Terbit: 2 Desember 2020 | Diperbarui: 26 April 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Kulit sensitif bukanlah penyakit akan tetapi merupakan gejala dari kondisi lain. Biasanya seseorang tidak menyadari memiliki kulit sensitif sampai mengalami reaksi buruk saat menggunakan produk perawatan kulit. Simak penjelasan lengkap mengenai ciri-ciri, penyebab, hingga cara mengatasinya.

Kulit Sensitif: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Apa Itu Kulit Sensitif?

Ini adalah istilah yang mengacu pada kulit yang lebih rentan terhadap peradangan. Seseorang yang memiliki kondisi ini memiliki reaksi kuat terhadap bahan kimia, pewarna, dan wewangian yang terdapat pada produk-produk perawatan kulit.

Dalam banyak kasus, keadaan ini adalah gejala dari kondisi yang mendasarinya. Kondisi yang menyebabkan kulit menjadi sensitif jarang serius, sehingga Anda dapat mengendalikan gejala dengan beberapa perubahan sederhana pada rutinitas perawatan kulit.

Gejala Kulit Sensitif

Kebanyakan orang menganggap kulit yang sensitif sebagai kulit yang mudah teriritasi. Padahal, tidak ada diagnosis yang bisa digunakan dokter untuk menentukan kulit sensitif. Cara terbaik untuk menentukan jenis kulit Anda adalah dengan memperhatikan reaksinya.

Berikut beberapa gejala yang bisa Anda kenali, antara lain:

1. Kulit Anda Reaktif

Jika Anda memiliki kulit yang sensitif, Anda mungkin memperhatikan bahwa sabun, deterjen, wewangian, parfum, produk perawatan kulit, dan produk rumah tangga dapat menyebabkan kulit bereaksi seperti gatal, kering, atau kemerahan. Selain itu, paparan udara dingin, matahari, dan angin bisa memicu flare, yaitu munculnya gejala secara tiba-tiba dengan derajat yang berat.

2. Muncul Kemerahan

Ini adalah gejala paling umum yang dialami oleh banyak orang. Bisa berupa ruam merah, benjolan merah, atau pembuluh darah yang melebar. Biasanya, kemerahan akan hilang setelah menghilangkan iritan atau dengan perawatan ringan.

3. Kulit Kering

Kulit kering dan kulit sensitif biasanya berjalan bersamaan. Keadaan ini dapat menyebabkan jerawat dan kulit pecah-pecah. Anda kemungkinan besar akan memiliki lebih banyak masalah dengan kulit kering dalam cuaca dingin, kering, dan saat terkena angin.

4. Sering Mengalami Ruam

Jenis kulit ini dapat menimbulkan reaksi seperti ruam merah, kering, dan bersisik saat terkena pemicu. Hal ini terutama berlaku untuk produk yang menempel pada kulit seperti krim wajah. Anda mungkin mengalami ruam dengan sangat cepat setelah melakukan kontak.

Ruam bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, namun jika Anda alergi terhadap sesuatu, gejala bisa lebih serius daripada kulit sensitif.

5. Lebih Mudah Berjerawat

Anda yang memiliki kulit jenis ini mungkin lebih mudah mengembangkan jerawat dengan benjolan merah dan pustula. Anda mungkin menemukan bahwa pembersih atau krim untuk mengatasi jerawat hanya memperburuk gejala.

6. Mudah Terbakar saat Terkena Sinar Matahari

Memiliki kulit jenis ini membuat Anda lebih rentan terhadap efek berbahaya dari sinar matahari, apalagi jika kulit sudah teriritasi atau mengelupas. Oleh karena itu, Anda harus selalu memakai tabir surya saat berada di luar ruangan.

Beberapa bahan dalam tabir surya dapat menyebabkan reaksi alergi, carilah yang mengandung zinc oxide atau titanium dioxide. Selain itu, pilihlah tabir surya yang memiliki SPF 30 atau lebih tinggi.

Penyebab Kulit Sensitif

Dalam banyak kasus, memiliki kulit jenis ini umumnya tidak menimbulkan masalah serius, karena kemungkinan besar berasal dari kondisi kulit ringan atau masalah lain pada kulit itu sendiri. Berikut beberapa penyebab yang membuat kulit menjadi sensitif, antara lain:

1. Natural Disposition

Terkadang, seseorang mungkin memiliki keadaan ini tanpa kondisi kesehatan yang mendasarinya. Dalam hal ini, kulit akan lebih mudah teriritasi setelah terpapar sinar matahari, angin kencang, suhu yang sangat dingin atau panas.

Selain itu, orang dengan kulit sensitif mungkin lebih rentan terhadap reaksi terhadap produk perawatan kulit, make up, atau jenis pakaian tertentu. Gejala yang dapat muncul seperti ruam, gatal, bercak kemerahan, hingga sensasi menyengat tanpa adanya perubahan pada kulit.

2. Dermatitis Kontak

Dermatitis kontak mengacu pada reaksi kulit yang muncul setelah menyentuh sesuatu. Kulit bisa menjadi merah, bengkak, dan gatal. Dalam beberapa kasus, bisa menjadi sangat kering dan pecah-pecah, bahkan bisa terbentuk lepuh.

3. Reaksi Alergi

Dermatitis kontak alergi adalah salah satu jenis dermatitis kontak. Ini terjadi ketika kulit memiliki reaksi alergi terhadap zat yang bersentuhan dengannya. Penyebab umum reaksi meliputi:

  • Perhiasan yang terbuat dari logam yang mengandung nikel.
  • Wewangian.
  • Lateks pada sarung tangan atau produk lainnya.
  • Bahan kimia pada produk kecantikan.
  • Reaksi terhadap tanaman tertentu, seperti poison ivy, poison oak, atau jelatang.

4. Kulit Kering

Seseorang dengan kulit kering biasanya memiliki kulit yang sensitif. Kulit cenderung menjadi lebih sensitif karena kehilangan kelembapan dan lemak pelindung yang membuat kulit tidak mengering. Keadaan ini mungkin muncul di area yang sering terpapar bahan kimia seperti tangan, wajah, dan lengan.

5. Eksim

Eksim atau dermatitis atopik adalah suatu kondisi yang umumnya menyebabkan munculnya bercak kulit yang kering dan gatal. Meski begitu, gejala setiap orang bervariasi. Saat kambuh, keadaan ini akan menyebabkan gatal terus menerus, terutama pada malam hari.

Eksim juga dapat memicu munculnya ruam pada beberapa bagian tubuh, terutama tangan, kaki, leher, dada, siku, lutut, wajah, kelopak mata, hingga kulit kepala.

6. Rosacea

Orang dengan rosacea mungkin memiliki kulit merah dan pembuluh darah yang terlihat, biasanya di wajah. Pada beberapa orang, kulit mungkin mengalami ruam berupa benjolan kecil berisi nanah. Gejala dari keadaan ini bisa hilang timbul dan umumnya berlangsung selama beberapa minggu atau bulan.

7. Fotodermatitis

Fotodermatitis adalah reaksi abnormal kulit saat terpapar sinar matahari. Reaksi sinar matahari pada seseorang dengan fotodermatitis dapat menyebabkan ruam, lecet, atau bercak bersisik muncul pada kulit yang terbuka. Semakin lama terpapar sinar matahari, reaksi yang ditimbulkan bisa semakin parah.

Ciri-Ciri Kulit Sensitif yang Membutuhkan Penanganan Ekstra

Pada dasarnya kulit yang sensitif mengacu pada berbagai kondisi seperti yang dijelaskan di atas. Berikut adalah ciri-ciri kulit yang memerlukan perawatan ekstra, antara lain:

  • Ruam dan benjolan merah kecil yang sering muncul.
  • Penggunaan produk perawatan kulit menyebabkan kulit seperti terbakar.
  • Kulit terasa gatal saat terkena air hangat.
  • Pembuluh darah kecil yang terlihat di dekat permukaan kulit, sering terlihat pada hidung dan pipi.
  • Kulit bereaksi terhadap cuaca buruk, seperti cuaca yang dingin atau berangin.
  • Mudah keluar jerawat.

Baca Juga: 7 Jenis Vitamin untuk Kulit dan Nutrisi Penting Lainnya

Cara Mengatasi Kulit Sensitif

Perawatan yang dilakukan biasanya dengan menghilangkan pemicunya, perawatan rumah rumahan, hingga menggunakan obat resep.

Perawatan Medis

Tergantung pada penyebab kulit sensitif dan gejala yang menyertainya, dokter mungkin meresepkan beberapa obat, antara lain:

  • Krim steroid. Krim steroid ada yang tanpa resep dan ada yang memerlukan resep dokter seperti hydrocortisone, untuk membantu membantu meredakan peradangan dan gatal-gatal. Anda tidak boleh menggunakannya pada wajah.
  • Krim analgesik. Krim pemati rasa ini dapat membantu mengurangi rasa gatal, sehingga dapat membuat seseorang untuk tidak menggaruk atau mengiritasi area yang sensitif.
  • Antihistamin. Mengonsumsi antihistamin oral seperti diphenhydramine dapat membantu mengurangi reaksi alergi.
  • Tabir surya. Tabir surya spektrum luas (perlindungan terhadap UVA dan UVB) dengan faktor perlindungan matahari (SPF) 30 atau lebih tinggi, dapat membantu melindungi kulit sensitif dari sinar ultraviolet (UV).

Perawatan Rumahan

Selain dengan cara medis, beberapa pengobatan rumahan juga dapat membantu mengobati atau mencegah gejala kulit sensitif, antara lain:

  • Pelembap dan losion hipoalergenik dapat mengurangi kekeringan tanpa mengiritasi kulit. Selalu penting untuk menguji produk pada area kecil kulit sebelum mengaplikasikannya ke seluruh kulit yang terkena.
  • Sebuah studi mengungkapkan, mengoleskan oatmeal koloid pada kulit membantu mengatasi gejala seperti ruam, kulit kering, dan eksim. Menerapkan pasta oatmeal koloid ke kulit sensitif dapat membantu mengelola gejala.

 

  1. Anonim. 2016. 10 Signs You Have Sensitive Skin. https://www.dermstore.com/blog/signs-of-sensitive-skin-symptoms/. (Diakses pada 2 Desember 2020).
  2. Anonim. 2018. 6 Signs You Have Sensitive Skin. https://forefrontdermatology.com/6-signs-sensitive-skin/. (Diakses pada 2 Desember 2020).
  3. Osborn, Corinne O’Keefe. 2019. What Causes Sensitive Skin and How Can I Care for It?. https://www.healthline.com/health/skin-disorders/sensitive-skin#hives. (Diakses pada 2 Desember 2020).
  4. Johnson, Jon. 2020. Sensitive skin: Home remedies and prevention. https://www.medicalnewstoday.com/articles/sensitive-skin#treatment. (Diakses pada 2 Desember 2020).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi