Terbit: 8 Agustus 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Seberapa sering Anda membersihkan kulkas di rumah? Kerap dianggap sepele, karena biasanya nampak selalu bersih, nyatanya kulkas merupakan salah satu tempat penting yang berperan dalam menjaga keamanan makanan.

Jarang Dilakukan, Ternyata Begini 4 Langkah Mudah Memastikan Kebersihan Kulkas!

Tidak heran, jika banyak asosiasi kesehatan yang berfokus di bidang keamanan pangan, menjadikan kulkas salah satu tempat yang harus selalu dipantau kebersihannya.

Penasaran bagaimana cara memastikan atau memantau kebersihan kulkas Anda? Dilansir dari Eatingwell.com, yuk sama-sama beberapa langkah memastikan kebersihan kulkas!

Berikut beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk memantau kebersihan kulkas:

1. Bau pada kulkas

Salah satu indikator kebersihan pada kulkas, adalah dari baunya. Pastikan kulkas tidak berbau.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Darlie - Advertisement

Kulkas yang bersih akan rendah akan paparan bakteri penyebab bau. Penyebab yang bisa menyebabkan kulkas bau adalah adanya bakteri atau kuman di sela rak kulkas, baik karena kulkas yang memang kurang bersih, atau merupakan bakter sisa kontaminasi silang antar bakteri pada berbagai bahan makanan.

Beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengurangi bau pada kulkas:

  • Bersihkan kulkas hingga ke sela-sela yang sulit terjangkau. Sela kulkas bisa menjadi tempat bersarangnya bakteri penyebab bau. Jika kulkas sudah terlanjur bau, bersihkan kulkas dengan menggunakan air hangat yang telah dicampurkan dengan bakin soda.
  • Menata bahan makanan sesuai dengan anjuran merupakan cara yang paling tepat untuk mengurangi paparan bakteri kontaminasi bahan makanan. Usahakan menempatkan bahan makanan pada wadah, utamanya makanan protein hewani mentah, atau plastik dengan lubang udara untuk sayuran.
  • Meletakkan baking soda dalam wadah terbuka ukuran kecil dan menggantinya setiap bulan juga bisa menjadi cara ampuh mengontrol bau pada kulkas.

2. Memastikan sela-sela kulkas selalu bersih

Sela-sela kulkas merupakan tempat berkembang biak bakteri jika tidak rutin dibersihkan. Anda bisa memerhatikan kebersihan beberapa bagian berikut:

  • Rak dan sela rak penyimpanan bahan makanan
  • Rak penyimpanan makanan di pintu kulkas dan sela pintu kulkas
  • Dinding rak kulkas

Pastikan ketiga bagian tersebut selalu Anda bersihkan karena ketiga bagian tersebut paling banyak bersentuhan langsung dengan aneka bahan makanan.

3. Perhatikan bagiamana Anda menyimpan atau menata bahan makanan pada kulkas

Memastikan kulkas bersih, namun tidak menyimpan bahan makanan dengan tepat, akan membuat usaha Anda membersihkan kulkas menjadi sia-sia belaka. Menata makanan dengan tepat merupakan kunci memertahankan kebersihan kulkas lebih lama.

Berikut beberapa anjuran penyimpanan bahan makanan pada kulkas:

  • Telur, susu, keju, atau bahan makanan matang, misalnya roti atau cake, disimpan di rak paling atas kulkas. Khusus untuk telur, sebaiknya disimpan di dalam karton penyimpanan khusus telur agar kebersihannya terjaga.
  • Daging, ikan, dan seafood, diletakkan di rak paling bawah. Perlu diperhatikan, cairan dari bahan makanan hewani mentah merupakan sumber kontaminasi bakteri paling berbahaya di kulkas, sehingga usahakan letakkan bahan makanan hewani dalam wadah agar atau dengan alas.
  • Sayur dan buah, diletakkan pada rak atau wadah khusus dengan kelembaban tertentu untuk buah dan sayur yang ada pada kulkas. Sebaiknya rak dibagi dua, masing-masing untuk buah dan sayur.

4. Perhatikan kualitas atau masa simpan bahan makanan yang ada pada kulkas

Cara memastikan kebersihan kulkas, adalah melihat apakah makanan yang Anda simpan dalam kulkas masih memiliki kualitas yang baik dan sesuai dengan masa simpannya.

Makanan yang tiba-tiba rusak sebelum tiba masa akhir simpannya, bisa jadi tanda bahwa kulkas Anda kurang bersih. Biasanya, beberapa makanan yang bisa menjadi tanda adalah keju yang mudah busuk, makanan hewani mentah yang rusak serta sayur dan buah yang mudah layu.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi