Terbit: 23 Desember 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Laringomalasia adalah penyebab umum suara bising pada bayi. Hal ini terjadi ketika laring (atau kotak suara) bayi lunak dan terkulai. Saat bayi menarik napas, bagian dari laring di atas pita suara masuk dan menghalangi jalan napas bayi untuk sementara. Ketahui gejala, penyebab, hingga cara mengatasinya.

Laringomalasia: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Apa Itu Laringomalasia?

Laringomalasia adalah kelainan jaringan yang berada tepat di atas pita suara. Keadaan ini membuat jaringan lunak sehingga menyebabkannya jatuh ke jalan napas. Hal ini dapat menyebabkan penyumbatan parsial pada jalan napas, yang menyebabkan suara berisik, terutama saat anak telentang.

Gejala Laringomalasia

Gejala utama dari keadaan ini adalah pernapasan yang bising atau dikenal sebagai stridor. Ini adalah suara bernada tinggi yang terdengar saat anak menarik napas. Seorang anak yang terlahir dengan kondisi ini, stridor mungkin terlihat jelas saat lahir

Rata-rata, kondisi ini pertama kali muncul saat bayi berusia dua minggu. Masalahnya bisa bertambah parah saat anak telentang atau saat menangis. Napas yang bising cenderung semakin keras dalam beberapa bulan pertama setelah lahir. Bayi dengan keadaan ini juga dapat mengalami retraksi dan tarikan kulit di sekitar leher atau dada.

Kondisi umum yang terkait adalah gastroesophageal reflux disease (GERD). Keadaan ini dapat menyebabkan anak mual dan muntah serta kesulitan menambah berat badan. Jika asam lambung mencapai kotak suara, gejalanya mungkin bertambah buruk.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

Gejala lain dari laringomalasia adalah:

  • Kesulitan makan atau menyusui.
  • Kenaikan berat badan yang lambat, bahkan membuat penurunan berat badan.
  • Tersedak saat menelan.
  • Aspirasi (saat makanan atau cairan masuk ke paru-paru).
  • Berhenti bernapas saat tidur, dikenal juga sebagai apnea.
  • Membiru/sianosis (disebabkan oleh kadar oksigen yang rendah dalam darah).

Pernapasan bising dan gejala dari penyakit ini biasanya mulai membaik setelah 3-6 bulan. Kadang-kadang, anak yang lebih tua dengan riwayat penyakit ini mungkin mengalami gangguan pernapasan saat berolahraga, saat terserang infeksi virus atau saat tidur.

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Jika Anda melihat gejala sianosis atau jika anak berhenti bernapas selama lebih dari 10 detik, segera ke rumah sakit. Selain itu, jika Anda melihat anak berusaha untuk bernapas, misalnya menarik dada atau leher, segera dapat bantuan medis.

Baca Juga: Asma pada Anak: Gejala, Penyebab, Penanganan, dll

Penyebab Laringomalasia

Penyebab pasti kenapa beberapa anak mengembangkan keadaan ini belum diketahui dengan pasti. Kondisi ini dianggap sebagai perkembangan abnormal tulang rawan laring/bagian lain dari kotak suara serta kondisi neurologis yang memengaruhi saraf pita suara.

Sementara itu, teori lain mengatakan bahwa keadaan ini mungkin juga merupakan sifat yang diturunkan, meskipun bukti tidak kuat untuk mendukung klaim ini.

Pada beberapa kasus, penyakit ini terkadang dikaitkan dengan gonadal dysgenesis dan Costello syndrome. Namun, anggota keluarga yang memiliki sindrom tertentu belum tentu memiliki gejala yang sama dan tidak semuanya memiliki keadaan ini.

Diagnosis Laringomalasia

Mengidentifikasi gejala seperti stridor dan mencatat kapan itu terjadi dapat membantu dokter membuat diagnosis. Dalam kasus yang ringan, pemeriksaan fisik mungkin diperlukan. Pada bayi yang memiliki banyak gejala, tes tertentu mungkin diperlukan.

Tes utama untuk penyakit laringomalasia adalah nasopharyngolaryngoscopy (NPL). Teknik ini dapat membantu dokter melihat dengan struktur laring. Tes lain yang mungkin diperlukan adalah rontgen leher, rontgen dada, atau functional endoscopic evaluation of swallow (FEES), tes yang mungkin diperlukan jika terdapat masalah menelan yang signifikan bersama dengan aspirasi.

Sekitar 99 persen bayi yang lahir dengan keadaan ini memiliki tipe ringan atau sedang. Gangguan ringan melibatkan pernapasan yang bising, tetapi tidak ada masalah kesehatan lainnya dan biasanya berkembang dalam waktu 18 bulan.

Kondisi sedang berarti ada beberapa masalah dengan makan, regurgitasi, GERD, dan retraksi dada. Keadaan yang parah dapat mencakup kesulitan makan, apnea, dan sianosis.

Pengobatan Laringomalasia

Sebagian besar anak akan sembuh tanpa perawatan apa pun. Namun, jika penyakit ini menyebabkan masalah makan, berat badan tidak mengalami peningkatan, atau sianosis, pembedahan mungkin diperlukan.

Perawatan bedah standar sering kali dimulai dengan prosedur yang disebut laringoskopi dan bronkoskopi langsung. Pembedahan dilakukan dengan membagi tulang rawan laring dan epiglotis, jaringan di tenggorokan yang menutupi tenggorokan saat menelan. Operasi juga melibatkan sedikit pengurangan jumlah jaringan tepat di atas pita suara.

Jika GERD merupakan masalah, dokter mungkin meresepkan obat asam lambung untuk membantu mengontrol produksi asam lambung.

Perawatan di Rumah

Pada kasus ringan atau sedang, Anda mungkin tidak perlu melakukan perubahan besar dalam pemberian makan, tidur, atau aktivitas lainnya. Anda harus memperhatikan anak dengan cermat untuk memastikan mereka makan dengan baik dan tidak mengalami gejala yang serius.

Jika menyusui merupakan tantangan, Anda mungkin perlu melakukannya lebih sering karena anak mungkin tidak mendapatkan banyak kalori dan nutrisi setiap kali menyusui.

Selain itu, menyusun bantal sedikit lebih tinggi dapat membantunya bernapas lebih mudah pada malam hari. Posisi tidur paling aman adalah telentang atau mengikuti arahan dari dokter.

Baca Juga: Memahami Kebutuhan ASI Bayi dengan Tepat

Pencegahan Laringomalasia

Penyakit ini adalah kondisi bawaan, artinya penyakit terjadi sejak lahir dan bukan kondisi yang berkembang di kemudian hari. Hal itulah yang membuat gangguan ini tidak dapat dicegah.

Pada beberapa kasus, beberapa orang tua mungkin sulit membedakan tingkat keparahan masalah pernapasan. Jika hal tersebut membuat khawatir, Anda harus konsultasi dengan dokter anak untuk melakukan evaluasi medis.

Meski keadaan ini adalah sesuatu yang tidak dapat dicegah, terdapat langkah-langkah yang dapat membantu mencegah keadaan darurat medis yang terkait dengan kondisi tersebut, antara lain:

  • Ketahui tanda-tanda perubahan pola makan, berat badan, dan pernapasan.
  • Dalam kasus yang jarang terjadi, misalnya ketika bayi mengalami apnea yang berhubungan dengan keadaan ini, bicarakan dengan dokter tentang penggunaan continuous positive airway pressure (CPAP) therapy atau pengobatan spesifik lainnya untuk apnea.

 

  1. Anonim. Laryngomalacia. https://kidshealth.org/en/parents/laryngomalacia.html. (Diakses pada 23 Desember 2020).
  2. Roland, James. 2018. Laryngomalacia. https://www.healthline.com/health/laryngomalacia. (Diakses pada 23 Desember 2020).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi