Terbit: 17 November 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Kutu kemaluan adalah serangga kecil yang terdapat di area genital. Kutu jenis ini mendapat julukan crabs karena memiliki bentuk tubuh menyerupai kepiting kecil. Simak penjelasan selengkapnya mengenai gejala, penyebab, hingga cara mengatasinya.

Kutu Kemaluan: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Apa Itu Kutu Kemaluan?

Kutu kemaluan (phthirus pubis) adalah serangga sangat kecil yang menempati area genital. Kutu ini mengisap darah dan menyebabkan rasa gatal yang parah di area yang terkena. Dalam kasus yang jarang terjadi, kutu dapat berada di bulu mata, bulu ketiak, dan rambut wajah. Kutu kelamin sering kali lebih kecil dari kutu badan dan kutu rambut.

Gejala Kutu Kemaluan

Jika Anda memiliki kutu jenis ini, rasa gatal yang hebat bisa terasa di area genital atau anus. Rasa gatal biasanya baru terasa lima hari setelah serangan awal. Pada malam hari, rasa gatal akan semakin parah.

Gejala umum lainnya yang bisa terjadi adalah:

  • Demam ringan.
  • Mudah emosi.
  • Kelelahan.
  • Bintik-bintik kebiruan pucat dekat gigitan.

Rasa gatal yang berlebihan dapat menyebabkan luka atau infeksi di daerah yang terkena. Jika kutu terdapat pada bulu mata anak, maka ia berisiko mengalami konjungtivitis (mata merah).

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement

Selain itu, kutu juga dapat menyebar ke area lain yang memiliki bulu seperti bulu kaki, dada, ketiak, jenggot, kumis, dan bulu mata/alis (lebih sering terjadi pada anak-anak).

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Perawatan dari tenaga medis profesional harus dilakukan jika:

  • Sudah menggunakan produk-produk untuk membasmi kutu namun tidak berhasil membunuh kutu kemaluan.
  • Anda sedang hamil.
  • Anda memiliki lecet kulit yang terinfeksi karena menggaruk.

Penyebab Kutu Kemaluan

Salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan oleh banyak orang adalah kutu kemaluan berasal dari mana? Serangga kecil ini biasanya ditularkan melalui kontak intim seperti hubungan seksual. Kutu juga dapat ditemukan dengan menggunakan selimut, handuk, seprai, atau pakaian orang yang memiliki kutu.

Penting untuk dipahami, Anda tidak mungkin tertular kutu dari dudukan toilet atau peralatan rumah tangga. Kutu biasanya tidak lepas dari inangnya kecuali jika sudah mati. Serangga kecil ini juga tidak bisa melompat dari satu orang ke orang lain seperti kutu jenis lainnya.

Faktor Risiko Kutu Kemaluan

Kutu tidak menyebar melalui sentuhan yang cepat seperti jabat tangan atau pelukan. Serangga kecil ini tidak akan akan hidup lama ketika berada jauh dari tubuh manusia dan tidak dapat bertahan pada permukaan yang halus.

Adanya kutu ini di tubuh tidak berarti seseorang memiliki kebersihan yang buruk, tidak ada hubungan pasti antara kebersihan dengan kutu jenis ini. Seseorang yang melakukan kontak dekat dengan orang yang sudah memiliki kondisi ini memiliki risiko lebih besar. Orang yang memiliki infeksi menular seksual lebih mungkin memiliki keadaan ini.

Diagnosis Kutu Kemaluan

Diagnosis bisa dilakukan dengan cara sendiri sendiri, yaitu dengan memeriksa area kemaluan secara menyeluruh. Guna membantu menemukan kutu, Anda bisa menggunakan kaca pembesar untuk memastikan ada tidaknya serangga tersebut. Kutu biasanya berwarna abu-abu pucat, tetapi warnanya bisa menjadi gelap setelah mengisap darah.

Telur kutu adalah indikator adanya serangga kecil. Telurnya kecil dan berwarna putih, dan biasanya berada di sekitar akar rambut kemaluan atau rambut tubuh lainnya.

Pengobatan Kutu Kemaluan

Jika losion atau sampo yang dijual bebas tidak membunuh kutu, dokter mungkin meresepkan perawatan yang lebih kuat, seperti:

  • Malathion. Losion resep dioleskan pada area yang terkena dan membilasnya setelah 8 hingga 12 jam.
  • Ivermectin. Obat ini diminum sebagai dosis tunggal dua pil, dengan pilihan untuk mengambil dosis lain dalam 10 hari jika pengobatan ini tidak berhasil.
  • Lindane. Obat ini biasanya diresepkan hanya jika pengobatan lain gagal. Gunakan obat ini langsung ke ke area yang terkena dan mencucinya setelah empat menit. Lindane tidak disarankan untuk wanita yang sedang hamil atau menyusui, bayi atau anak kecil, orang tua, atau siapa pun yang beratnya kurang dari 45 kg.
  • Perawatan bulu mata dan alis. Jika kutu ini ditemukan pada bulu mata dan alis, Anda bisa mengobatinya dengan mengoleskan petroleum jelly secara hati-hati dengan kapas pada malam hari dan mencucinya pada pagi hari. Perawatan ini mungkin perlu diulang selama beberapa minggu. Gunakan dengan hati-hati agar tidak mengiritasi mata.

Jika hanya ditemukan sedikit kutu dan telur kutu, Anda mungkin dapat menghilangkannya menggunakan sisir atau kuku jari. Jika perawatan tambahan diperlukan, dokter mungkin meresepkan salep topikal.

Semua area tubuh yang berbulu harus diperiksa dan dirawat secara menyeluruh karena kutu dapat berpindah dari area yang dirawat ke bagian tubuh yang berbulu lainnya. Mencukur tidak akan menghilangkan kutu.

Baca Juga: 12 Obat Kutu Air secara Medis & Alami (Ampuh)

Komplikasi Kutu Kemaluan

Terkadang, serangan kutu dapat menyebabkan komplikasi kecil. Berikut beberapa komplikasi yang bisa terjadi, antara lain:

  • Kulit berubah warna. Bintik biru pucat dapat berkembang pada area di mana kutu bersarang.
  • Infeksi sekunder. Jika gigitan kutu yang gatal menyebabkan Anda menggaruk dengan kencang, luka ini dapat terinfeksi.
  • Iritasi mata. Anak-anak yang memiliki kutu kemaluan pada bulu mata dapat mengalami sejenis mata merah muda (konjungtivitis).

Pencegahan Kutu Kemaluan

Langkah-langkah yang bisa Anda terapkan agar kutu tidak menyerang tubuh adalah hindari berbagi pakaian, selimut, atau handuk dengan siapa pun yang memiliki kutu. Selain itu, kontak seksual juga harus dihindari sampai pengobatan selesai.

Setelah Anda didiagnosis memiliki kutu pada organ genital, Anda harus memberi tahu pasangan seksual untuk mendapatkan perawatan yang sama. 

 

  1. Anonim. ???Pubic lice (crabs). https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pubic-lice-crabs/symptoms-causes/syc-20350300. (Diakses pada 17 November 2020).
  2. Bergen, Teresa. 2018. Pubic Lice Infestation. https://www.healthline.com/health/std/pubic-lice#diagnosis. (Diakses pada 17 November 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi