Kutil: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

kutil-doktersehat

DokterSehat.Com – Kutil adalah infeksi yang terjadi pada lapisan kulit luar (epidermis). Infeksi yang ditimbulkannya membuat kulit tumbuh dan menebal, serta menyebabkan pertumbuhan kulit jinak (non-kanker). Kutil sendiri bisa terjadi di seluruh bagian tubuh, akan tetapi kutil paling umum terjadi di tangan, lutut, dan kaki.

Penyebab Kutil

Kutil sendiri disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) yang menyerang lapisan kulit. Virus HPV menyebabkan produksi keratin (materi dasar penyusun lapisan kulit, rambut dan kuku) berlebihan, sehingga membentuk tekstur kulit yang kasar dan tebal.

Virus penyebab kutil dapat ditularkan melalui kontak kulit ke kulit, pemakaian handuk atau sepatu secara bersama-sama. Meski risiko terkena kutil dari orang lain terbilang rendah, akan tetapi kutil dapat ditularkan, terutama jika orang tersebut memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Ini termasuk orang dengan HIV atau AIDS, dan mereka yang menggunakan imunosupresan setelah transplantasi.

Jenis Kutil

Terdapat empat jenis kutil utama yang disebabkan oleh HPV. Meski terlihat berbeda secara fisik, pada dasarnya semua disebabkan oleh hal yang sama. Berikut ini adalah beberapa jenis kutil yang harus Anda tahu, di antaranya:

1. Kutil (Veruka Vulgaris)

Veruka vulgaris merupakan kutil yang memiliki permukaan yang keras, kasar, dan mungkin tampak seperti kembang kol dan tumbuh di manapun pada tubuh. Kutil jenis ini paling umum berkembang di jari, sikut, lutut, atau area kulit yang rusak. Pembekuan pembuluh darah sering terlihat sebagai bintik kecil yang gelap seperti biji tanaman.

2. Kutil telapak kaki (Veruka Plantaris)

Kutil jenis ini biasanya muncul di telapak kaki atau tumit. Kutil ini memiliki titik-titik hitam kecil dikelilingi oleh jaringan putih yang keras. Selain itu, jenis kutil ini bisa terasa sakit saat Anda menekannya dan termasuk kutil yang sulit untuk dihilangkan.

3. Kutil Datar (Flat Wart)

Kutil ini memiliki bentuk pertumbuhan bulat, halus dan sering kali berwarna kuning. Kutil ini paling sering muncul di wajah, leher, punggung tangan atau kaki. Kutil datar adalah kutil yang paling sering muncul di area yang sering terpapar sinar matahari. Meski kutil ini cenderung memiliki bentuk yang lebih besar, namun dari semua jenis kutil, kutil datar dapat hilang tanpa pengobatan.

4. Kutil Kelamin

Kutil ini disebabkan oleh berbagai jenis HPV dibandingkan jenis kutil lainnya. Kutil kelamin disebarkan melalui kontak seksual dan merupakan infeksi menular seksual (IMS) yang paling umum didiagnosis.

Jika Anda memiliki jenis kutil ini, penting untuk pergi ke klinik agar mendapatkan penanganan yang tepat. Kutil ini harus diperlakukan secara berbeda dibanding jenis kutil lainnya.

5. Kutil Filiform (Verruca Filiformis)

Kutil filiform memiliki bentuk yang panjang. Jenis kutil ini bisa tumbuh dengan cepat di kelopak mata, leher, dan ketiak.

6. Kutil Mosaic

Kutil mosaik adalah gabungan dari beberapa kutil plantar dalam kelompok besar. Tidak seperti tahi lalat, kutil jenis ini sering berwarna sama dengan kulit. Kutil ini tidak mengandung nanah kecuali mereka terinfeksi. Jika infeksi terjadi, mungkin memerlukan pengobatan dengan antibiotik.

7. Kutil Periungual

Kutil periungual dapat tumbuh di bawah dan di sekitar kuku kaki. Jenis kutil ini bisa menyakitkan dan memengaruhi pertumbuhan kuku.

Gejala Kutil

Kutil datang dalam berbagai bentuk dan ukuran. Sebuah kutil mungkin memiliki benjolan dengan permukaan kasar, datar atau mungkin halus. Pembuluh darah kecil tumbuh menjadi inti dari kutil untuk memasok darah.

Kutil umum dan kutil di telapak kaki (plantar) dapat terlihat seperti titik-titik gelap di tengah kutil. Kutil biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Tetapi kutil yang tumbuh di area yang mendapatkan tekanan seperti pada jari atau di bagian bawah kaki, bisa menyakitkan.

Kutil yang menyerang jari tangan juga biasanya memiliki ciri:

  • Benjolannya kecil dan seperti berdaging.
  • Berwarna merah muda atau cokelat.
  • Tekstur kulit kasar.
  • Pembuluh darah membeku.

Diagnosis Kutil

Seorang dokter biasanya dapat mengetahui apakah ada pertumbuhan kutil hanya dengan melihatnya. Dokter juga bisa mengambil sampel kutil dan melihat di bawah mikroskop (biopsi kulit). Sampel kutil ini akan dikirim ke laboratorium untuk mengetahui penanganan, status kutil, dan mencegah kemungkinan pertumbuhan kulit lainnya.

Pengobatan Kutil

Tujuan pengobatan adalah untuk menghancurkan kutil, merangsang respon sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus, atau keduanya. Perawatan mungkin memakan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan.

Bahkan dengan perawatan, kutil cenderung kambuh atau menyebar. Dokter biasanya memulai dengan metode yang paling tidak menyakitkan, terutama ketika merawat anak kecil dan melakukan pengobatan berdasarkan lokasi serta gejala kutil.

Berikut adalah cara menghilangkan kutil yang bisa Anda coba, di antaranya:

1. Salicylic Acid

Cara menghilangkan kutil yang pertama adalah menggunakan asam salisilat. Asam salisilat bekerja dengan menghilangkan lapisan kutil sedikit demi sedikit. Studi menunjukkan bahwa asam salisilat lebih efektif jika dikombinasikan dengan cryotherapy

2. Cryotherapy

Terapi yang dilakukan oleh dokter ini melibatkan pemberian nitrogen cair pada kutil. Cryotherapy bekerja dengan menyebabkan lepuh terbentuk di bawah dan di sekitar kutil.

Kemudian, jaringan mati terkelupas dalam waktu seminggu atau lebih. Metode ini juga dapat merangsang sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus kutil. Terapi ini perlu dilakukan berulang kali.

Efek samping cryotherapy termasuk nyeri, kulit melepuh dan berubah warna di area yang dirawat. Karena teknik ini bisa menyakitkan, biasanya tidak digunakan untuk mengobati kutil pada anak kecil.

3. Asam Trikloroasetat

Jika asam salisilat atau cryotherapy tidak berefek, dokter Anda mungkin mencoba asam trikloroasetat. Dengan metode ini, dokter akan memotong permukaan kutil dan kemudian mengoleskan asam trikloroasetat. Diperlukan perawatan berulang setiap minggu atau lebih.

4. Laser

Perawatan pulsed-dye laser (membakar)  pembuluh darah kecil. Jaringan yang terinfeksi akhirnya mati dan kutil akan hilang. Bukti efektivitas metode ini terbatas, dan dapat menyebabkan rasa sakit dan jaringan parut.

5. Bleomycin

Dokter kulit dapat menyuntikkan setiap kutil dengan obat antikanker, bleomycin. Cara menghilangkan kutil ini dapat memiliki efek samping lain, seperti kehilangan kuku jika diberikan di jari.

6. Kuret

Melalui metode ini, jaringan kulit akan dipotong dengan alat bedah, kemudian diangkat. Kuret dapat terasa menyakitkan dan bisa meninggalkan bekas luka (jaringan parut). Namun, cara menghilangkan kutil ini termasuk efektif dalam menghilangkan kutil.

Pencegahan Kutil

Setelah Anda mengetahui cara menghilangkan kutil, berikut adalah cara yang bisa dilakukan agar tidak tertular kutil atau menyebarkan kutil pada orang lain, antara lain:

  • Jangan menyentuh kutil orang lain.
  • Jangan menggunakan handuk atau barang pribadi penderita.
  • Jangan berbagi sepatu dan kaus kaki dengan penderita.
  • Jangan coba untuk menggores kutil, karena hal ini dapat menyebabkannya menyebar ke bagian tubuh yang lain.
  • Jangan coba untuk mencukur rambut di area yang terdapat kutil.
  • Jangan menggigit kuku jika kutil berada di dekat kuku.
  • Cuci tangan dengan bersih setelah menyentuh kutil.

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau dr. Jati Satriyo

Sumber:

  1. Warts. https://www.aad.org/public/diseases/contagious-skin-diseases/warts#treatment. (diakses pada tanggal 28 Agustus 2019).
  2. How to treat a wart. https://www.medicalnewstoday.com/articles/155039.php. (diakses pada tanggal 28 Agustus 2019).
  3. Warts. https://www.healthline.com/health/skin/warts#when-to-see-a-doctor. (diakses pada tanggal 28 Agustus 2019).
  4. Common warts. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/common-warts/symptoms-causes/syc-20371125. (diakses pada tanggal 28 Agustus 2019).
  5. Warts and verrucas. https://www.bupa.co.uk/health-information/healthy-skin/warts-and-verrucas. (diakses pada tanggal 28 Agustus 2019).
  6. Plantar Warts (Verrucas). https://www.britishskinfoundation.org.uk/plantar-warts-verrucas. (diakses pada tanggal 28 Agustus 2019).