Terbit: 7 Januari 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo


Benarkah kurang tidur menyebabkan kanker hati? Memiliki waktu tidur yang baik adalah sesuatu yang penting dalam menjaga kondisi tubuh tetap optimal. Namun, banyak orang tidak menyadari pentingnya hal tersebut. Salah satu organ yang bisa terdampak akibat kebiasaan tersebut adalah hati. Simak penjelasannya di bawah ini kaitan antara kurang tidur dengan penyakit hati.

kurang-tidur-menyebabkan-kanker-hati-doktersehat

Kaitan antara Kurang Tidur dan Kanker Hati

Menurut studi yang dilakukan oleh Baylor College of Medicine di Texas dan diterbitkan di jurnal Cancer Cell, munculnya penyakit kronis bisa terjadi karena adanya gangguan waktu tidur.

“Studi terbaru menunjukkan bahwa lebih dari 80 persen populasi di Amerika Serikat mengadopsi gaya hidup yang mengarah pada gangguan kronis dalam jadwal tidur mereka,” kata Loning Fu, penulis senior studi ini dan profesor di Baylor College of Medicine.

“Kondisi ini juga telah mencapai tingkat epidemi di negara maju lainnya, yang dibarengi dengan peningkatan obesitas dan risiko kanker hati,” imbuhnya.

– Iklan –

Bahaya Kurang Tidur dan Pengaruhnya pada Ritme Sirkadian

Setelah mendapatkan penjelasan bahwa kurang tidur secara tidak langsung menyebabkan kanker hati, hal penting lainnya yang harus dipahami dari bahaya kurang tidur adalah terganggunya ritme sirkadian.

Pada dasarnya manusia memiliki jam biologis yang dikenal sebagai ritme sirkadian tubuh. Jam biologis ini mengendalikan semua fungsi tubuh, termasuk saat tubuh mengantuk atau saat Anda harus terbangun untuk beraktivitas. Berbagai proses ini melibatkan berbagai organ penting yang ada di dalam tubuh.

American Cancer Society melaporkan bahwa 700.000 orang di seluruh dunia didiagnosis menderita kanker hati setiap tahun. Seorang pria lebih mungkin mengembangkan kanker hati daripada wanita.

Obesitas adalah faktor risiko utama untuk karsinoma hepatoseluler (HCC)—jenis kanker hati yang paling umum. Kelebihan lemak dalam hati menghasilkan nonalcoholic fatty liver disease (NAFLD), yang memiliki tingkat insiden tinggi pada individu yang obesitas. NAFLD telah diprediksi menjadi penyebab utama HCC di abad ke-21.

Seiring waktu, NAFLD menyebabkan hati membesar dan sel-sel hati digantikan oleh jaringan parut. Pada akhirnya, kondisi ini menyebabkan kerusakan hati, sirosis, kadang-kadang menjadi kanker hati dan gagal hati stadium akhir.

Akibat Kurang Tidur dan Penyakit Fatty Liver

Studi lain menunjukkan bahwa situasinya mungkin bahkan lebih rumit—sleep apnea mungkin terlibat langsung dalam perkembangan penyakit hati. Menurut sebuah penelitian terhadap 226 pasien yang dicurigai menderita sleep apnea, terlepas dari kenyataan bahwa pasien tidak dipilih berdasarkan obesitas—menunjukkan bahwa 61,5% peserta memiliki  berbagai tingkat NAFLD.

Analisis data pasien mengidentifikasi hubungan antara sleep apnea dan keberadaan NAFLD dengan sendirinya dapat menyebabkan NAFLD. Dalam analisis yang sama, keparahan sleep apnea dikaitkan dengan keparahan NAFLD pada individu yang obesitas.

Mencegah Kanker Hati

Selain menata waktu tidur dengan lebih baik dan tidak lagi begadang, pakar kesehatan menyarankan untuk mencegah sirosis hati terlebih dahulu dengan cara menjaga berat badan dalam kondisi ideal, menghindari minuman beralkohol, dan menggunakan alat pelindung jika sering beraktivitas di lingkungan yang dipenuhi dengan bahan kimia.

Selain itu, Anda juga harus menghindari gaya hidup tidak sehat seperti seks bebas atau menggunakan narkotika. Bantuan medis diperlukan jika Anda memang mengalami masalah insomnia.

Berikut ini adalah beberapa tips agar Anda bisa tidur cukup setiap malam, di antaranya:

  • Membuat Jadwal Tidur

Buat rutinitas sebelum tidur untuk diri sendiri seperti membaca, mendengarkan musik , minum teh herbal (seperti chamomile atau lavender), mandi air hangat atau hanya memiliki waktu tenang. Ketika dilakukan secara teratur, rutinitas ini akan memberi sinyal ke otak bahwa sudah waktunya tidur.

  • Waktu dan Jenis Makan Malam

Tak hanya soal memilih makanan yang tepat, waktu makan juga sebaiknya diperhatikan di malam hari. Pakar kesehatan menyarankan untuk menghindari makan berat sekitar 2 jam sebelum tidur. Selain itu, sebaiknya Anda juga tidak lagi mengonsumsi minuman berkafein di malam hari karena bisa mengganggu kualitas tidur.

  •  Kamar Tidur yang Nyaman

Jaga agar lingkungan tidur tetap gelap, tenang, dingin, dan nyaman. Orang dengan insomnia cenderung sering melihat jam, di mana hal ini hanya dapat meningkatkan kecemasan dan memperburuk insomnia.

  • Jangan Tidur Siang Berlebihan

Meskipun bisa menambah energi dan menghilangkan rasa kantuk, tidur siang berlebihan bisa membuat Anda sulit tidur di malam hari. Pakar kesehatan menyarankan untuk membatasi waktu tidur siang sekitar 30 menit saja.

  • Jangan Mudah Stres

Jika Anda sedang stres atau memiliki banyak beban pikiran, maka Anda akan cenderung sulit untuk tidur pulas. Cobalah untuk melakukan latihan pernapasan, meditasi, atau mandi air hangat demi meredakan stres sebelum tidur.

 

  1. Hewings-Martin, Yella, Ph.D. 2016. Chronic sleep disruption linked to liver cancer. https://www.medicalnewstoday.com/articles/314318.php#1. (Diakses pada 7 Januari 2020).
  2. Sleep Apnea Causes Liver Damage. https://www.sleepdr.com/the-sleep-blog/sleep-apnea-causes-liver-damage/. (Diakses pada 7 Januari 2020).
  3. Sleep Problems (Insomnia) in the Cancer Patient. https://www.oncolink.org/support/side-effects/other-side-effects/insomnia/sleep-problems-insomnia-in-the-cancer-patient. (Diakses pada 7 Januari 2020).



DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi