Terbit: 27 Juli 2020 | Diperbarui: 29 Juli 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Gangguan telinga bagian dalam seperti labirinitis tidak menimbulkan rasa sakit, tapi dapat menyebabkan gangguan keseimbangan. Kondisi ini dapat terjadi akibat infeksi yang terjadi pada telinga bagian dalam. Ketahui selengkapnya tentang penyakit satu ini mulai dari gejala, penyebab, hingga pengobatannya.

Labirinitis: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Apa Itu Labirinitis?

Labirinitis adalah gangguan telinga bagian dalam. Kondisi ini dapat memengaruhi keseimbangan seseorang.

Terdapat dua saraf vestibular di telinga bagian dalam yang mengirimkan informasi ke otak tentang navigasi spasial dan control keseimbangan. Apabila salah satu saraf mengalami peradangan, maka penyakit ini akan terjadi.

Penyebab kondisi ini sangat beragam. Bahkan kondisi seperti infeksi saluran pernapasan atau bahkan infeksi pada perut dapat menjadi penyebab dari kondisi ini. Infeksi paling umum disebabkan oleh virus, tapi terkadang dapat juga disebabkan oleh bakteri.

Baik disebabkan oleh virus maupun bakteri, biasanya gejala yang muncul akan sama. Maka dari itu, dokter harus mengetahui penyebabnya dengan tepat sebelum memberikan pengobatan yang sesuai.

Penyakit ini kadang disebut juga dengan vestibular neuritis. Dalam beberapa kasus, kondisi ini dapat membaik dengan sendirinya dalam jangka waktu beberapa minggu.

Gejala Labirinitis

Gejala penyakit ini dapat meliputi:

  • Pusing
  • Vertigo
  • Mual
  • Muntah
  • Kehilangan keseimbangan
  • Tinnitus, ditandai dengan telinga berdering atau berdengung
  • Kesulitan memfokuskan pandangan
  • Kehilangan pendengaran di rentang frekuensi tinggi pada satu telinga

Kondisi ini umumnya tidak menimbulkan rasa sakit. Gejala biasanya muncul dengan cepat dan intens selama beberapa hari. Setelah itu, gejala umumnya akan memudar dan muncul kembali jika Anda menggerakkan kepala tiba-tiba.

Kapan Harus ke Dokter?

Gejala yang lebih parah dapat mengindikasikan kondisi yang lebih serius dan membutuhkan penanganan medis cepat. Berikut adalah gejala yang perlu diwaspadai:

  • Pingsan
  • Kejang
  • Bicara cadel
  • Lemah
  • Demam
  • Kelumpuhan
  • Penglihatan ganda

Apabila Anda mengalami gejala labirinitis dan gejala yang disebutkan di atas, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis segera.

Penyebab Labirinitis

Bagian dalam telinga disebut dengan labirin. Jika labirin terinfeksi, maka akan menyebabkan penyakit labirinitis. Infeksi ini dapat disebabkan oleh beberapa kondisi seperti:

  • Infeksi virus pada telinga bagian dalam
  • Penyakit pernapasan
  • Virus herpes
  • Infeksi bakteri, termasuk infeksi pada telinga bagian tengah
  • Penyakit Lyme

Faktor Risiko Labirinitis

Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami gangguan telinga bagian dalam ini. Beberapa faktor tersebut di antaranya:

  • Menurunnya imunitas
  • Memiliki riwayat alergi
  • Merokok
  • Konsumsi alkohol berlebihan
  • Tekanan psikologis
  • Efek samping obat resep maupun obat yang dijual bebas (misal aspirin dosis tinggi)

Baca Juga: Otitis Eksterna: Penyebab, Gejala, Diagnosis dan Pengobatan

Diagnosis Labirinitis

Kondisi ini biasanya dapat didiagnosis dalam pemeriksaan fisik lengkap. Gejala penyakit ini mirip dengan beberapa kondisi penyakit lain. Maka dari itu, dokter perlu melakukan beberapa tes untuk menyingkirkan penyebab lainnya.

Kondisi lain yang memiliki gejala mirip adalah seperti:

  • Penyakit Maniere
  • Stroke/Transient Ischaemic Attack (TIA) 
  • Kerusakan pada arteri leher
  • Pendarahan otak
  • Benign paroxysmal positional vertigo (vertigo posisi paroksismal jinak)
  • Tumor otak

Pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mengetahui kondisi ini adalah pemeriksaan fisik lengkap. Pemeriksaan biasanya meliputi:

  • Tes pendengaran
  • Tes darah
  • CT scan atau MRI
  • Elektroensefalografi (EEG), yang merupakan tes gelombang otak
  • Elektronistagmografi (ENG), merupakan tes gerakan mata

Pengobatan Labirinitis

Pengobatan dapat meliputi penggunaan obat-obatan untuk mengurangi gejala dan infeksi, ditambah dengan cara untuk mengatasi gejala vertigo. Berikut hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi labirinitis:

1. Obat-obatan

Obat-obatan yang dapat membantu mengurangi gejala kondisi ini meliputi:

  • Antihistamin
  • Obat untuk mengatasi mual dan pusing
  • Obat penenang seperti diazepam
  • Kortikosteroid
  • Antibiotik, apabila Anda memiliki infeksi akibat bakteri

2. Mengatasi Gejala

Apa yang dapat dilakukan ketika gejala seperti vertigo muncul? Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasinya:

  • Jangan bergerak terlalu cepat karena Anda dapat semakin kehilangan keseimbangan.
  • Jika merasakan pusing, segera baringkan tubuh.
  • Jaga pola makan dan minum banyak cairan. Hindari konsumsi kafein, alkohol, garam, dan tembakau.
  • Jika obat-obatan yang diresepkan dokter menyebabkan gejala pusing, bicarakan dengan dokter untuk menurunkan dosis atau mencoba alternatif pengobatan lain.
  • Hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin apabila sedang merasa pusing.

3. Perawatan Jangka Panjang

Umumnya gejala akan sembuh dalam beberapa minggu dan Anda dapat benar-benar pulih dalam hitungan bulan. Namun, dalam beberapa kasus, masalah keseimbangan dapat bertahan lama hingga berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Jika hal ini terjadi, Anda mungkin akan membutuhkan rehabilitasi vestibular untuk mengembalikan keseimbangan. Latihan ini harus dilakukan di bawah pengawasan fisioterapis.

Penyakit ini dapat kambuh, tapi biasanya dengan gejala yang lebih ringan. Jika penyakit ini kembali, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik lengkap kembali untuk memastikan kondisi Anda.

Komplikasi Labirinitis

Apabila tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi serius. Komplikasi yang dapat disebabkan oleh labirinitis adalah hilangnya pendengaran secara permanen.

Pencegahan Labirinitis

Pada dasarnya, tidak ada tindakan spesifik yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit satu ini. Jika Anda mengalami infeksi pada bagian telinga manapun, pastikan segera mendapatkan perawatan yang tepat agar infeksi tersebut tidak memicu penyakit ini.

Begitu juga ketika Anda mengalami infeksi lainnya yang dapat menjadi penyebab kondisi ini.

Itu dia informasi lengkap tentang labirinitis. Kondisi ini memang membutuhkan waktu cukup lama hingga pemulihan sempurna. Namun, jarang juga ditemukan kasus kondisi ini berubah menjadi kronis. Semoga informasi ini bermanfaat!

 

  1. Anonim. 2018. What Is Labyrinthitis?. https://www.webmd.com/brain/what-is-labyrinthitis#1. (Diakses 27 Juli 2020).
  2. Anonim. 2020. Labyrinthitis and vestibular neuritis. https://www.nhs.uk/conditions/labyrinthitis/. (Diakses 27 Juli 2020).
  3. Pietrangelo, Ann. 2019. Labyrinthitis. https://www.healthline.com/health/labyrinthitis. (Diakses 27 Juli 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi