Kosmetik Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes?

doktersehat-komposisi-makeup-yang-baik-untuk-kulit
Photo Credit: Pexels.com

DokterSehat.Com– Demi mendapatkan penampilan yang cantik dan lebih menarik, kaum hawa akan memakai kosmetik atau make-up sebelum melakukan berbagai macam aktivitas, khususnya sebelum bekerja. Hanya saja, ada baiknya kaum hawa tidak memilih peralatan kosmetik dengan sembarangan karena bisa jadi peralatan yang mereka gunakan bisa menyebabkan peningkatan risiko diabetes dengan signifikan.

Fakta mengejutkan ini terungkap dari penelitian yang dilakukan di Uppsala University. Hasil penelitian ini memang cukup kontroversial dan masih memerlukan penelitian lanjut yang lebih mendalam, namun, hal ini bisa menjadi dasar bagi kaum hawa untuk lebih berhati-hati untuk memilih peralatan kosmetik yang aman untuk digunakan.

“Memang, hasil penelitian kami masih membutuhkan penelitian lanjutan agar bisa dikonfirmasi lebih jauh, namun kami yakin jika hipotesis tentang bahan kimia yang bisa berkontribusi pada perkembangan diabetes memang benar adanya,” ungkap Monica Lind, salah seorang peneliti yang terlibat.

Monica melakukan penelitian bersama dengan Profesor Lars Lind, juga dari universitas yang sama. Mereka menganalisa data terbaru yang berasal dari studi berjudul PIVUS yang melibatkan lebih dari 1.000 wanita dengan usia rata-rata 70 tahun di Uppsala.

Data yang dikumpulkan dari penelitian ini mencakup hasil pemeriksaan fisik, hasil pemeriksaan gula darah, dan pemberian suntikan insulin. Data-data ini didapatkan setelah para partisipan menyerahkan sampel darah. Hasilnya adalah, sebagian sampel darah memiliki kandungan zat kimia berbahaya seperti phthalates yang bisa mempengaruhi risiko diabetes.

Kebanyakan orang terkontaminasi phthalates dari bahan rumah tangga yang dibuat dari plastik atau dari campuran bahan parfum di dalam kosmetik atau produk perawatan kulit. Partisipan yang memiliki kadar phthalates lebih banyak di dalam tubuhnya cenderung memiliki risiko terkena diabetes dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang memiliki kadar phthalates lebih rendah.

Hanya saja, para partisipan yang memiliki masalah kelebihan berat badan dan kadar lemak darah lebih tinggi juga lebih rentan terkena diabetes, namun para peneliti memang lebih fokus pada kaitan antara jumlah phthalates di dalam darah dengan risiko diabetes.