Terbit: 19 Juni 2020 | Diperbarui: 23 Agustus 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Kulit kepala kering terjadi ketika kulit di kepala tidak memiliki cukup minyak untuk melumasi area tersebut. Seperti bentuk kulit kering lainnya, kondisi ini dapat menyebabkan gatal, mengelupas, dan iritasi. Apa saja penyebab dari kondisi ini? Bagaimana cara mengatasinya?  Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Kulit Kepala Kering: 6 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kulit Kepala Kering dan Ketombe

Perlu diketahui, ketombe dan kulit kering di kepala memiliki gejala utama yang sama yaitu munculnya serpihan putih dan gatal di kulit kepala, akan tetapi ini adalah dua kondisi yang berbeda. Kulit kering di kepala ditandai dengan iritasi dan kulit yang mengelupas. Sementara ketombe bisa terlihat dari minyak yang terlalu banyak di kulit kepala. Mengetahui kondisi kepala dengan benar dapat membantu Anda untuk melakukan perawatan yang tepat dan efektif.

Penyebab Kulit Kepala Kering

Seseorang yang memiliki kulit kering atau memiliki kebiasaan keramas cenderung memiliki kondisi ini. Hal itu menandakan bahwa kulit kering di kepala bisa disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Berikut adalah berbagai penyebab kulit kepala menjadi kering lainnya yang harus Anda tahu, di antaranya:

1. Dermatitis Seboroik

Kulit kepala berminyak adalah hasil dari peningkatan produksi sebum atau minyak dari kelenjar sebaceous di sekitar folikel rambut. Kulit kepala berminyak dapat menyebabkan kulit bersisik, kulit kemerahan, atau ketombe, di mana kondisi ini adalah gejala dermatitis seboroik.

Masalah kulit ini diakibatkan oleh peradangan pada daerah yang berminyak, menyebabkan bercak bersisik, kekuningan pada kulit kepala, dan kemudian mengelupas. Dermatitis seboroik juga dapat disebabkan oleh stres atau kondisi medis tertentu. Perubahan musim dan riwayat keluarga juga bisa berperan.

2. Psoriasis Kulit Kepala

Penyebab kulit kepala menjadi kering berikutnya juga bisa disebabkan oleh psoriasis. Kondisi kulit yang meradang ini membuat kulit kepala berwarna perak atau tampak seperti ditaburi tepung.

Psoriasis kulit kepala sering menyebabkan sisik tebal, serpihan putih besar, dan dapat menyebabkan gatal. Penyebab terjadinya psoriasis tidak diketahui dengan pasti, namun diduga terkait kondisi autoimun.

3. Dermatitis Kontak Iritan atau Alergi

Menggunakan sampo, gel penata rambut, atau produk rambut lainnya dapat membuat Anda mengalami dermatitis kontak iritan atau alergi, kondisi yang dapat menyebabkan masalah di kulit kepala.

Dermatitis kontak iritan bisa terjadi saat terdapat kontak langsung lapisan luar kulit dengan zat tertentu, sehingga merusak lapisan pelindung kulit. Sedangkan dermatitis kontak alergi terjadi saat kulit bersentuhan dengan zat alergen yang memicu sistem kekebalan tubuh bereaksi, menyebabkan kulit gatal, dan meradang.

Perlu diketahui, gejala dermatitis kontak terjadi tergantung pada penyebab dan sensitivitas kulit terhadap zat yang memicu reaksi tersebut. Dermatitis kontak karena alergi dapat muncul dalam waktu beberapa hari setelah terjadinya kontak.

4. Terlalu Sering Keramas

Meski keramas bertujuan untuk menjaga kebersihan rambut dan kulit kepala, namun jika aktivitas ini terlalu sering dilakukan hal itu justru akan menyebabkan kondisi ini. Keramas setiap hari bisa menghilangkan minyak alami yang dibutuhkan kulit kepala agar tetap terhidrasi. Seiring waktu, kondisi ini dapat mengeringkan rambut hingga menyebabkan patah.

5. Eksim Atopik

Eksim atopik adalah jenis eksim yang memengaruhi orang yang memiliki alergi. Kondisi ini sering terjadi dalam keluarga, jika salah satu anggota keluarga menderita eksim, Anda mungkin juga mendapatkannya. Selain menyebabkan kulit kepala menjadi kering, kondisi yang sama juga bisa terjadi tangan, siku, wajah, dan punggung lutut.

6. Asupan yang Dikonsumsi

Penyebab kulit kepala menjadi kering ini jarang disadari adalah berasal dari asupan yang Anda konsumsi sehari-hari. Beberapa makanan tinggi karbohidrat dapat berkontribusi pada peningkatan ragi di kulit kepala, yang menghasilkan serpihan putih di kulit kepala.

Cara Mengatasi Kulit Kepala Kering

Setelah Anda mengetahui bahwa kulit kepala menjadi kering bisa disebabkan oleh hal-hal yang sederhana hingga kondisi serius, hal penting lainnya yang harus diketahui bagaimana cara mengatasi kondisi ini. Berikut adalah beberapa cara menghilangkan kulit kepala kering, di antaranya:

  • Pilih Sampo yang Sesuai Kondisi

Jika Anda memiliki ketombe ringan, cobalah keramas setiap hari dengan sampo lembut untuk mengurangi jumlah minyak di kulit kepala. Apabila ketombe Anda lebih parah atau sampo biasa tidak berfungsi, cobalah sampo khusus ketombe. Pilihlah sampo yang mengandung pyrithione zinc, selenium sulfide, ketoconazole, salicylic acid, atau coal tar. 

Apa pun sampo ketombe yang Anda coba, baca instruksi pada botol dan ikuti dengan cermat. Jika Anda tidak yakin sampo mana yang akan digunakan mintalah saran dokter.

  • Tea Tree Oil

Tea tree oil memiliki sifat antiseptik, antijamur, dan antibiotik yang kuat sehingga dipercaya dapat digunakan sebagai cara mengatasi kulit kepala yang kering dan gejalanya. Itulah sebabnya banyak sampo ketombe ditemukan mengandung minyak pohon teh.

  • Lidah Buaya

Lidah buaya adalah bahan alami lainnya yang dapat digunakan untuk mengatasi kondisi ini. Dengan sifat antiinflamasi di dalamnya, lidah buaya bisa mengurangi iritasi kulit dan merupakan agen pelembap yang efektif. Pilihlah produk perawatan rambut yang mengandung lidah buaya untuk membantu menjaga kesehatan rambut.

  • Alpukat

Alpukat mengandung asam lemak tak jenuh tunggal dan asam lemak tak jenuh ganda yang bisa melembapkan dan melindungi kulit kepala. Cara penggunaannya, bisa dengan mengonsumsi buahnya atau mengoleskan minyak alpukat langsung ke area kulit yang bermasalah.

Anda juga bisa mencampurkan minyak alpukat dengan pisang yang sudah dihaluskan. Kemudian oleskan ke kulit kepala sambil dilakukan pijatan ringan. Diamkan 10-15 menit setelah itu bilas hingga bersih.

 

  1. Anonim. What Causes Dry Scalp?. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/dry-scalp-causes#1. (Diakses pada 19 Juni 2020).
  2. Colameo, Lindsay. 2019. How to Cure a Flaky, Dry Scalp: The Treatment and Causes You Should Know. https://www.glamour.com/story/how-to-treat-a-dry-flaky-scalp. (Diakses pada 19 Juni 2020).
  3. Gotte, Ana. 2019. Home Remedies for Dry Scalp. https://www.healthline.com/health/home-remedies-for-dry-scalp. (Diakses pada 19 Juni 2020).
  4. Rodriguez, Diana. 2010. Dry Scalp and Dandruff: What’s Causing Those Flakes?. https://www.everydayhealth.com/skin-and-beauty/dry-scalp-and-dandruff-causes.aspx. (Diakses pada 19 Juni 2020).
  5. Villines, Zawn. 2018. The difference between dandruff and a dry scalp. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320988. (Diakses pada 19 Juni 2020).
  6. Watson, Stephanie. 2019. Is It Dandruff or Dry Scalp? Symptoms, Treatment, and More. https://www.healthline.com/health/skin-disorders/dandruff-vs-dry-scalp. (Diakses pada 19 Juni 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi