan hewani cenderug memiliki kandungan lemak jenuh, yang tinggi kolesterol, yang lebih tinggi ketimbang golongan makanan lainnya.

Hal ini tentu mengkhawatirkan, meskipun tidak semua makanan hewani mengandung banyak kolesterol, namun ada beberapa makanan hewani yang cukup umum dikonsumsi ternyata banyak tinggi kandungan kolesterol jahatnya.

Perlu diketahui, kolesterol jahat, atau LDL, merupakan jenis kolesterol yang jika berlebihan asupannya akan menghambat saluran pembuluh darah, sedangkan kolesterol baik, atau HDL, merupakan jenis kolesterol yang dibutuhkan hati untuk memetabolisme lemak lebih optimal.

Berikut beberapa jenis makanan hewani yang banyak mengandung kolesterol jahat

1. Lobster

doktersehat-seafood-kolesterol
Photo Credit: Flickr.com/Maxim Krayushkin

Apakah Anda penggemar lobster? Menu yang bisa dibilang cukup mahal ini banyak digemari, karena lobster memiliki rasa yang nikmat dan gurih.

Sayangnya, lobster merupakan salah satu makanan hewani dengan kandungan kolesterol yang tinggi.

Dalam 85 gram lobster, atau setara dengan 5-6 sendok makan penuh, daging lobster, terdapat 185 mg kolesterol. Hal ini tentu sangat tinggi mengingat batasan maksimal asupan kolesterol harian adalah 200-300 mg.

Kandungan kolesterol tersebut bisa bertambah tinggi jika lobster di masak dengan metode yang berminyak atau bersantan.

2. Iga

doktersehat daging merahAnda penggemar iga? Sajian yang satu ini cocok diolah dengan berbagai metode masak, baik dipanggang, bakar atau dibuat menjadi sup.

Sayangnya, meskipun sudah dipilih bagian yang bebas lemak dan diolah dengan metode masak yang rendah lemak, kandungan kolesterol pada iga tetaplah tinggi.

Dalam 110 gram daging iga, atau setara dengan 4-5 potong sedang daging iga, kandungan kolesterolnya sudah melebihi batas ambang konsumsi kolesterol harian.

3. Daging burger

Jika Anda sering memilih menu burger untuk memenuhi kebutuhan protein hewani harian, maka siap-siap saja asupan kolesterol Anda akan meningkat.

Daging yang digunakan dalam burger adalah daging olahan yang terbuat dari campuran berbagai bagian daging, termasuk bagian daging yang banyak mengandung lemak.

1 porsi daging burger, kurang lebih 50-60 gram, memiliki kandungan kolesterol 85-90 mg, belum lagi penambahan kolesterol yang akan diperoleh jika daging burger tersebut digoreng.

Asupan kolesterol juga akan semakin meningkat jika daging burger dikonsumsi dengan makanan pendamping yang banyak mengandung lemak, misalnya kentang goreng.

4. Seafood, utamanya kerang

doktersehat seafood
photo credit: Pexels

Mirip dengan lobster, sebagian besar seafood, utamanya kerang, memiliki kandungan kolesterol yang tinggi. Belum lagi seafood yang cukup sering disajikan dengan banyak minyak atau berkuah santan.

Biasanya, seafood dalam porsi kecil memiliki kandungan kolesterol yang cukup tinggi, sehingga mambatasi porsi konsusmi seafood di bawah 50-40 gram merupakan cara paling ampuh mengontrol kolesterol yang tinggi pada seafood.

5. Jeroan

doktersehat-hati
Jeroan, utamanya otak dan hati, jika dikonsumsi dalam porsi lebih dari 100 gram dalam sehari, akan membuat asupan kolesterol meningkat.

Perlu diketahui otak merupakan bahan makanan yang memiliki kandungan kolesterol paling tinggi diantara makanan hewani lainnya, sedangkan hati ayam, meskipun menyehatkan, kandungan kolesterolnya cukup tinggi.

Sehingga konsumsi keduanya harus dikontrol porsinya dengan tepat, yaitu di bawah 40 gram.

Nah, itu dia 5 bahan makanan hewani yang banyak mengandung kolesterol.

Jika Anda sedang mengonsumsi salah satu makanan di atas, maka ingat untuk selalu kontrol porsi dan menyajikannya dengan metode masak yang rendah lemak, ya.