Latihan Perkembangan Motorik Anak di Bawah 1 Tahun

doktersehat-anak-kecil-bermain

DokterSehat.Com– Anak tidak hanya membutuhkan asupan nutrisi seimbang namun juga memerlukan stimulasi yang baik dalam masa pertumbuhannya. Dengan stimulasi yang tepat, tumbuh kembang anak juga akan maksimal. Memberikan stimulasi bisa dilakukan sejak anak masih bayi. Untuk stimulasi kecerdasan motori anak di bawah usia 1 tahun, Anda bisa mengajak anak melakukan beberapa permainan menarik.

Beberapa aktivitas yang dapat merangsang perkembangan motorik anak di bawah usia 1 tahun antara lain:

Bermain genggam-tarik
Bayi yang baru lahir akan mulai sering menggenggam tangan atau mainan yang didekatkan padanya. Untuk merangsang indra perabanya, Anda bisa memberikan jari Anda untuk digenggam, kemudian pelan-pelan tarik jari Anda. Selain jari, Anda juga bisa memberinya mainan yang aman untuk digenggam dan ditarik.

Mainan bersuara
Pada saat anak berusia 4 bulan, ia sudah mulai tertarik pada mainan yang bersuara. Anda dapat menggantungkan atau meletakkan mainan bersuara di dekat anak dan biarkan anak menggapai mainan tersebut. Selain melatih indra pendengaran anak, kegiatan menggapai mainan bersuara ini juga dapat memperkuat otot leher, kepala dan tangan. Permainan ini juga dapat melatih konsentrasi anak.

Belajar tengkurap
Umumnya anak mulai belajar menggulingkan badannya pada usia 3 bulan. Melatihnya tengkurap kan membantu melatih kekuatan otot leher, badan dan tangannya. Saat tengkurap, ia akan menggerakkan seluruh tubuhnya, misalnya menendangkan kaki dan mendongakkan kepala. Letakkan mainan anak di dekat posisi anak berbaring untuk membantunya tengkurap agar ia mencoba menggapai mainan tersebut.

Belajar duduk

Biasanya anak sudah mulai duduk saat usia 4-6 bulan. Posisi duduk dapat melatih otot di bagian punggung dan perut si kecil. cara melatih anak untuk duduk adalah dengan meletakkannya dalam posisi duduk. Berikan tangan Anda untuk digenggam agar ia bisa menyeimbangkan tubuhnya, lalu letakkan tangan anak di lantai agar ia bisa menopang sendiri berat tubuhnya. Letakkan anak di tempat yang empuk sehingga tidak membuatnya cedera saat terjatuh atau terguling.

Makan sendiri
Aktivitas ini bisa dilatih sejak anak berusia di atas 6 bulan. Ketika anak mulia bisa menggenggam dengan mantap, Anda bisa mencoba membiarkan anak untuk makan sendiri. Awalnya pasti akan berantakan, namun hal ini sangat wajar. Jika anak menolak untuk makan sendiri, bisa jadi ia sedang tidak cocok dengan apa yang ia makan. Coba lagi dengan makanan yang ia sukai untuk melatih kekuatan tangannya.