Terbit: 18 November 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Kram perut saat hamil adalah sesuatu yang umum terjadi. Meski keadaan ini adalah sesuatu yang tidak perlu dikhawatirkan, pada beberapa kasus kram adalah tanda dari kondisi yang memerlukan perhatian medis. Simak penjelasan selengkapnya mengenai penyebab perut kram saat hamil hingga cara mengatasinya.

12 Penyebab Kram Perut saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Penyebab Kram Perut saat Hamil

Kram selama kehamilan sering kali menakutkan, akan tetapi hal ini adalah gejala umum di semua trimester. Meski pada sebagian kasus kram bukanlah kondisi berbahaya, Bumil tetap harus waspada jika gejala yang muncul membuat Anda merasa sangat tidak nyaman.

Berikut ini adalah penyebab umum kram perut saat hamil, antara lain:

1. Gangguan Lambung

Peningkatan kadar hormon progesteron selama kehamilan bisa menyebabkan seorang wanita mengalami perut kembung. Hal ini disebabkan karena hormon ini melemaskan otot polos saluran pencernaan.

Keadaan ini membuat sistem pencernaan mengalami perlambatan, sehingga menyebabkan sembelit. Perut kembung dan sembelit adalah dua hal yang bisa menyebabkan rasa kram pada perut.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

2. Orgasme

Kram selama dan setelah orgasme (terkadang disertai dengan sakit punggung bagian bawah) adalah normal dan tidak berbahaya pada kehamilan berisiko rendah. Ini karena peningkatan aliran darah ke area panggul dan kontraksi uterus normal yang terjadi saat Anda orgasme.

Perut kram saat hamil setelah orgasme bukan alasan untuk berhenti melakukan aktivitas seksual. Jika ragu untuk melakukannya, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter kandungan.

3. Aliran Darah ke Rahim

Selama kehamilan, tubuh Anda mengirimkan lebih banyak darah dari biasanya ke rahim. Hal ini dapat menyebabkan perasaan tertekan pada area tersebut. Berbaring untuk beristirahat atau berendam dalam air hangat dapat membantu meredakan kram.

4. Infeksi Saluran Kemih

Infeksi pada saluran kemih bisa tanpa gejala, tetapi sering kali menyebabkan nyeri atau tekanan pada daerah panggul. Gejala lainnya adalah urine berbau busuk, keruh, terdapat darah, nyeri dan panas saat buang air kecil, demam, hingga perlu buang air kecil lebih sering. Infeksi saluran kemih bisa menjadi serius jika tidak mendapatkan penanganan.

5. Dehidrasi

Dehidrasi dapat menyebabkan kontraksi palsu atau Braxton Hicks—biasanya dimulai pada pertengahan kehamilan—dan hal ini adalah sesuatu yang normal. Meski dehidrasi bukanlah masalah serius, beberapa penelitan menunjukkan dehidrasi ekstrem berpotensi meningkatkan risiko persalinan prematur.

Jika urine berwarna kuning pucat atau tidak berwarna, hal itu menandakan bahwa tubuh terhidrasi dengan baik.

Kram Perut selama Trimester Pertama

Berikut adalah berbagai penyebab kram perut saat hamil ketika memasuki trimester pertama kehamilan, antara lain:

6. Implantasi

Pada awal kehamilan, Anda mungkin mengalami kram seperti menstruasi. Kram implantasi ini terjadi sekitar jatuh tempo waktu menstruasi, bahkan beberapa wanita tidak menyadari bahwa dirinya sudah hamil.  

Pendarahan implantasi ringan adalah hasil dari sel telur yang dibuahi yang menempel pada dinding rahim, biasanya terjadi 6 sampai 12 hari setelah pembuahan dan hanya berlangsung singkat (sekitar satu sampai dua hari).

7. Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik adalah ketika sel telur yang telah dibuahi ditanamkan di tempat lain selain rahim—biasanya tuba falopi—dan dapat menyebabkan kram perut ketika trimester pertama. Kram biasanya menyerang perut bagian bawah dan memburuk seiring waktu.

Keadaan ini juga dapat menyebabkan perdarahan vagina, nyeri bahu, pusing, hingga pingsan. Kehamilan ektopik dapat didiagnosis dengan USG dan tes darah sekitar minggu ke-5 hingga 6 kehamilan. Jika Anda sudah menjalani USG trimester pertama dan semuanya tampak normal, kehamilan ektopik bukanlah penyebab dibalik perut kram saat hamil.

8. Keguguran

Kram trimester pertama selama kehamilan yang terkait dengan keguguran bisa terasa seperti kram menstruasi yang parah. Ketidaknyamanan biasanya terjadi di perut, punggung bawah, atau area panggul disertai dengan pendarahan.

Meski begitu, mengetahui apakah kram trimester pertama terkait dengan keguguran adalah sesuatu yang sulit. Namun mengenali gejala keguguran adalah sesuatu yang penting, yaitu terjadi pendarahan selama beberapa hari dan memburuk seiring berjalannya waktu. Konsultasi dengan dokter kandungan diperlukan untuk memastikan keadaan janin.

Kram Perut selama Trimester Kedua

Berikut adalah berbagai penyebab kram perut ketika memasuki trimester kedua kehamilan, antara lain:

9. Nyeri Ligamen Perut Bawah

Round ligament atau ligament bundar adalah pita jaringan yang menahan rahim pada tempatnya. Saat seorang wanita hamil, ligamen ini meregang sehingga menyebabkan nyeri yang kuat pada satu satu atau kedua sisi perut bagian bawah dan menyebabkan kram.

Kram perut saat hamil yang terjadi akibat kondisi ini biasanya terjadi pada trimester kedua tetapi juga dapat terjadi kapan saja. Rasa nyeri biasa terjadi saat berolahraga, bangun dari tempat tidur, bersin, batuk, tertawa, atau bergerak tiba-tiba. Keadaan ini bisa berlangsung beberapa detik hingga beberapa menit.

10. Kontraksi Braxton Hicks

Kontraksi Braxton Hicks atau sering disebut kontraksi palsu dapat terjadi pada usia kehamilan 20 minggu. Ini adalah cara tubuh melakukan pemanasan untuk menjalani persalinan sebenarnya. Keadaan yang bisa menyebabkan kram ini umumnya berlangsung singkat (beberapa detik hingga beberapa menit) dan tidak teratur.

Kram Perut selama Trimester Ketiga

Berikut adalah berbagai penyebab kram perut ketika memasuki trimester ketiga kehamilan, antara lain:

11. Solusio Plasenta

Jika plasenta terlepas (sebagian atau seluruhnya) dari dinding rahim sebelum bayi lahir, hal itu dapat menyebabkan sakit perut yang parah, nyeri punggung, dan pendarahan vagina. Meski lebih sering terjadi pada trimester ketiga, keadaan ini juga dapat terjadi pada trimester kedua. Segera dapatkan bantuan medis jika mengalami sakit perut dengan pendarahan.

12. Preeklamsia

Preeklamsia ditandai dengan tekanan darah tinggi mendadak dan tingginya protein dalam urine. Hal ini dapat menyebabkan sakit/kram perut bagian atas bersama dengan sakit kepala. Pembengkakan parah akan terjadi pada wajah dan tangan, gangguan penglihatan, mual/muntah, dan sesak napas.

Keadaan ini harus segera mendapatkan penanganan dari dokter karena berbahaya bagi ibu dan janin.

Baca Juga: 8 Tips Kehamilan Sehat untuk Ibu dan Janin

Cara Mengatasi Kram Perut saat Hamil

Berikut adalah beberapa tips yang bisa membantu meredakan kram selama kehamilan, antara lain:

  • Berbaring dan rileks sejenak. Hal dapat meredakan kram kehamilan terkait implantasi, orgasme, peningkatan aliran darah ke rahim, dan nyeri ligamen bundar.
  • Minumlah banyak air putih. Meningkatkan asupan cairan dapat meredakan kram yang berhubungan dengan dehidrasi, kembung, atau sembelit.
  • Berendam dalam air hangat. Cara ini dapat membantu meringankan kram kehamilan terkait dengan peningkatan aliran darah rahim.
  • Kenakan belly band. Alat ini dapat membantu meredakan kram perut yang terkait dengan nyeri ligamen bundar pada trimester kedua.
  • Mengubah posisi. Jika Anda mengalami kontraksi Braxton Hicks saat berdiri cobalah untuk berbaring.

 

  1. Bellefonds, Colleen de. 2020. Cramping During Pregnancy: Normal or Something More?. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/symptoms-and-solutions/abdominal-cramps.aspx#:~:text=Early%20pregnancy%20cramps%20can%20be,contractions%20or%20round%20ligament%20pain. (Diakses pada 18 November 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi