Korea Selatan Hadapi Kasus Penyakit Kuku dan Mulut

DokterSehat.Com– Belakangan ini rencana pemerintah Indonesia yang ingin mengimpor sapi dari Brasil memicu kekhawatiran banyak pihak tentang kemungkinan munculnya kembali penyakit kuku dan mulut. Kekhawatiran ini cukup beralasan karena Indonesia sudah sejak lama tidak lagi mengalami wabah penyakit ini.

Dikutip dari Reuters, Negeri Ginseng Korea Selatan justru mengonfirmasi kasus penyakit kuku dan mulut untuk pertama kalinya sejak Februari tahun lalu. Selasa, 27 Maret 2018 ini, Kementerian Pertanian Korea Selatan menyebutkan bahwa kasus kuku dan mulut ini ditemukan di sebuah peternakan babi sejak Senin, 26 Maret 2018 di kawasan Gimpo, sekitar 30 km Barat Laut dari Ibukota Seoul.

Karena kasus ini, sekitar 900 babi di peternakan tersebut langsung dimusnahkan karena dikhawatirkan bisa memicu wabah di negara yang memiliki wilayah tidak terlalu besar tersebut. Apalagi daging babi juga termasuk dalam makanan yang digemari oleh masyarakat setempat.

Meskipun baru ditemukan satu kasus saja, pihak Kementerian Pertanian tidak ingin terjadi penyebaran wabah dari penyakit ini dan memastikan negara dalam kondisi waspada. Selain itu, hewan ternak seperti lembu dan babi di berbagai peternakan lainnya juga sudah diberi suntikan yang bisa mencegah penyebaran penyakit kuku dan mulut.

Pada Februari 2017 lalu, Pemerintah Korea selatan meningkatkan kewaspadaan di level tertinggi pada penyakit yang juga berasal dari hewan, tepatnya flu burung.

Penyakit kuku dan mulut memang bisa menyerang hewan ternak. Yang menjadi masalah adalah, jika daging hewan ternak ini dimakan manusia, maka penyakit ini juga akan menyerang manusia. Gejala dari penyakit kuku dan mulut yang menyerang manusia adalah demam tinggi, sakit kepala, hilangnya nafsu makan, hingga muntah-muntah. Sebagian korban juga mengalami kejang-kejang sehingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Semoga penyakit ini tak lagi masuk ke Indonesia ya, Sobat Sehat?