Terbit: 21 November 2017
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

DokterSehat.Com– Pada awal kehamilan multipel, pemeriksaan ultrasound dilakukan untuk mengetahui apakah masing-masing bayi memiliki plasenta, kantung amnion, dan korion (selaput terluar yang mengelilingi bayi yang sedang berkembang). Jenis kembar adalah sebagai berikut:

Kehamilan Kembar – Korionisitas dan Amnionisitas

  • Kembar diamniotik-dikorionik yang memiliki korion dan kantung amnion masing-masing. Mereka dapat berbagi plasenta, tetapi bisa juga memiliki plasenta masing-masing.
  • Kembar Diamniotik-monokorionik yang berbagi korion dan plasenta namun memiliki kantung amnion yang terpisah
  • Kembar Monoamniotik-monokorionik yang berbagi korion, plasenta, dan kantung amniotik

Kembar tiga dapat memiliki plasenta dan kantung amnion mereka sendiri atau dua kembar tiga yang bisa berbagi kantung, plasenta, atau keduanya. Jarang, kembar tiga bisa berbagi satu plasenta dan satu kantong amnion

Bayi monokorion memiliki risiko komplikasi lebih tinggi dibandingkan dengan plasenta yang terpisah. Satu masalah yang dapat terjadi pada bayi monokorionik-diamniotik adalah twin-twin transfusion syndrome (TTTS). Di TTTS, aliran darah antara si kembar menjadi tidak seimbang karena ada masalah dengan plasenta. Satu kembar menyumbangkan darah ke kembar lainnya. Kembar pendonor memiliki terlalu sedikit darah, dan kembar resipien memiliki terlalu banyak darah. Kondisi ini bisa menimbulkan masalah bagi kedua bayi. Pengobatan tersedia untuk TTTS jika didiagnosis selama kehamilan. Salah satu perawatan yang bisa dilakukan adalah secara berkala mengeluarkan cairan ekstra dari kantung amnion kembar si kembar. Ini perlu dilakukan setiap beberapa hari atau mingguan. Kasus TTTS yang parah yang didiagnosis dini dapat diobati dengan operasi laser pada plasenta. Operasi ini harus dilakukan di rumah sakit oleh petugas kesehatan yang berpengalaman dalam melakukan prosedur ini.

Meskipun bayi monokorionik-monoamniotik jarang terjadi, jenis kehamilan ini sangat berisiko. Masalah yang paling umum adalah komplikasi korda umbilikaslis. Jika bayi terjerat dalam korda umbilikalis, bayi dapat tidak bisa bergerak dan tumbuh. Wanita dengan kehamilan monoamniotik lebih sering dipantau dan perlu melahirkan bayi mereka melalui operasi sesar.

Kehamilan Kembar – Halaman Selanjutnya: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi