Terbit: 2 April 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Kulit kering pada bayi pada dasarnya merupakan hal yang wajar. Kondisi ini juga sering kali tidak berbahaya dan tidak membutuhkan perawatan khusus. Kenali berbagai penyebab dan cara mengatasinya berikut ini!

Penyebab dan Cara Mengatasi Kulit Kering pada Bayi

Penyebab Kulit Kering pada Bayi

Kondisi ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Beberapa faktor berasal dari luar tubuh dan beberapa lainnya berasal dari dalam tubuh.

Berikut adalah beberapa penyebab kulit kering pada bayi:

1. Proses Alami Setelah Kelahiran

Kulit kering pada bayi dan pengelupasan kulit merupakan hal yang umum terjadi pada bayi.

Ketika berada dalam kandungan, janin dikelilingi dengan air ketuban. Pada hari-hari awal setelah kelahiran, kulit bayi akan terlihat kering dan sedikit mengelupas, karena baru beradaptasi dengan lingkungan di luar rahim.

Lapisan lilin yang disebut vernix melindungi janin dari cairan ketuban. Apabila vernix dibiarkan pada kulit sementara waktu setelah kelahiran, maka dapat membantu kulit bayi untuk beradaptasi dengan lingkungan di luar rahim.

Bayi prematur biasanya memiliki vernix yang lebih sedikit, tapi juga mengalami pengelupasan kulit lebih sedikit dibandingkan yang lahir tepat waktu. Sedangkan untuk bayi yang lahir lewat waktu juga memiliki vernix yang lebih sedikit, namun pengelupasan kulitnya lebih banyak dari yang lahir tepat waktu.

2. Dehidrasi

Faktor lingkungan dapat menjadi penyebab kulit kering pada bayi karena memengaruhi hidrasi kulit.

Udara yang sejuk dan kering dapat membuat kulit lebih mudah dehidrasi sehingga kulit pun menjadi kering. Udara yang memengaruhi kulit ini dapat berasal dari luar rumah maupun dari dalam rumah.

3. Penggunaan Produk Tertentu

Beberapa produk perawatan kulit seperti lotion atau sabun bayi juga bisa menjadi penyebab kulit bayi kering.

Lotion dan krim yang memiliki kandungan alkohol termasuk ke dalam produk yang paling menyebabkan kulit kering. Penggunaan sabun dengan bahan yang keras juga dapat menyebabkan kulit kering, maka dari itu bayi biasanya memiliki sabun khusus yang berbeda dengan sabun orang dewasa.

4. Paparan Air

Penyebab selanjutnya adalah paparan air yang lama, terutama air yang terlalu panas.

Mandi air panas untuk waktu yang panjang dapat mengurangi minyak alami yang diproduksi kulit sehingga membuat kulit kering. Waktu mandi sebaiknya dibatasi dan perhatikan juga suhu air yang digunakan. Jangan lupa untuk mengaplikasikan pelembap setelah si kecil selesai mandi.

5. Ichthyosis

Ichthyosis merujuk pada sekelompok kondisi kulit genetik yang menyebabkan kulit kering dan mengelupas.

Terdapat lebih dari 20 jenis ichthyosis dan beberapa kondisi dapat menyebabkan kerusakan kulit yang cukup parah. Salah satu jenis yang paling ringan adalah ichthyosis vulgaris. Kondisi ini termasuk paling ringan dan umum terjadi pada bayi dan anak-anak.

Kondisi ini tidak memiliki obat, sehingga pengobatan umumnya hanya dilakukan untuk mengendalikan gejala saja.

6. Eksim

Kondisi kulit seperti eksim juga dapat menjadi penyebab kulit kering pada bayi.

Selai kulit yang kering, eksim juga ditandai dengan kulit gatal, kulit memerah dan menebal, peradangan, dan ruam. Kulit yang kering sering kali memperburuk ruam dan gatal pada tubuh. Eksim sering muncul pada anak-anak, namun jarang muncul pada awal kelahiran.

Cara Mengatasi Kulit Kering pada Bayi

Masalah kulit kering pada bayi sering kali tidak membutuhkan perawatan khusus. Berikut adalah beberapa cara yang dapat orang tua lakukan untuk mengatasi kulit kering pada bayi:

1. Batasi Waktu Mandi

Seperti yang sebelumnya disebutkan, paparan air hangat untuk waktu yang lama dapat menyebabkan kulit bayi menjadi lebih kering.

Waktu mandi dapat menjadi waktu yang menyenangkan bagi si kecil, namun usahakan agar waktu mandi tidak berlebihan. Indonesia memiliki iklim yang tropis dan rata-rata orang akan mandi paling banyak 2 kali sehari. Waktu mandi yang ideal untuk bayi adalah sekitar 10 menit untuk setiap kali mandi.

2. Memilih Sabun yang Tepat

Penggunaan sabun yang tepat juga dapat menjadi salah satu cara mengatasi kulit kering pada bayi.

Ketika memilih produk pembersih untuk bayi, pilihlah sabun yang lembut, bebas pewangi, hypoallergenic, dan jangan gunakan sabun standar untuk orang dewasa. Mandi busa juga sebaiknya dihindari karena dapat menjadi penyebab kulit kering pada bayi.

3. Perhatikan Suhu Air

Umumnya bayi mandi menggunakan air hangat, suhu air yang digunakan mandi ini harus diperhatikan.

Air yang terlalu panas dapat membuat kulit bayi menjadi kering. Cara mengukur suhu air ini dapat dilakukan dengan cara langsung menyentuhnya. Ukuran suhu air yang pas adalah yang biasanya disebut dengan suam-suam kuku.

Perlu diketahui juga bahwa air yang terlalu panas tidak hanya membuat kulit kering, tapi juga dapat mengiritasi kulit.

4. Perhatikan Cara Mengeringkan Kulit

Keringkan kulit bayi setelah mandi dengan cara yang lembut. Hindari terlalu keras menggosok kulit bayi dengan handuk karena gesekan yang berlebihan dapat menyebabkan kulit kering atau bahkan iritasi.

5. Jaga Suhu Ruangan

Menjaga suhu ruangan yang tepat dapat mencegah kulit kering pada bayi.

Jangan biarkan ruangan terlalu panas maupun terlalu dingin. Suhu ruangan yang hangat dapat membuat kulit bayi menjadi terjaga kelembapannya. Suhu yang dianggap sebagai suhu kamar atau suhu ruangan adalah antara 20-25°C. Suhu ini adalah suhu yang ideal untuk menjaga kelembapan kulit.

6. Perlindungan untuk Cuaca Dingin

Cuaca dingin dapat membuat kulit kering, sehingga pencegahan sebaiknya dilakukan.

Ketika akan keluar rumah pada cuaca yang dingin, gunakan sarung tangan dan topi untuk melindungi tubuh dari dingin. Penggunaan pelembap juga penting untuk dilakukan di beberapa bagian tubuh yang berpotensi mengalami kulit kering.

7. Menggunakan Deterjen Lembut

Penggunaan produk untuk bayi dan orang dewasa memang sering kali berbeda, ternyata hal ini juga berlaku dalam hal pemilihan deterjen untuk mencuci baju.

Penggunaan deterjen lembut untuk mencuci baju si kecil juga dapat dilakukan sebagai salah satu pencegahan untuk kulit kering. Di pasaran memang telah tersedia produk pembersih baju yang khusus digunakan untuk pakaian bayi.

8. Gunakan Humidifier

Cara mengatasi kulit kering pada bayi selanjutnya adalah dengan menggunakan humidifier. Humidifier dapat membantu meningkatkan kelembapan ruangan. Ruangan yang lebih lembap ini akan membantu kulit menjadi lebih kering dan juga gatal.

9. Mandi Oatmeal

Oatmeal koloid dipercaya dapat membantu mengatasi peradangan dan gatal.

Perawatan kulit dengan kandungan oatmeal seperti sabun sudah banyak dijual di pasaran. Sebelum memilih produk untuk digunakan pada bayi Anda, jangan lupa memeriksa komposisi untuk memastikan bahwa produk tersebut aman digunakan untuk bayi.

10. Menggunakan Pelembap

Penggunaan pelembap untuk kulit kering pada bayi juga ampuh untuk mengatasi kondisi ini

Anda dapat mengaplikasikan pelembap pada kulit bayi sebanyak 2-3 kali per hari. Gunakan jenis pelembap yang hypoallergenic dan pastikan produk tersebut ramah bahkan untuk jenis kulit bayi yang sensitif.

Beberapa langkah mengatasi kulit kering pada bayi di atas juga dapat dilakukan sebagai pencegahan. Jadi, jika si kecil memiliki kulit yang normal, Anda tetap dapat melakukan langkah di atas sebagai cara mencegah kulit bayi kering.

 

  1. Anonim. 2018. 12 Tips to Soothe Dry Baby Skin. https://www.whattoexpect.com/first-year/dry-baby-skin.aspx. (Diakses 2 Januari 2020).
  2. D’Souza, Gillian. 2019. What causes dry skin on a baby’s face?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325036.php.(Diakses 2 Januari 2020).
  3. Fletcher, Jenna. 2018. What can you put on a newborn’s dry skin?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322499.php. (Diakses 2 Januari 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi