Terbit: 21 April 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Ayam adalah salah satu sumber protein yang mudah didapat dan digunakan oleh banyak orang. Bahan ini juga mudah sekali dibuat menjadi berbagai macam jenis makanan seperti sup, digoreng krispi, hingga dibuat menjadi beberapa jenis kue. Sayangnya pengolahan ayam sangat berisiko menyebabkan keracunan makanan kalau disimpan tidak benar.

Berapa Lama Ayam Bisa Disimpan di Lemari Pendingin?

Penyimpanan ayam yang sering dilakukan

Setelah membeli ayam, tidak semua orang memiliki kesempatan untuk mengolahnya. Kadang ayam yang dibeli hanya dimasukkan ke dalam lemari es saja lalu diolah nanti atau esok harinya. Kalau ayam akan segera dimasak, biasanya akan segera dicuci dan diletakkan di dalam wadah yang tertutup.

Ada juga yang merebus ayam dahulu hingga matang sebelum dimasukkan ke dalam lemari pendingin agar awet. Nah, mana saja cara penyimpanan ayam yang benar dan tidak menyebabkan kualitas bahannya menurun?

Berapa lama ayam bisa disimpan di lemari es?

Sebelum Anda memutuskan membeli ayam dalam jumlah banyak, pastikan terlebih dahulu kapan saja bahan itu akan digunakan. Kalau akan segera digunakan, mungkin tidak butuh tempat penyimpanan yang terlalu besar. Kalau tidak segera digunakan, tempat penyimpanan yang besar seperti lemari es atau kota khusus pendingin sangat dibutuhkan.

Ayam mentah yang tidak diolah terlebih dahulu dan langsung didapatkan dari penjual hanya mampu bertahan selama 1-2 hari di lemari pendingin. Ingat, di lemari pendingin, tidak dalam freezer yang bisa membekukan apa saja. Kalau Anda akan memasak ayam itu esok hari masih tidak masalah dan kualitas bahan tetap terjaga dengan baik. Kalau ayam disimpan sampai seminggu, kemungkinan besar akan menyebabkan masalah.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement

Kalau Anda merebusnya terlebih dahulu hingga matang sampai ke dalam, waktu sampannya akan lebih lama. Anda masih bisa menggunakan ayam sampai penyimpanan hari ke-4. Jadi, kalau ingin memperpanjang waktu penyimpanan, rebuslah terlebih dahulu selama beberapa menit.

Kalau ayam belum diolah atau masih mentah disimpan di dalam kotak pendingin atau freezer, kemungkinan besar bisa bertahan hingga 9 bulan. Jadi, kalau Anda mendapatkan daging ayam dalam jumlah banyak dan ingin disimpan untuk penggunaan jangka panjang, freezer adalah tempat yang sangat tepat.

Kalau ayam direbus dahulu baru disimpan di dalam freezer, kemungkinan bertahan lama juga cukup tinggi, sekitar 6 bulan. Dengan waktu yang panjang ini Anda bisa menyimpan ayam yang terlanjur dimasak banyak, tapi belum ingin diolah menjadi berbagai makanan.

Meski waktu simpan di freezer cukup panjang, Anda tetap harus melihatnya secara berkala. Lakukan pengecekan agar bahan makanan ini tidak mengalami kerusakan. Selanjutnya sebelum disimpan di dalam freezer ada baiknya diolah dengan baik agar tidak memungkinkan bakteri masuk ke dalam daging.

Kriteria ayam yang sudah tidak bisa diolah

Setelah menyimpan ayam di dalam lemari es atau freezer, cek dahulu sebelum diolah. Pengecekan ayam harus menggunakan beberapa kriteria di bawah ini.

  • Apakah melewati tanggal yang sudah ditetapkan atau tidak. Kalau melewati tanggal yang sudah ditetapkan, cek dahulu kualitasnya apakah terlihat ada perubahan tekstur atau tidak. Kalau tekstur lebih lembek, lebih baik dihindari.
  • Perubahan warna. Kalau daging ayam masih terlihat memiliki warna merah atau putih agak merah muda, daging ada dalam kondisi terbaiknya. Anda Tidak perlu khawatir kalau ingin mengonsumsinya. Namun, kalau warnanya jadi agak kekuningan atau hitam, daging sudah rusak dan tidak bisa dikonsumsi lagi.
  • Kalau ada perubahan aroma dari daging ayam menjadi sangat busuk dan tidak sedap,. Sudah bisa dipastikan kalau daging tidak bisa dikonsumsi dan harus segera dibuang.
  • Ada perubahan rasa. Coba beberapa potong daging ayam terlebih dahulu lalu masak. Kalau ada perubahan rasa signifikan dan Anda ingin muntah, kemungkinan besar daging ayam sudah rusak.

Risiko mengonsumsi ayam yang tidak berkualitas

Kalau daging ayam yang mengalami perubahan tetap Anda konsumsi, kemungkinan besar akan menyebabkan gangguan pada tubuh. Salah satu gangguan yang umum terjadi adalah keracunan makanan. Setelah keracunan makanan tubuh akan sering mengalami mual berlebihan, muntah, diare, hingga hal berbahaya lainnya.

Keracunan makanan bisa terjadi karena di dalam daging ayam yang sudah tidak sehat mengandung cukup banyak bakteri yang berbahaya. Bakteri yang berbahaya dalam daging ayam terdiri dari Campylobacter dan Salmonella.

Menghindari penyimpanan ayam yang berlebihan

Kalau Anda datang ke supermarket dan beberapa produk olahan daging dan ayam didiskon hingga besar-besaran, itu karena mereka tidak mau menjual barang yang kualitasnya rendah. Setelah beberapa jam di pajang kualitasnya akan terus anjlok dan menyebabkan bahan itu cepat busuk.

Kalau Anda tidak ingin mendapatkan daging ayam dengan kualitas yang rendah setiap masak, coba lakukan beberapa trik sederhana di bawah ini.

  • Hanya beli dalam jumlah yang cukup. Beberapa orang membeli daging ayam secara impulsif karena memiliki harga yang jauh lebih murah. Kalau hanya untuk konsumsi 1-2 hari saja tidak masalah. Namun, kalau beli untuk stok seminggu bisa memengaruhi kualitas daging.
  • Kalau ingin memperpanjang kualitas ayam ada baiknya untuk dimasak atau paling tidak direbut terlebih dahulu hingga matang.
  • Kalau terpaksa membeli ayam dalam jumlah banyak, ada baiknya disimpan dalam kotak pendingin atau freezer dan terlebih dahulu dimasukkan ke dalam plastik.
  • Selalu cek kondisi ayam setiap saat agar tahu apakah masih layak dipakai atau tidak. Kalau memang tidak layak digunakan lagi lebih baik segera dibuang daripada menimbulkan banyak masalah saat dimakan.

Inilah beberapa ulasan tentang ayam dan penyimpanannya. Jadi sudah sangat jelas kalau penyimpanan ayam di dalam lemari es tidak bisa dilakukan dalam jangka waktu lama. Kemungkinan ayam terjadi penurunan kualitas tetap saja besar. Oleh karena itu lebih baik segera mengolah ayam begitu membelinya agar mendapatkan kualitas terbaiknya.

 


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi