8 Cara Mengatasi Kram Perut Setelah Melahirkan (No. 5 Penting Dilakukan)

cara-mengatasi-kram-perut-setelah-melahirkan-doktersehat

DokterSehat.Com – Apakah Anda merasakan kram perut setelah melahirkan? Tenang, Anda tidak perlu khawatir karena kram perut setelah melahirkan adalah hal yang normal terjadi. Jangan terlalu cemas akan hal tersebut.

Sebaiknya Anda mengetahui apa saja penyebab kram perut setelah melahirkan, berapa lama terjadinya, dan cara mengatasi kram perut setelah melahirkan. Informasi tersebut bisa membantu Anda merasa tenang sehingga tidak berdampak pada produksi ASI.

Penyebab kram perut setelah melahirkan

Kram perut memang biasa terjadi pasca melahirkan. Umumnya, penyebab kram perut setelah melahirkan ini bersifat fisiologis atau penyesuaian tubuh setelah masa-masa kehamilan.

Inila beberapa penyebab kram perut setelah melahirkan:

1. Kontraksi rahim

Penyebab utama kejadian nyeri perut setelah melahirkan adalah karena kontraksi rahim. Selama hamil 9 bulan, perkembangan janin membuat rahim semakin besar. Setelah melahirkan, tubuh Anda akan mengembalikan ukuran rahim kembali ke bentuk semula.

Pengembalian ukuran rahim tersebut memerlukan kontraksi rahim. Kontraksi rahim inilah yang menyebabkan Anda merasa kram perut. Di samping itu, menyusui bayi akan meningkatkan rasa nyeri ini.

Hal ini dikarenakan, aktivitas menyusui bayi akan merangsang tubuh untuk memproduksi hormon oksitoksin yang mengakibatkan adanya kontraksi rahim. Jadi, jangan heran bila Anda merasa lebih nyeri jika menyusui bayi.

Baca Juga: Lengkap, Berbagai Jenis Hormon Kehamilan dan Fungsinya

Namun, tetaplah menyusui bayi karena ini bisa membuat kontraksi rahim ini segera hilang. Rangsangan isapan bayi pada puting Anda berkontribusi pada kecepatan mengecilnya ukuran rahim sehingga kontraksi rahim bisa terhenti.

2. Konstipasi

Penyebab kram perut setelah melahirkan juga bisa disebabkan oleh konstipasi. Konstipasi ini bisa memperparah tingkat nyeri perut Anda. Jika Anda memiliki pola diet yang rendah serat, maka Anda kemungkinan mengalami konstipasi setelah melahirkan.

Berapa lama kram perut terjadi?

Pada umumnya, kram perut terjadi 2-3 hari setelah melahirkan pada sebagian ibu melahirkan. Masa terjadinya kram perut sekitar 6 minggu setelah melahirkan. Akan tetapi, kram ini bisa berlangsung lebih singkat atau lebih lama tergantung pada kondisi ibu.

Ibu yang menyusui bayi cenderung mengalami kram perut yang lebih singkat. Nyeri perut setelah melahirkan juga bisa lebih lama terjadi jika Anda tidak menyusui bayi secara eksklusif dan terlebih lagi bila Anda memiliki pola diet rendah serat.

Cara mengatasi kram perut setelah melahirkan

Meskipun kram perut setelah melahirkan adalah hal yang normal terjadi, bukan berarti tidak ada cara untuk mengatasinya. Ada beberapa cara mengatasi kram perut setelah melahirkan yang cukup mudah dilakukan.

Berikut ini adalah beberapa cara mengatasi kram perut setelah melahirkan yang cukup praktis untuk dilakukan:

1. Relaksasi tubuh

Tariklah napas dalam-dalam dan tenangkan pikiran Anda sejenak. Biarkan tubuh Anda rileks agar pikiran dan jiwa Anda lebih tenang. Tubuh yang tenang karena teknik pernapasan tertentu dapat membantu mengatasi nyeri perut setelah melahirkan.

Anda bisa melakukan ini di rumah. Lakukanlah rileksasi tubuh secara teratur setelah melahirkan. Sebaiknya, rileksasi tubuh dilakukan di tempat yang tenang dan tidak di dekat bayi Anda. Ini dikarenakan agar Anda bisa fokus menenangkan diri Anda.

Penggunaan aromaterapi dan alunan musik spa bisa mendukung kondisi rileksasi tubuh. Akan tetapi, gunakanlah aromaterapi herbal yang aman untuk Anda dan jangan biarkan bayi terpapar aromaterapi ini.

2. Sering buang air kecil

Kandung kemih yang dibiarkan penuh untuk waktu lama dapat meningkatkan rasa nyeri akibat kontraksi rahim. Oleh karena itu, seringlah membuang air kecil. Pasalnya, sering buang air kecil dapat mengurangi kram perut setelah melahirkan.

3. Rutin berjalan

Cara mengatasi kram perut setelah melahirkan yang cukup mudah dilakukan adalah dengan melakukan aktivitas berjalan secara rutin. Berjalan dapat mengurangi rasa nyeri karena kontraksi rahim.

Aktivitas ini juga mencegah penumpukan urine di dalam kandungan kemih lebih banyak karena terganti dengan keringat. Tak hanya mengatasi kram perut, berjalan secara rutin juga bisa membantu Anda untuk tetap bugar dan menurunkan berat badan setelah hamil.

4. Kompres hangat

Kompreslah perut dengan air hangat sehingga rasa kram pada perut pasca melahirkan dapat berkurang. Caranya cukup basahkan kain bersih di dalam air hangat lalu letakkan di atas perut selama beberapa menit.

5. Pemijatan

Pemijatan adalah salah satu cara mengatasi mengatasi kram perut setelah melahirkan. Anda bisa melakukan pemijatan pada bagian perut bawah setelah atau sebelum pengompresan air hangat.

Pijatlah bagian perut bawah secara lembut dengan menggunakan minyak zaitun. Anda bisa melakukannya sendiri atau pergi ke salon yang menyediakan pijat ibu melahirkan. Sedikit tips, lakukanlah pemijatan setelah Anda memberikan ASI agar payudara tidak bengkak saat Anda sedang dipijat sehingga mengganggu efek pemijatan.

6. Konsumsi jahe

Jarang diketahui bahwa jahe adalah tanaman rimpang yang dapat mengatasi masalah kram perut setelah melahirkan. Jahe mengandung zat yang bersifat antiinflamasi sehingga bisa mengurangi rasa nyeri.

Namun, pastikan bahwa tubuh Anda tidak memiliki masalah untuk mengonsumsi jahe. Anda bisa mengonsumsi jahe dalam bentuk minuman, yaitu wedang jahe atau dicampurkan ke dalam aneka masakan.

Baca Juga: 15 Manfaat Wedang Jahe Menyehatkan Tubuh Bila Rutin Diminum

7. Memiliki pola diet tinggi serat

Cara mengatasi kram perut setelah melahirkan juga bisa dilakukan dengan menerapkan pola diet tinggi serat. Hal ini bisa membantu Anda untuk mengatasi masalah konstipasi setelah melahirkan sehingga rasa nyeri tidak semakin parah.

8. Obat AINS (Anti Inflamasi Non Steroid)

Pada beberapa ibu, rasa nyeri perut setelah melahirkan bisa cukup berat sehingga mengganggu aktivitas. Cara mengatasi kram perut setelah melahirkan yang cukup parah adalah dengan menggunakan obat Anti Inflamasi Non Steroid. Namun, berkonsultasilah dengan dokter terlebih dulu sebelum menggunakan obat AINS.