Terbit: 4 September 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Laringoskopi adalah prosedur untuk memeriksa kondisi tenggorokan dan laring (kotak suara). Prosedur ini biasanya dilakukan untuk mencari tahu mengapa seseorang mengalami batuk, sakit tenggorokan, menemukan/mengeluarkan sesuatu yang tersangkut, atau untuk mengambil jaringan.

Laringoskopi: Fungsi, Prosedur, Komplikasi, dll

Mengapa Prosedur Laringoskopi Dilakukan?

Prosedur ini membantu dokter mengidentifikasi penyebab sakit tenggorokan, sakit telinga, kesulitan menelan, penyempitan kerongkongan, dan penyumbatan saluran napas. Beberapa alasan lainnya adalah:

  • Mengalami Masalah Tenggorokan atau Suara

Tes ini dapat digunakan untuk mencari penyebab gangguan di tenggorokan atau kotak suara (seperti kesulitan menelan, bernapas, perubahan suara, bau mulut, batuk, atau sakit tenggorokan yang tidak kunjung hilang).

Prosedur ini juga dapat digunakan untuk mendapatkan gambaran yang lebih baik pada area abnormal yang terlihat pada tes pencitraan.

  • Guna Mendapatkan Sampel Biopsi

Laringoskopi dapat digunakan untuk mengambil sampel biopsi pita suara atau bagian tenggorokan terdekat (misalnya, untuk mengetahui apakah area abnormal adalah kanker).

Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan instrumen panjang dan tipis ke laringoskop seperti penjepit kecil (pinset) untuk mengumpulkan sampel. Sampel biopsi kemudian diperiksa di laboratorium.

  • Guna Mengatasi Masalah di Kotak Suara

Prosedur ini dapat digunakan untuk mengobati beberapa masalah pada pita suara atau tenggorokan. Misalnya, instrumen panjang dan tipis dapat diturunkan ke laringoskop untuk menghilangkan pertumbuhan kecil (tumor atau polip) pada pita suara. Laser kecil di ujung laringoskop juga dapat digunakan untuk menghilangkan area abnormal.

Persiapan Menjalani Laringoskopi

Sebelum melakukan prosedur ini dokter mungkin menyarankan beberapa tes untuk mendapatkan gambaran yang lebih baik tentang gejala. Beberapa tes itu antara lain:

  • Pemeriksaan fisik
  • Rontgen dada
  • CT scan
  • Barium swallow

Tanyakan pada dokter apa yang perlu dilakukan sebelum menjalani laringoskopi. Biasanya dokter akan menyarankan untuk berpuasa selama delapan jam sebelum pemeriksaan tergantung pada jenis anestesi yang dipilih. Jika mendapatkan anestesi ringan, biasanya Anda tidak perlu berpuasa.

Pastikan untuk memberi tahu dokter tentang obat apa pun yang diminum. Anda mungkin diminta untuk berhenti minum beberapa obat, termasuk aspirin dan obat pengencer darah tertentu satu minggu sebelum prosedur. Sebelum menghentikan obat yang diresepkan, konsultasi dengan dokter diperlukan sebelum Anda melakukannya.

Prosedur Laringoskopi

Berikut ini adalah tiga jenis prosedur yang bisa dilakukan oleh dokter untuk memeriksa kondisi tenggorokan dan laring, di antaranya:

  • Indirect laryngoscopy

Prosedur ini dilakukan menggunakan cermin kecil untuk melihat kondisi tenggorokan. Cermin ada di ujung alat, seperti yang digunakan oleh dokter gigi. Kemudian dokter akan menyinari mulut untuk melihat bayangan yang muncul di cermin. Ini adalah prosedur paling sederhana dan tidak menyita banyak waktu.

  • Direct Fiber-Optic Laryngoscopy

Prosedur yang juga sering disebut laringoskopi fleksibel ini menggunakan teleskop kecil di ujung kabel yang kemudian dimasukan ke hidung menuju tenggorokan. Sebelum melakukan ini, biasanya pasien akan mendapatkan obat mati rasa untuk hidung. Tersedak adalah reaksi umum dari prosedur ini.

  • Direct laryngoscopy

Ini adalah prosedur paling rumit yang dilakukan. Dokter akan menggunakan laringoskop untuk menekan lidah dan mengangkat epiglotis, lipatan tulang rawan yang menutupi tenggorokan. Prosedur dapat dilakukan untuk menghilangkan atau mengambil jaringan untuk diuji.

Saat melakukan prosedur ini, umumnya pasien akan diberi anestesi umum agar tidak sadar selama prosedur.

Baca Juga: 11 Ciri Ciri Kanker Tenggorokan (Bukan Batuk Biasa)

Bagaimana Rasanya Menjalani Laringoskopi?

Setiap orang memiliki pengalaman yang berbeda-beda tergantung jenis prosedur yang dilakukannya, di mana prosedur dilakukan, dan kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Pastikan untuk berbicara dengan penyedia layanan kesehatan sebelum melakukan tes ini agar Anda memahami apa yang diharapkan dan mengajukan pertanyaan jika Anda tidak yakin tentang sesuatu.

Bergantung pada jenis tes, Anda mungkin perlu berbaring telentang di tempat tidur atau bisa duduk. Mulut (atau hidung) dan tenggorokan akan disemprot terlebih dahulu dengan obat mati rasa. Prosedur ini jarang mengharuskan Anda untuk bius total.

Jika prosedur ini dilakukan saat sadar, memasukan scope mungkin akan membuat Anda batuk pada awalnya. Namun ketidaknyamanan ini umumnya hanya berlangsung sementara karena obat mati rasa mulai bekerja.

Laringoskopi fleksibel mungkin hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit, tetapi jenis yang lain mungkin membutuhkan waktu lebih lama, tergantung pada apa yang sedang dilakukan.

Setelah Menjalani Prosedur Laringoskopi

Usai menjalani prosedur ini, Anda akan diawasi dengan ketat untuk memastikan tidak mengalami komplikasi. Biasanya, mulut dan tenggorokan masih mati rasa selama beberapa jam. Anda tidak akan diizinkan makan atau minum sampai mati rasa mereda.

Setelah mati rasa hilang, Anda mungkin mengalami sakit tenggorokan, batuk (yang mungkin mengandung darah pada awalnya), atau suara serak untuk beberapa hari ke depan. Jika Anda menjalani prosedur ini sebagai pasien rawat jalan, kemungkinan besar Anda bisa pulang setelah beberapa jam.

Dokter atau perawat akan memberi petunjuk khusus tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan beberapa jam setelah tes. Jika biopsi dilakukan sebagai bagian dari prosedur, hasilnya biasanya akan tersedia dalam beberapa hari, meskipun beberapa tes mungkin membutuhkan waktu lebih lama.

Komplikasi Laringoskopi

Meski komplikasi adalah sesuatu yang jarang terjadi setelah Anda menjalani prosedur ini, namun Anda juga harus tetap waspada bahwa komplikasi masih bisa terjadi. Beberapa komplikasi tersebut, antara lain:

  • Nyeri atau bengkak di mulut, lidah, atau tenggorokan
  • Pendarahan
  • Suara serak
  • Tersedak atau muntah
  • Infeksi

Jika Anda diberi anestesi, Anda mungkin akan merasa mual atau mengantuk sesudahnya. Anda mungkin mengalami mulut kering atau sakit tenggorokan. Ini adalah reaksi umum terhadap anestesi.

Namun, jika Anda merasa semakin sakit, demam, batuk, muntah darah, kesulitan bernapas/menelan, dan mengalami nyeri dada, segera hubungi dokter.

Perawatan Lanjutan

Anda bisa mengunyah es batu atau berkumur dengan air garam untuk meredakan sakit tenggorokan. Pereda nyeri atau pelega tenggorokan yang dijual bebas juga dapat membantu.

Jika dokter mengambil sampel jaringan, hasilnya mungkin memerlukan waktu 3 hingga 5 hari. Setelah itu, dokter  akan menjadwalkan pertemuan lanjutan untuk membicarakan apa yang sudah ditemukannya.

 

  1. Anonim. What Is Laryngoscopy?. https://www.webmd.com/oral-health/what-is-laryngoscopy#1. (Diakses pada 4 September 2020).
  2. Anonim. Laryngoscopy. https://www.cancer.org/treatment/understanding-your-diagnosis/tests/endoscopy/laryngoscopy.html. (Diakses pada 4 September 2020).
  3. Harris, Scott . 2018. A Close-Up Look at Laryngoscopy. https://www.healthline.com/health/laryngoscopy#purpose. (Diakses pada 4 September 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi