Kulit Perut Tebal Saat Hamil Pengaruhi Perkembangan Janin?

Doktersehat-perut-tebal-saat-hamil
Photo Credit: Flickr.com/Daniel & Ginette Sundin

DokterSehat.Com – Mempersiapkan mental untuk menjadi seorang ibu memang bukanlah perkara gampang yang bisa disepelekan. Pasalnya, Anda harus siap lahir dan batin untuk menghadapi status baru sebagai ibu.

Tak hanya itu, Anda pun harusnya lebih aktif mempelajari setiap tumbuh kembang janin di dalam rahim. Sayangnya, ada sebagian calon ibu yang sering mengeluhkan mereka sulit merasakan pertumbuhan bayi. Salah satu penyebabnya adalah kulit perut tebal saat hamil.

Kulit perut tebal saat hamil ini umumnya disebabkan oleh beberapa faktor. Sejumlah dokter kandungan mengatakan kondisi ini normal terjadi pada sebagian wanita. Hanya saja, para calon ibu ini selalu merasakan kejanggalan jika dalam trimester ketiga belum juga mampu merasakan perkembangan bayi dari luar.

baca juga: Ternyata Ini Manfaat Bernyanyi bagi Ibu Hamil dan Janin

Bagi Anda yang mencoba mencari cara mengatasi perut tebal saat hamil, cobalah untuk tidak sembarangan dalam bertindak. Karena bukan tidak mungkin, hal ini bisa mengganggu pertumbuhan bayi di dalam kandungan.

Terdapat beberapa kasus yang membuktikan bahwa pemakaian produk kimia mampu merusak beberapa susunan gen. Hal ini pastinya berakibat pada penyakit bawaan seperti cacat ataupun penyakit berbahaya lainnya. Bahkan, beberapa dokter juga menyarankan kepada para calon ibu untuk tidak menggunakannya hingga masa menyusui usai.

Produk kosmetik ataupun kimia yang digunakan akan diserap tubuh dan bertahan dalam waktu yang lama. Hal ini dikarenakan organ hati tak mampu memprosesnya dalam jangka waktu yang cepat.

Sehingga terjadilah pengendapan bahan-bahan kimiawi yang lama-kelamaan semakin banyak. Hampir semua orang tidak menyadari hal ini karena dampak yang dirasakan tidak muncul secara langsung, akan tetapi janin di dalam kandunganlah yang harus merasakan dampaknya

Anda perlu mencatat bahwa perut tebal saat hamil bukan dikarenakan penyakit tertentu, akan tetapi sesuatu yang lumrah terjadi. Tidak semua wanita memang mengalaminya, tetapi Anda perlu pula mengecek secara rutin ke dokter kandungan. Satu hal yang ditakutkan adalah kondisi ini mampu memengaruhi detak jantung bayi ketika di dalam rahim.

Kulit Perut Tebal Saat Hamil Bukan Patokan

Kehamilan yang dialami oleh setiap wanita berbeda-beda. Demikian juga bentuk dan ketebalan perut ibu hamil. Salah satu bentuk perubahan tubuh ibu hamil yang paling mudah terlihat adalah perbesaran perut.

Meskipun perbesaran perut merupakan salah satu tanda hamil, namun perbesaran perut bukanlah tanda kesejahteraan janin ataupun kesehatan ibu hamil. Perut yang teraba keras pada ibu hamil biasanya merupakan tanda perbesaran rahim.

Perlu diketahui, pada usia kehamilan 12 minggu puncak rahim berada pada 1-2 jari di atas symphysis (sendi yang terdapat di tulang belakang dan tulang kemaluan). Pada usia kehamilan 16 minggu puncak rahim berada pada pertengahan antara symphysis dan pusat.

Dengan demikian, wajar saja bila di usia 3 bulan perut Anda masih berlipat dan belum teraba keras karena puncak rahim memang masih di bawah, Anda bisa mencoba meraba perut Anda dengan lembut mulai dari bawah pusar turun ke bawah. Dengan begitu, mungkin Anda sudah bisa meraba bagian puncak rahim yang lebih keras daripada daerah sekitarnya.

baca juga: 5 Hal yang Harus Dilakukan Pria Saat Mempersiapkan Kehamilan Istri

Namun jangan menekan perut terlalu keras, cukup merabanya dengan tekanan lembut. Perbesaran perut pada kehamilan juga dipengaruhi oleh bentuk tubuh dan ukuran tubuh wanita sebelum hamil.

Sebagian wanita memang belum terlalu tampak perubahan pada perutnya di usia 3 bulan dan hal tersebut masih dalam batas normal. Meskipun demikian, Anda tidak bisa mengetahui kondisi kehamilan dan janin hanya dengan melihat bentuk perutnya saja.

Oleh sebab itu, Anda disarankan untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin dengan dokter kandungan setiap 1 bulan sekali agar kondisi kehamilan dan janin bisa terpantau dengan baik.